{"id":22497,"date":"2015-06-14T09:09:52","date_gmt":"2015-06-14T02:09:52","guid":{"rendered":"http:\/\/perhutani.co.id\/?p=22497"},"modified":"2015-06-14T09:09:52","modified_gmt":"2015-06-14T02:09:52","slug":"guru-sd-tunas-rimba-banyuwangi-seorang-polisi-hutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/guru-sd-tunas-rimba-banyuwangi-seorang-polisi-hutan\/","title":{"rendered":"Polisi Hutan Perhutani Banyuwangi Utara Jadi Guru SD Tunas Rimba"},"content":{"rendered":"<div id=\"attachment_22498\" style=\"width: 310px\"  class=\"wp-caption alignleft\"><a href=\"http:\/\/perhutani.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/2015-06-08-Berita-bina-SD-Filial-Banyuwangi-Utara..jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-22498 size-medium\" src=\"http:\/\/perhutani.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/2015-06-08-Berita-bina-SD-Filial-Banyuwangi-Utara.-300x194.jpg\" alt=\"2015-06-08 Berita bina SD Filial Banyuwangi Utara.\" width=\"300\" height=\"194\" \/><\/a><p class=\"wp-caption-text\">Dok.Kom-PHT\/Bwu @2015<\/p><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BANYUWANGI UTARA, PERHUTANI<\/strong> (14\/6) | Sumarno Polisi Hutan dari Perhutani Banyuwangi Utara mengabdikan dirinya menjadi guru SD Tunas Rimba di Desa\u00a0Magersaren Sumber Nanas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sehari-hari pria kelahiran Banyuwangi 12 Oktober 1967 tersebut bekerja sebagai Polisi Hutan di Magersaren Sumber Nanas, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Gombeng, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ketapang, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Utara.\u00a0 Setelah lulus pondok pesantren di Asembagus Situbondo, ia kembali desanya\u00a0 mendirikan sekolah sejak tahun 1993 dan mengajar hingga hari ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Murid SD Tunas Rimba di desa Magersaren hanya sepuluh orang.\u00a0 Meski\u00a0 berbeda tingkat kelas, mereka belajar di ruangan yang sama karena sekolah hanya memiliki dua ruangan. Satu ruangan untuk kegiatan belajar mengajar,\u00a0 lainnya dibiarkan kosong tanpa bangku. Siswa kelas satu delapan orang\u00a0 dan kelas dua hanya dua orang, termasuk dua siswa berkebutuhan khusus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">SD Tunas Rimba adalah SD milik yayasan Tunas Rimba yang mendapatkan bantuan dari Perhutani. Berjarak sekitar 14 kilometer dari pusat kota Banyuwangi, warga yang tinggal di Magersaren Sumber Nanas Gombeng harus melalui jalan terjal berbatu di\u00a0 hutan Perhutani apabila akan ke sekolah ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSD Tunas Rimba adalah SD filial jadi hanya menampung siswa kelas satu dan dua, setelah itu\u00a0 mereka pindah ke SD Negeri 2 Kalipuro sebagai SD induk. Jaraknya sekitar 7 kilo dari sini dengan jalan berbatu. Jadi SD ini dianggap sebagai SD transit \u201c, Ujar Sumarno<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Walaupun lahir sebagai keluarga penyadap getah, anak-anak berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan meningkatkan taraf perekonomian keluarga. Harapannya adalah anak penyadap getah tidak harus jadi penyadap seperti bapaknya. Mereka bisa jadi guru, dokter atau mungkin presiden, demikian\u00a0 Sumarno menjelaskan dengan mata berkaca-kaca.\u00a0 Itu salah satu alasan yang membuat dirinya bertahan untuk mengajar di SD yang terpencil itu. (Kom-PHT\/Bwu\/Bambang)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Editor\u00a0 :\u00a0 A. Irfan Setiawan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Copyright \u00a92015<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANYUWANGI UTARA, PERHUTANI (14\/6) | Sumarno Polisi Hutan dari Perhutani Banyuwangi Utara mengabdikan dirinya menjadi guru SD Tunas Rimba di Desa\u00a0Magersaren Sumber Nanas. Sehari-hari pria kelahiran Banyuwangi 12 Oktober 1967 tersebut bekerja sebagai Polisi Hutan di Magersaren Sumber Nanas, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Gombeng, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ketapang, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[943,1024],"class_list":["post-22497","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-suara-rimba","tag-kph-banyuwangi-utara","tag-sd-tunas-rimba"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22497","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22497"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22497\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22497"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22497"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22497"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}