{"id":135411,"date":"2020-06-26T15:05:15","date_gmt":"2020-06-26T08:05:15","guid":{"rendered":"https:\/\/perhutani.co.id\/?p=135411"},"modified":"2022-04-04T12:47:31","modified_gmt":"2022-04-04T12:47:31","slug":"catat-38-obyek-wisata-alam-buka-kembali-dengan-protokol-kesehatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/catat-38-obyek-wisata-alam-buka-kembali-dengan-protokol-kesehatan\/","title":{"rendered":"Catat, 38 Obyek Wisata Alam Buka Kembali dengan Protokol Kesehatan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">KOMPAS.COM (26\/06\/2020) | Perum Perhutani kembali membuka 38 obyek wisata alam (OWA) di beberapa daerah bagi pengunjung. Sebelumnya, Perhutani menutup sementara seluruh OWA akibat pandemi Covid-19.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">elalui rilis yang diterima Kompas.com, Sekretaris Perusahaan Perum Perhutani Asep Rusnandar mengatakan, mulai 24 Juni, sebanyak 38 dari total 639 obyek wisata Perhutani telah dibuka kembali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Obyek wisata yang sudah siap menyambut wisatawan ini telah melakukan berbagai persiapan untuk menerapkan protokol kesehatan baik bagi petugas, pengunjung maupun mitra wisata sesuai dengan prosedur,&#8221; kata Asep seperti dikutip rilis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembukaan kembali OWA ini, jelas Asep, telah sesuai dengan peraturan pemerintah daerah Kota\/Kabupaten setempat serta menerapkan protokol kesehatan yang ketat guna mencegah penyebaran virus Covid-19 di tempat wisata.<br \/>\nLanjutnya, jumlah pengunjung juga akan dibatasi dan harus menerapkan jaga jarak atau physical distancing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Pengunjung juga harus menghindari bergerombol, selalu menggunakan masker serta membawa perlengkapan ibadah sendiri,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Asep mengungkapkan, Perhutani juga melengkapi lokasi wisata dengan pengukur suhu tubuh, tempat cuci tangan beserta sabun, hand sanitizer, serta rutin melakukan penyemprotan sarana umum dengan disinfektan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Selain itu diutamakan melakukan transaksi non tunai,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menambahkan, lokasi wisata Perum Perhutani juga telah melalui peninjauan dan penilaian dari dinas terkait untuk memastikan obyek wisata tersebut sudah memenuhi standar protokol kesehatan guna memastikan dapat dibuka atau tidak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, untuk wisata air yang erat dengan kontak fisik langsung belum dapat dibuka kembali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut daftar 38 OWA yang telah dibuka kembali oleh Perhutani<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Hutan Pinus Limpakuwus (KPH Banyumas Timur)<\/li>\n<li>Puncak Lawu (KPH Surakarta)<\/li>\n<li>Sekipan (KPH Surakarta)<\/li>\n<li>Pringgondani (KPH Surakarta)<\/li>\n<li>Taman Saraswati (KPH Surakarta)<\/li>\n<li>Sakura Hills (KPH Surakarta)<\/li>\n<li>Lawu Park (KPH Surakarta)<\/li>\n<li>Pulau Merah (KPH Banyuwangi Selatan)<\/li>\n<li>De Djawatan (KPH Banyuwangi Selatan)<\/li>\n<li>Kampung Cai Ranca Upas (KBM Ecotourism Jawa Barat &amp; Banten)<\/li>\n<li>Kawah Putih (KBM Ecotourism Jawa Barat &amp; Banten)<\/li>\n<li>Patuha Resort (KBM Ecotourism Jawa Barat &amp; Banten)<\/li>\n<li>Cikole Jayagiri Resort (KBM Ecotourism Jawa Barat &amp; Banten)<\/li>\n<li>Galunggung (KBM Ecotourism Jawa Barat &amp; Banten)<\/li>\n<li>Karaha Bodas (KBM Ecotourism Jawa Barat &amp; Banten)<\/li>\n<li>Curug Cileat (KPH Bandung Utara)<\/li>\n<li>Curug Cilengkrang (KPH Bandung Utara)<\/li>\n<li>Curug Cimahi (KPH Bandung Utara)<\/li>\n<li>Curug Layung (KPH Bandung Utara)<\/li>\n<li>Geger Bintang Matahari (KPH Bandung Utara)<\/li>\n<li>LHI Jayagiri (KPH Bandung Utara)<\/li>\n<li>Pusaka Mulya &#8211; Pasir Panyawangan (KPH Bandung Utara)<\/li>\n<li>Puncak Bintang (KPH Bandung Utara)<\/li>\n<li>Talaga Cikahuripan (KPH Bandung Utara)<\/li>\n<li>Burangrang Selatan (KPH Bandung Utara)<\/li>\n<li>Puncak Eurad (KPH Bandung Utara)<\/li>\n<li>Talaga Warna (KPH Bandung Utara)<\/li>\n<li>Lembah Pinus Sukawana (KPH Bandung Utara)<\/li>\n<li>Nyawang Bandung (KPH Bandung Utara)<\/li>\n<li>Kampung Sunda (KPH Bandung Utara)<\/li>\n<li>Cibolang (KPH Bandung Selatan)<\/li>\n<li>Gunung Puntang (KPH Bandung Selatan)<\/li>\n<li>Hulu Sungai Citarum\/Cisanti (KPH Bandung Selatan),<\/li>\n<li>Punceling (KPH Bandung Selatan)<\/li>\n<li>Kampung Ciherang (KPH Sumedang)<\/li>\n<li>Curug Batu Blek (KPH Tasikmalaya)<\/li>\n<li>Curug Gado Bangkong (KPH Tasikmalaya)<\/li>\n<li>Citumang (KPH Ciamis)<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p>Sumber : <a href=\"https:\/\/travel.kompas.com\/read\/2020\/06\/26\/141500727\/catat-38-obyek-wisata-alam-buka-kembali-dengan-protokol-kesehatan?page=1\">kompas.com<\/a><\/p>\n<p>Tanggal : 26 Juni 2020<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KOMPAS.COM (26\/06\/2020) | Perum Perhutani kembali membuka 38 obyek wisata alam (OWA) di beberapa daerah bagi pengunjung. Sebelumnya, Perhutani menutup sementara seluruh OWA akibat pandemi Covid-19. elalui rilis yang diterima Kompas.com, Sekretaris Perusahaan Perum Perhutani Asep Rusnandar mengatakan, mulai 24 Juni, sebanyak 38 dari total 639 obyek wisata Perhutani telah dibuka kembali. &#8220;Obyek wisata yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":89,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[13],"tags":[35,32,19,20,21],"class_list":["post-135411","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-publikasi-media","tag-wisataperhutani","tag-beritaperhutani","tag-perhutani","tag-perum-perhutani","tag-perumperhutani"],"acf":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/135411","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/89"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=135411"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/135411\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":199094,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/135411\/revisions\/199094"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=135411"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=135411"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=135411"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}