{"id":1518,"date":"2011-05-12T14:58:33","date_gmt":"2011-05-12T07:58:33","guid":{"rendered":"http:\/\/perhutani.co.id\/id\/?p=1019"},"modified":"2022-04-04T12:57:27","modified_gmt":"2022-04-04T12:57:27","slug":"dukung-ketahanan-pangan-bumn-alokasikan-rp-41-t","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/dukung-ketahanan-pangan-bumn-alokasikan-rp-41-t\/","title":{"rendered":"Dukung Ketahanan Pangan BUMN Alokasikan Rp 4,1 T"},"content":{"rendered":"<p>BUMN nasional mengalokasikan dana Rp 4,1 triliun hingga 2014 guna menyukseskan program.\u00a0 ketahanan pangan nasional. Dana tersebut akan\u00a0 dipergunakan untuk menjaga ketersediaan lima\u00a0 komoditas utama yakni jagung, padi, kedelai, gula, dan\u00a0 daging sapi melalui Gerakan Produksi Pangan dengan\u00a0 sistem Korporasi (GPPK).<br \/>\nMenteri BUMN Mustafa Abubakar mengungkapkan, dana tersebut diperoleh\u00a0 dari komitmen-komitmen BUMN melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan\u00a0 (PKBL), corporate social responsibility\u00a0 (CSR), maupun kredit perbankan. &#8220;Tahun\u00a0 ini, kucuran dananya Rp 1,43 triliun. Pelaksanan utama program ini yakni PT Pertani, PT Sang Hyang Seri, dan PT Pusri,&#8221;\u00a0 ungkap Mustafa di Jakarta, Senin (9\/5).<br \/>\nMustafa menjelaskan, gerakan produksi\u00a0 pangan dengan sistem korporasi yang dicanangkan BUMN akan melibatkan\u00a0 sinergi antar-BUMN maupun BUMN\u00a0 dengan petani. Sasaran yang ingin dicapai\u00a0 adalah peningkatan produktivitas padi\u00a0 antara 1,0-1,5 ton\/hektare (ha) untuk areal\u00a0 seluas 500 ribu ha dan igogb seluas 70 ribu\u00a0 ha dengan produktivitas 3 ton\/ha di areal\u00a0 Perum Perhutani dan BUMN lain dengan\u00a0 sistem tumpang sari.<br \/>\nUntuk tan am an jagung ditargetkan\u00a0 perluasan areal jagung hibrida seluas 250\u00a0 ribu hektare dengan produktivitas minimal\u00a0 enam ton jagung pipilan kering per\u00a0 hektarenya. Sedangkan untuk kedelai, menurut Mustafa, sasaran BUMN adalah\u00a0 peningkatan produktivitas kedelai seluas\u00a0 50 ribu ha dengan produktivitas 1,25 tonl\u00a0 ha dengan sistem tumpang sari di areal\u00a0 Perum Perhutani dan BUMN lain.<br \/>\n&#8220;Peningkatan produksi tebu sebesar 2%\u00a0 pada tahun ini dan pada 2014 sebesar 20%\u00a0 dari tahun lalu. Kemudian peningkatan\u00a0 produksi gula tahun ini sebesar 23% atau\u00a0 1,7 juta ton dan 68% atau 2,33 juta ton pada\u00a0 2014 dari tahun lalu,&#8221; kata dia.<br \/>\nMustafa mengungkapkan, peningkatan\u00a0 produksi sapi juga akan dilaksanakan oleh\u00a0 PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II, VII,\u00a0 IX, X, XI dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Sedangkan untuk peningkatan produksi daging sapi, akan dilaksanakan dengan pengembangan village breeding center (VBC) melalui penyediaan stok\u00a0 bibit sapi sebesar 3 ribu ekor per tahun.<br \/>\n&#8221;Tahap awal, program VBC akan dilaksanakan oleh PT Berdikari dan PTPN\u00a0 XIV di tiga wilayah sentra produksi sapi\u00a0 yakni Aceh, NTT, dan Sulawesi Selatan,&#8221;\u00a0 urai Mustafa.<br \/>\nNantinya, tambah Mustafa, pola kemitraan yang akan dikembangkan dalam\u00a0 GPPK adalah pola CSR berupa semua sarana produksi dibantu BUMN kemudian\u00a0 pola Yarnen, yakni petani dibantu sarana\u00a0 produksi dan dibayar setelah panen, dan\u00a0 pola pengelolaan BUMN dengan seluruh\u00a0 biaya usaha tani mulai sewa lahan sarnpai\u00a0 panen disediakan oleh BUMN dan hasilnya menjadi milik pengelola.<br \/>\nSebelumnya, Presiden Susilo Bambang\u00a0 Yudhoyono ketika membuka KTT Asean\u00a0 menekankan perlunya kerja sarna negara-negara Asean secara nyata dan efektif serta\u00a0 solusi yang inovatif guna menghadapi tantangan masalah ketahanan pangan dan\u00a0 energi. Pasalnya, fluktuasi harga pada kedua sektor tersebut memiliki korelasi sangat langsung terhadap jumlah penduduk\u00a0 miskin.