{"id":1432,"date":"2010-11-26T06:26:50","date_gmt":"2010-11-25T23:26:50","guid":{"rendered":"http:\/\/perhutani.co.id\/id\/?p=662"},"modified":"2022-04-04T12:57:35","modified_gmt":"2022-04-04T12:57:35","slug":"carbonterprises-integrasikan-perhutani-inhutani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/carbonterprises-integrasikan-perhutani-inhutani\/","title":{"rendered":"Carbonterprises; Integrasikan Perhutani-Inhutani"},"content":{"rendered":"<p>KETIKA memperingati hari ulang tahun Jurnal Nasional,  Kamis (4\/6), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  berbicara luas tentang green economy. Dikemukakannya, green  economy merupakan ideologi baru dunia, new world ideology  in the 21st centurydalam bidang ekonomi. Dikatakan demikian, karena hal itu relevan dengan tantangan sangat besar:  perubahan iklim, dan tantangan lebih berat: membangun  kesejahteraan bagi seluruh bangsa di dunia secara adil dan  berkelanjutan.<br \/>\nElemen dari green economy adalah ekonomi yang dibangun  dan dijalankan sebagai bagian dari upaya strategis mengatasi  perubahan iklim, mencegah pernbesaran emisi gas rumah kaca,  yang akhirnya berpengaruh pada ketersediaan pangan, energi,  dan air bagi manusia yang menghuni bumi.<br \/>\nMengingat bumi tidak berkembang, kerusakan alam  berlangsung sistematis, dan manusia kian bertambah popu-  lasinya, menurut Presiden SBY, maka manusia harus kreatif dan  inovatif mengelola sumber daya alam. Termasuk di dalamnya,  mendayagunakan sains dan teknologi untuk bertindak efektif  dan efisien mengelola bumi. Tidak menguras sumber-surnber  energi, pangan, dan air.<br \/>\nDalam pandangan Jaar Diamond, eksploitasi sumber daya  alam melalui deforestasi telah menyebabkan malapetaka besar  bagi kehidupan manusia. Bahkan, deforestasi yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim dan instabilitas ketahanan  pangan, memicu perang, sebagaimana dialami berbagai  masyarakat di berbagai belahan dunia.<br \/>\nSelaras dengan itu, karena kini kita memasuki era konseptual (jauh melampaui era agraris, industri, dan informasi), maka  aplikasi green economy mesti dibumikan dengan harmonitas  kepentingan. Dalam hal pengelolaan hutan sebagai bagian dari  kekayaan sumber daya alam, green economy mengharmonisasikan tindakan bisnis yang tidak memperburuk kondisi perubahan iklim, dan tidak menguras sumber-sumber daya alam yang  tidak semestinya. Setarikan napas, green economy dengan  pemanfaatan sains dan teknologi, menggerakkan manfaat pengelolaan hutan sebesar-besarnya.<br \/>\nCarbonterprises atau pengelolaan karbon (sebagai hasil  penurunan emisi) yang bernilai ekonomi pun menjadi pilihan.  Antara lain, melalui proses alih bisnis kehutanan dari yang logging industry berdampak deforestasl, menjadi konservasi. Untuk  itulah diperlukan perubahan minda (mindset) atau cara pandang, nilai, perangai, kebiasaan, dan gaya hidup masyarakat  yang tidak rakus, tidak boros, dan tidak mudah menguras sumber daya alam, khasnya hutan.<br \/>\nSeiring dengan prinsip green economy dan letter of intent  yang ditanda tangani dengan Norwegia, Indonesia bersepakat  mengurangi emisi sebesar 26 persen sampai tahun 2020. Sebagai konsekuensi logisnya, Pemerintah Norwegia akan mengeluarkan dana US$ 1 miliar untuk kepentingan konservasi. Akhirnya, seperti kata Perdana Menteri Norwegia, Jens Stoltenberg,  pemerintah Norwegia akan membayar hasil manfaat yang  diperoleh dari tindakan pengurangan emisi itu.<br \/>\nBerpijak pada kearifan lokal, moratorium hutan adalah  keniscayaan. Pengusahaan hutan dalam konteks green economy,  diarahkan pada reforestasi secara sistemik melalui konservasi.  Presiden SBY menyebutnya: stay away dari upaya merusak  hutan. Perubahan minda bisnisnya adalah: carbonterprises yang bersinergi dengan sustaianable agriculture.<br \/>\nDalam konteks itu, kita sepakat dengan pandangan Menteri Kehutanan yang hendak mengusulkan kepada Menteri Negara Usaha Negara (BUMN) untuk menata ulang dan mengintegrasikan Perhutani dan Inhutani (I-IV) agar terasa manfaatnya oleh rakyat.<br \/>\nNama Media : JURNAL NASIONAL<br \/>\nTanggal       : Rabu, Nopember 24 2010<br \/>\nPenulis        : N Syamsuddin Ch Haesy<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KETIKA memperingati hari ulang tahun Jurnal Nasional, Kamis (4\/6), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berbicara luas tentang green economy. Dikemukakannya, green economy merupakan ideologi baru dunia, new world ideology in the 21st centurydalam bidang ekonomi. Dikatakan demikian, karena hal itu relevan dengan tantangan sangat besar: perubahan iklim, dan tantangan lebih berat: membangun kesejahteraan bagi seluruh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-1432","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-publikasi-media"],"acf":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1432","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1432"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1432\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":203858,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1432\/revisions\/203858"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1432"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1432"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1432"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}