{"id":2754,"date":"2011-11-29T13:16:08","date_gmt":"2011-11-29T06:16:08","guid":{"rendered":"http:\/\/perhutani.co.id\/?p=2754"},"modified":"2022-04-04T12:57:09","modified_gmt":"2022-04-04T12:57:09","slug":"sby-giatkan-penanaman-pohon","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/sby-giatkan-penanaman-pohon\/","title":{"rendered":"SBY: Giatkan  Penanaman Pohon"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Gerakan penanaman pohon diminta terus digalakkan secara menyeluruh\u00a0 dengan melibatkan berbagai kalangan untuk memperbaiki kerusakan alam di Tanah Air yang selama ini mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor. Bahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganggap penanaman pohon sebanyak satu miliar batang belumlah cukup karena itu hanya\u00a0 target minimal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Presiden berharap gerakan penanaman pohon ini akan terus meningkat hingga belasan atau puluhan tahun ke depan. Awalnya, ketika program ini kali pertama diluncurkan,\u00a0 hanya mempunyai target 100 juta batang pohon. Namun, ujar Presiden, target itu kemudian dinaikkan menjadi 200 juta pohon.<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Tetapi, ketika melihat tragedi yang terjadi\u00a0 pada 2006 hingga 2008 silam, kita targetkan minimal satu miliar pohon,&#8221; ujar Presiden saat peringatan puncak acara Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional di Bukit Merah Putih, Sentul, Bogor,\u00a0 Senin (28\/11). Presiden mengungkapkan musibah banjir di Jember, Jawa Timur, yang terjadi pada\u00a0 2006 lalu ternyata penyebabnya adalah perbukitan yang gundul. Begitu pula bencana\u00a0 meluapnya Sungai Bengawan Solo pada 2008 silam. Semua bencana banjir dan tanah longsor di negeri ini, tegasnya, disebabkan oleh bukit dan hutan yang tidak\u00a0 dipelihara dengan baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain mencegah banjir dan longsor, kata Presiden, penanaman pohon juga berperan untuk memperbaiki kondisi perubahan iklim atau pemanasan global. Sejalan dengan itu, pemerintah telah menetapkan kebijakan nasional dengan terus mengurangi emisi karbon hingga 26 persen pada 2020. Pemerintah berupaya mencegah perambahan hutan dan pembalakan\u00a0 liar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Indonesia dengan Norwegia bahkan telah melakukan kerja sama pengurangan emisi melalui pencegahan degradasi dan penggundulan hutan (REDD+). Menurut Presiden, negara lain ikut berkepentingan melindungi hutan Indonesia karena dianggap sangat penting sama dengan hutan di Kongo dan Amazon, Brasil. &#8220;Itu adalah paru-paru dunia,&#8221; ujar dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di tengah acara, Presiden melakukan percakapan jarak jauh (telekonferensi) dengan\u00a0 Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak, Pangdam IV\/Diponegoro Mayjen\u00a0 Mulhim Asyrof, dan Pangdam I\/Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewijk F Paulus. Kepada Gubernur Kaltim, Presiden berpesan agar semua pihak ikut memberantas pembalakan liar. Dia menegaskan peranan hutan Indonesia sebagai paru-paru dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Presiden juga mengingatkan negara lain untuk tidak menjadi tukang tadah hasil\u00a0 pembalakan liar di hutan Indonesia. &#8220;Negara-negara lain jangan jadi tukang tadah illegal logging yang terjadi di Indonesia,&#8221; kata Presiden. Sementara saat berbicara dengan Pangdam Diponegoro, Presiden mendapatkan penjelasan mengenai penanaman pohon di Desa Balerante, Klaten, Jawa Tengah, yang\u00a0 hanya berjarak empat kilometer dari puncak Gunung Merapi. Lebih dua ribu orang\u00a0 dari unsur pemerintah daerah dan organisasi masyarakat ikut serta dalam acara tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mulhim menyebutkan jumlah pohon yang akan ditanam mencapai 120 ribu tanaman. Untuk menggalakkan program itu, Pemda dan Kodam telah mencanangkan slogan &#8216;Susu&#8217; yang merupakan singkatan dari sauwong\u00a0 sauwit atau satu orang satu pohon.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Dekati target <\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengungkapkan realisasi penanaman pohon yang hingga Februari lalu telah mencapai 827 juta\u00a0 batang (80 persen). Pada puncak acara Hari Menanam Pohon Indonesia yang dilakukan serentak di seluruh Tanah Air ini diharapkannya target satu miliar pohon itu langsung tercapai. Realisasi 80 persen dari target itu, ujarnya, setara dengan 4,9 juta ton\u00a0 C02.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Zulkifli, tujuan gerakan penanaman tahun ini untuk menambah tutupan\u00a0 lahan sehingga bisa mencegah banjir dan longsor. Gerakan ini pun, ujarnya, untuk mendorong konservasi keanekaragaman hayati dan penyerapan karbon menghadapi\u00a0 perubahan iklim. &#8220;Penanaman juga mendukung pembangunan ketahanan pangan, energi, ketersediaan air, dan kesejahteraan masyarakat,&#8221; papar dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada 2010 lalu, kata Menhut, realisasi penanaman pohon mencapai 1,7 miliar pohon. Angka tersebut setara dengan 10,675 juta ton C02. Pada 2009 satu orang ditargetkan bisa menanam satu\u00a0 pohon selama kurun waktu setahun. Target itu, ujar Menhut, lalu ditingkatkan menjadi satu orang menanam satu pohon setiap bulan selama kurun waktu setahun. Diharapkannya, penanaman pohon bisa meningkat menjadi 2,76 miliar pohon.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam acara ini turut hadir Wakil Presiden Boediono beserta sejumlah menteri,\u00a0 seperti Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko\u00a0 Kesra Agung Laksono, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, dan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono. Presiden dan Wapres secara seremonial melakukan penanaman pohon di Bukit Merah Putih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Presiden menanam pohon manglid (Manglietia glaiLca), Ibu Negara menanam pohon tangki atau melinjo (Gnetuml gnembn), Wapres menana pohon suren (Toona sureni),\u00a0 Ibu Wapres menanam pohon salam (Syzygium polyanthum), dan Menhut menanam\u00a0 rasamala (Altingia excelsa). Sejumlah perusahaan juga mendapatkan penghargaan penanaman satu miliar pohon yang telah dilakukan tahun lalu, antara lain PT Adaro&#8217;\u00a0 Energy Tbk, Bank BRI, Bank\u00a0 BNI, dan Perum Perhutani.<\/p>\n<p>Nama Media \u00a0: REPUBLIKA<br \/>\nTanggal \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0: Selasa, 29 November 2011, Hal. 1-11<br \/>\nPenulis \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0: Teguh Firmansyah<br \/>\nTONE \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 : POSITIVE<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gerakan penanaman pohon diminta terus digalakkan secara menyeluruh\u00a0 dengan melibatkan berbagai kalangan untuk memperbaiki kerusakan alam di Tanah Air yang selama ini mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor. Bahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganggap penanaman pohon sebanyak satu miliar batang belumlah cukup karena itu hanya\u00a0 target minimal. Presiden berharap gerakan penanaman pohon ini akan terus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[13],"tags":[96,135],"class_list":["post-2754","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-publikasi-media","tag-kemenhut","tag-penanaman-1-milyar-pohon"],"acf":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2754","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2754"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2754\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":203510,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2754\/revisions\/203510"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2754"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2754"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2754"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}