{"id":210250,"date":"2022-06-27T01:08:43","date_gmt":"2022-06-27T01:08:43","guid":{"rendered":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/?p=210250"},"modified":"2022-06-28T01:14:11","modified_gmt":"2022-06-28T01:14:11","slug":"perhutani-serahkan-mesin-jahit-untuk-penyandang-disabilitas-di-wonogiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/perhutani-serahkan-mesin-jahit-untuk-penyandang-disabilitas-di-wonogiri\/","title":{"rendered":"Perhutani Serahkan Mesin Jahit untuk Penyandang Disabilitas di Wonogiri"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">JAWAPOS.COM (27\/06\/2022) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Surakarta menyerahkan dua mesin jahit bagi penyandang disabilitas di Balai Desa Ngadiroyo, Wonogiri, Kamis (23\/6). Bantuan ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Penyerahan secara simbolis dilakukan Administratur KPH Surakarta Hengki Herwanto kepada dua penyandang disabilitas. Yakni Reno Parno dan Sudimin, warga Desa Ngadiroyo.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dalam kesempatan tersebut juga dihadiri Kasi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Ari Wibowo Sugiarso, Sekretaris Desa Haryoso dan perangkat desa, Kepala Sub Seksi (KSS) Hukum dan Komunikasi Perusahaan Sukatno, KSS Sarana dan Prasarana Nunuk Tri Retnowati, Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Gebang Wonogiri Kasino dan masyarakat sekitar hutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Administratur KPH Surakarta Hengki Herwanto menyampaikan, Perhutani KPH Surakarta yang diamanahi tugas untuk mengelola kawasan hutan mempunyai tanggung jawab terkait pengelolaan dan pengamanan hutan di lima kabupaten.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cSalah satunya di kabupaten Wonogiri, dengan luas kawasan hutan terbesar yaitu lebih dari 19.000 hektare. Atau hampir 60 persen luas wilayah Perhutani KPH Surakarta,\u201d tutur Hengki.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Terkait bantuan TJSL dari Perhutani ini, lanjut dia, adalah kegiatan implementasi corporaate social responsibility. Sebagai wujud tanggung jawap perusahaan kepada masayarakat untuk meningkatkan kegiatan ekononi dan kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cHarapan kami mesin jahit tersebut bisa dimanfaatkan secara optimal sehingga dapat membantu perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sekertaris Desa Ngadiroyo Haryoso menuturkan, desanya merupakan yang dekat dengan hutan. Pihaknya sangat mengapresiasi perhatian yang diberikan KPH.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cKami mewakili kepala desa mengucapkan terima kasih atas pemberian bantuan mesin jahit kepada warga yang merupakan penderita difabel. Sehingga nantinya bisa mengembangkan usaha dalam menambah pendapatan keluarga,\u201d ujar Haryoso.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sudimin, salah satu penerima bantuan mesin jahit itu juga mengucapkan terima kasih kepada Perhutani. \u201cMesin jahit ini akan saya gunakan untuk meningkatkan kualitas jahitan supaya usaha kami tambah maju,\u201d ucap dia. (Kom-PHT\/Ska\/Ipk\/ria)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Sumber : <a href=\"https:\/\/radarsolo.jawapos.com\/daerah\/wonogiri\/27\/06\/2022\/perhutani-serahkan-mesin-jahit-untuk-penyandang-disabilitas-di-wonogiri\/\">jawapos.com<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tanggal : 27 Juni 2022<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAWAPOS.COM (27\/06\/2022) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Surakarta menyerahkan dua mesin jahit bagi penyandang disabilitas di Balai Desa Ngadiroyo, Wonogiri, Kamis (23\/6). Bantuan ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Penyerahan secara simbolis dilakukan Administratur KPH Surakarta Hengki Herwanto kepada dua penyandang disabilitas. Yakni Reno Parno dan Sudimin, warga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":113,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[13],"tags":[5051,5109,19,20,21],"class_list":["post-210250","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-publikasi-media","tag-bantuantjsl","tag-bantuan-penyandang-disabilitas","tag-perhutani","tag-perum-perhutani","tag-perumperhutani"],"acf":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/210250","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/113"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=210250"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/210250\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":210251,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/210250\/revisions\/210251"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=210250"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=210250"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=210250"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}