{"id":285133,"date":"2024-08-06T13:54:44","date_gmt":"2024-08-06T06:54:44","guid":{"rendered":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/?p=285133"},"modified":"2024-08-08T14:19:52","modified_gmt":"2024-08-08T07:19:52","slug":"film-rumah-dinas-bapak-wujud-penghormatan-komika-dodit-ke-mendiang-bapak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/film-rumah-dinas-bapak-wujud-penghormatan-komika-dodit-ke-mendiang-bapak\/","title":{"rendered":"Film Rumah Dinas Bapak, Wujud Penghormatan Komika Dodit ke Mendiang Bapak"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">KUMPARAN.COM (06\/08\/2024) | Komika Dodit Mulyanto bakal meramaikan dunia perfilman tanah air melalui film bergenre horor komedi &#8216;Rumah Dinas Bapak&#8217;. Uniknya, film ini merupakan kisah nyata masa kecil Dodit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Film ini memang kisah nyata yang saya alami sendiri sewaktu kecil. Pada saat itu saya memang tinggalnya benar-benar di hutan jati yang luas dan rumah yang kuno sekali,&#8221; ungkap Doddy disela kunjungannya ke Surabaya, baru-baru ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dodit melanjutkan, mendiang sang bapak dulunya bekerja sebagai mantri Perhutani di hutan jati. Saat tinggal di rumah dinas tersebut banyak kejadian mistis yang harus dialami Dodit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Dodit, diangkatnya kisah dirinya bersama sang bapak dalam sebuah film merupakan bentuk penghormatannya kepada mendiang sang bapak. Melalui film ini pula Dodit ingin menyebarkan nilai-nilai tentang kebersamaan sebuah keluarga dalam suka dan duka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Cerita bapak saya ini membuat saya jadi teringat tentang masa kecil saya. Mengenang apa yang saya lalui, dan ternyata ketika mengenang kembali, tugas bapak saya itu berat banget,&#8221; tukasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dijumpai dalam kesempatan yang sama, sutradara film &#8216;Rumah Dinas Bapak&#8217;, Bobby Prasetyo menuturkan, untuk memberikan kesan sama dengan apa yang dialami Dodit, pihaknya memilih lokasi syuting di tengah hutan jati. Wilayah hutan jati yang dipilih berada di Blora, Jawa Tengah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Syuting di area hutan jati diakui Bobby menjadi tantangan tersendiri mengingat lokasi yang benar-benar berada di tengah hutan yang luas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Karena lokasinya di tengah hutan jati beneran, jadi medannya berat. Belum lagi faktor cuaca yang cukup panas sehingga membutuhkan stamina yang kuat,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tayang serentak di bioskop mulai 8 Agustus, film &#8216;Rumah Dinas Bapak&#8217; bercerita tentang kisah nyata keluarga Dodit Mulyanto yang baru saja pindah ke sebuah rumah di lokasi terpencil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keluarga Dodit pindah untuk mengikuti ayahnya yang dipindahtugaskan menjadi polisi hutan. Namun tanpa disangka, rumah tersebut justru memiliki cerita menyeramkan. Sejak pindah, berbagai macam teror mulai dialami oleh keluarga Dodit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber : <a href=\"https:\/\/kumparan.com\/beritaanaksurabaya\/film-rumah-dinas-bapak-wujud-penghormatan-komika-dodit-ke-mendiang-bapak-23H3XhXUuNy\/full\">kumparan.com<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUMPARAN.COM (06\/08\/2024) | Komika Dodit Mulyanto bakal meramaikan dunia perfilman tanah air melalui film bergenre horor komedi &#8216;Rumah Dinas Bapak&#8217;. Uniknya, film ini merupakan kisah nyata masa kecil Dodit. &#8220;Film ini memang kisah nyata yang saya alami sendiri sewaktu kecil. Pada saat itu saya memang tinggalnya benar-benar di hutan jati yang luas dan rumah yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":131,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"Film Rumah Dinas Bapak, Wujud Penghormatan Komika Dodit ke Mendiang Bapak","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[13],"tags":[32,19,4194,21,4062],"class_list":["post-285133","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-publikasi-media","tag-beritaperhutani","tag-perhutani","tag-perhutanigroup","tag-perumperhutani","tag-terushijaukannegeri"],"acf":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/285133","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/131"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=285133"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/285133\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":285142,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/285133\/revisions\/285142"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=285133"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=285133"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=285133"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}