{"id":1565,"date":"2011-06-03T15:34:54","date_gmt":"2011-06-03T08:34:54","guid":{"rendered":"http:\/\/perhutani.co.id\/id\/?p=1153"},"modified":"2022-04-04T12:57:23","modified_gmt":"2022-04-04T12:57:23","slug":"bri-danai-capex-perhutani-rp1-triliun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/bri-danai-capex-perhutani-rp1-triliun\/","title":{"rendered":"BRI Danai Capex Perhutani Rp1 Triliun"},"content":{"rendered":"<p>PT Bank Rakyat Indonesia Tbk mendanai belanja modal (capital expenditure\/ capex) Perum Perhutani pada tahun ini senilai Rp1 triliun.  Selain itu, BRI menyiapkan tambahan pendanaan senilai Rp 964 miliar untuk mendukung belanja operasional Perhutani.<br \/>\nDirektur Kelembagaan dan BUMN BRI, Asmawi Syam mengatakan perseroan mendukung pembiayaan Perhutani karena merupakan sinergi antar-BUMN. Selain itu, lanjutnya, Perhutani merupakan BUMN yang sehat dan mencetak laba ratusan miliar dalam 3 tahun terakhir, namun belum tersentuh fasilitas kredit. \u201cKami yakin fasilitas pembiayaan yang kami sediakan ini akan mampu membuat Perhutani semakin fokus dan mampu mengembangkan bisnis serta investasi usahanya,\u201c ujarnya, kemarin.<br \/>\nSelain mendukung pembiayaan, Asmawi mengatakan BRI akan memberikan layanan payroll kepada karyawan Perhutani. \u201cAdapun untuk payroll, kami telah memiliki sistem pembayaran khusus yang sangat sesuai untuk institusi yang memiliki jumlah karyawan besar,\u201c ujarnya.<br \/>\nDirektur Keuangan Perhutani ANS Kosasih mengatakan selama ini perusahaan belum tersentuh kredit karena mampu membiayai kebutuhan dari kas internal. \u201cDengan berjalannya waktu, hal tersebut sudah tidak sesuai lagi. Perhutani mengalami keterlambatan dalam pengembangan usahanya karena banyak pesaing di dalam maupun luar negeri yang lebih mampu mengembangkan usaha,\u201c ujarnya.<br \/>\nDia menuturkan Perhutani akan menggunakan pendanaan dari bank untuk keperluan belanja modal saja. Kosasih mengungkapkan setiap tahunnya Perhutani membayarkan biaya operasional lebih dari Rp2 triliun yang sebagian besar untuk memenuhi pembayaran gaji sekitar 25.000 karyawan. \u201cBRI siap menggelontorkan dana ke Perhutani untuk membiayai proyek-proyek yang diproyeksikan sangat menguntungkan dengan nilai totalnya mencapai Rp1 triliun. Selain itu, kami siap pula untuk membiayai biaya operasional Perhutani,\u201c katanya.<br \/>\nMenteri BUMN Mustafa Abubakar menyambut baik kerja sama dua BUMN itu. \u201cIni menjadi momen sebagai lahirnya value creation karena Perhutani selama ini belum pernah memanfaatkan fasilitas pinjaman untuk biaya operasional apalagi belanja modal,\u201c katanya.<br \/>\nKredit Inhutani<br \/>\nDirut BRI Sofyan Basir mengungkapkan perseroan juga akan menyalurkan kredit Rp 300 miliar kepada PT Eksploitasi dan Industri Hutan yang akan digunakan untuk pembangunan hutan tanaman industri (HTI). Dia mengatakan perseroan akan memberikan kredit kepada empat BUMN yang bergerak di bidang industri kehutanan, yakni PT Eksploitasi dan Industri Hutan (Inhutani) I, II, III, dan V.<br \/>\n\u201cKemungkinan untuk satu Inhutani saja Rp60 miliar. Itu ada empat Inhutani, jadi kira-kira Rp300 miliar,\u201c ujarnya. Kredit tersebut akan digunakan untuk pembangunan HTI yang merupakan proyek kerja sama antara Inhutani dan Perum Perhutani. Kredit tersebut, lanjut Sofyan, akan menyehatkan kondisi dari Inhutani.<br \/>\nNama Media : BISNIS INDONESIA<br \/>\nTanggal       : Selasa, 31 Mei 2011 hal 4<br \/>\nPenulis        : ACHMAD ARIS<br \/>\nTONE           : POSITIVE<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PT Bank Rakyat Indonesia Tbk mendanai belanja modal (capital expenditure\/ capex) Perum Perhutani pada tahun ini senilai Rp1 triliun. Selain itu, BRI menyiapkan tambahan pendanaan senilai Rp 964 miliar untuk mendukung belanja operasional Perhutani. Direktur Kelembagaan dan BUMN BRI, Asmawi Syam mengatakan perseroan mendukung pembiayaan Perhutani karena merupakan sinergi antar-BUMN. Selain itu, lanjutnya, Perhutani merupakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-1565","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-publikasi-media"],"acf":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1565","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1565"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1565\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":203699,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1565\/revisions\/203699"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1565"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1565"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1565"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}