<br \/>\n&#8220;Sejarah menunjukkan bahwa kenaikan harga pangan dan energi akan langsung\u00a0 mengakibatkan kenaikan jumlah penduduk\u00a0 miskin. Sedangkan kita sangat tabu dan\u00a0 merasakan, bahwa untuk menurunkan\u00a0 angka kemiskinan adalah sesuatu yang tidak\u00a0 mudah,\u201d ujar Presiden dalam pidato Pembukaan KTT Ke-18 Asean di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu (7\/5).<br \/>\nSalah satu langkah cepat yang harus kita\u00a0 ambil adalah pelaksciiiaan Asean Integrated\u00a0 Food Security Framework (AlFSF) secara\u00a0 komprehensif, utamanya dalam penelitian\u00a0 dan pengembangan, serta investasi dalam\u00a0 bidang pangan,&#8221; kata Presiden.<br \/>\nSecara khusus, lanjut dia, yang juga perlu diperhatikan adalah &#8216;upaya untuk mem-\u00a0 formulasikan sistem cadangan pangan di\u00a0 Asean, yang juga memungkinkan terbantunya para petani keluar dari kemiskinan.<br \/>\nTak Impor Beras<br \/>\nPada kesempatan yang sama, Direktur\u00a0 Utama Perum Badan Urusan Logistik\u00a0 (Bulog) Sutarto Alimusho mengatakan,\u00a0 dengan adanya program peningkatan\u00a0 produksi tanaman pangan yang dilakukan\u00a0 oleh BUMN melalui program PKBL dan\u00a0 CSR, Indonesia berpeluang tidak lagi\u00a0 mengimpor beras pada tahun ini.<br \/>\nDengan program tersebut, khusus untuk padi akan ada tambahan beras yang dihasilkan tahun ini hingga mencapai 560\u00a0 ribu yang ditargetkan terhimpun pada\u00a0 kuartal III-2011. Tambahan tersebut rencananya dihasilkan dari intensifikasi sawah\u00a0 lahan kering milik PT Pertani.<br \/>\n&#8221;Target produksi nasional 70,6 juta ton. Jadi dengan tambahan di luar itu sebanyak\u00a0 560 ribu ton, produksi padi seluruhnya\u00a0 pada tabun ini bisa mencapai sekitar 71,2\u00a0 ton. Dengan begitu, kita tidak perlu lagi\u00a0 impor beras,&#8221; terang Sutarto.<br \/>\nSementara itu, komitmen Kementerian\u00a0 BUMN selama ini untuk menyukseskan\u00a0 ketahanan pangan hingga 2014, yakni\u00a0 komitmen produksi padi 3.724 ton padi\u00a0 dari target pemerintah 70,06 juta ton, produksi jagung 1,5 juta ton dari target pemerintah 22 juta ton, memenuhi 3.000 ekor\u00a0 sapi dari target pemerintah 1 juta sapi, dan\u00a0 produksi 600 ribu ton kedelai dari target\u00a0 1,56 juta ton. (c07)<br \/>\nNama Media : INVESTOR DAILY<br \/>\nTanggal \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Selasa, Mei 10 2011<br \/>\nPenulis \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Efendi<br \/>\nTONE \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : NETRAL<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BUMN nasional mengalokasikan dana Rp 4,1 triliun hingga 2014 guna menyukseskan program.\u00a0 ketahanan pangan nasional. Dana tersebut akan\u00a0 dipergunakan untuk menjaga ketersediaan lima\u00a0 komoditas utama yakni jagung, padi, kedelai, gula, dan\u00a0 daging sapi melalui Gerakan Produksi Pangan dengan\u00a0 sistem Korporasi (GPPK). Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengungkapkan, dana tersebut diperoleh\u00a0 dari komitmen-komitmen BUMN melalui Program Kemitraan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-1518","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-publikasi-media"],"acf":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1518","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1518"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1518\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":203746,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1518\/revisions\/203746"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1518"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1518"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1518"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}