{"id":135756,"date":"2020-06-30T09:33:54","date_gmt":"2020-06-30T02:33:54","guid":{"rendered":"https:\/\/perhutani.co.id\/?p=135756"},"modified":"2022-04-04T12:47:30","modified_gmt":"2022-04-04T12:47:30","slug":"gunung-prau-akan-uji-coba-dibuka-simak-syarat-dan-ketentuannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/gunung-prau-akan-uji-coba-dibuka-simak-syarat-dan-ketentuannya\/","title":{"rendered":"Gunung Prau akan Uji Coba Dibuka, Simak Syarat dan Ketentuannya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">KOMPAS.COM (30\/6\/2020) | Gunung Prau yang membentang di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah akan mulai tahap uji coba dibuka kembali pada Jumat (3\/7\/2020). Meski demikian pembukaan dalam taraf uji coba ini akan dilakukan dengan sejumlah persyaratan ketat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201c(Uji coba) artinya ada batasan waktu. Rencana akan diuji coba selama sebulan. Mulai tanggal 3 Juli 2020,\u201d terang Administratur Perhutani Kedu Utara (PKH) Ir. Damanhuri saat dihubungi Kompas.com Senin (29\/6\/2020).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Damanhuri juga mengatakan, dalam tahap uji coba ini, pengunjung Gunung Prau juga terbatas hanya pengunjung yang berasal dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah (Jateng) saja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDaerah lain belum diizinkan,\u201d jelas dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu kapasitas pengunjung yang datang juga dibatasi separuh dari kapasitas normal, sebanyak maksimal 1.500 orang per hari. \u201c600 untuk basecamp Patak Banteng dan sisanya dibagi ke dalam 5 basecamp lain,\u201d jelas dia. Adapun tenda juga diharuskan untuk diisi separuh dari kapasitas tenda tergantung dari ukuran besarnya. Sementara itu, beberapa protokol kesehatan yang harus dilakukan pada pengunjung Gunung Prau di antaranya adalah:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Dilakukan desinfektan pada pengunjung yang baru datang<\/li>\n<li>Pendaki wajib cuci tangan dengan sabun<\/li>\n<li>Pendaki akan dicek suhu tubuhnya<\/li>\n<li>Pendaki wajib melakukan registrasi satu nama satu KTP<\/li>\n<li>Pendaki diwajibkan membawa surat keterangan sehat<\/li>\n<li>Pendaki diwajibkan membawa handsanitizer, masker dan sarung tangan<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat ditanya perihal apakah nantinya para pendaki diwajibkan membawa tes PCR atau Rapid Tes, pihaknya menjelaskan yang diperlukan para pendaki adalah surat keterangan sehat dari Puskesmas dimana dirinya berasal. \u201cKalau yang bersangkutan tidak membawa (surat keterangan sehat), bisa memeriksakan diri ke Puskesmas Kejajar dan petugas kesehatan yang standby di basecamp Patak Banteng,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terkait persiapan, Damanhuri menjelaskan simulasi telah dilakukan oleh basecamp-basecamp pendakian yang ada di Gunung Prau. Seperti basecamp Dwarawati Banjarnegara (KPH Banyumas Timur), Basecamp Dieng, Basecamp Kalilembu, Basecamp Pathak Banteng, Basecamp Igirmranak dan Basecamp Wates.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelaksanaan simulasi tersebut telah dilakukan pada Minggu (28\/6\/2020) lalu. Simulasi persiapan pembukaan Gunng Prau ini juga sempat diunggah oleh akun @prau_mountain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber : <a href=\"https:\/\/www.kompas.com\/tren\/read\/2020\/06\/30\/073000665\/gunung-prau-akan-uji-coba-dibuka-simak-syarat-dan-ketentuannya?page=all\">kompas.com<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanggal : 30 Juni 2020<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KOMPAS.COM (30\/6\/2020) | Gunung Prau yang membentang di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah akan mulai tahap uji coba dibuka kembali pada Jumat (3\/7\/2020). Meski demikian pembukaan dalam taraf uji coba ini akan dilakukan dengan sejumlah persyaratan ketat. \u201c(Uji coba) artinya ada batasan waktu. Rencana akan diuji coba selama sebulan. Mulai tanggal 3 Juli 2020,\u201d [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":89,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[13],"tags":[35,32,19,20,21],"class_list":["post-135756","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-publikasi-media","tag-wisataperhutani","tag-beritaperhutani","tag-perhutani","tag-perum-perhutani","tag-perumperhutani"],"acf":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/135756","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/89"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=135756"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/135756\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":199092,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/135756\/revisions\/199092"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=135756"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=135756"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=135756"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}