{"id":292372,"date":"2024-10-20T09:40:58","date_gmt":"2024-10-20T02:40:58","guid":{"rendered":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/?p=292372"},"modified":"2024-10-22T10:02:20","modified_gmt":"2024-10-22T03:02:20","slug":"perhutani-padangan-mengadakan-pembinaan-pesanggem-tentang-larangan-penggunaan-obat-jenis-b3-saat-pembersihan-gulma-di-wilayah-bkph-napis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/perhutani-padangan-mengadakan-pembinaan-pesanggem-tentang-larangan-penggunaan-obat-jenis-b3-saat-pembersihan-gulma-di-wilayah-bkph-napis\/","title":{"rendered":"Perhutani KPH Padangan Gelar Pembinaan Pesanggem Terkait Larangan Penggunaan Bahan Berbahaya Jenis B3 di RPH Kalongan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">PADANGAN, PERHUTANI (20\/10\/24) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Padangan mengadakan pembinaan kepada para pesanggem terkait larangan penggunaan bahan berbahaya jenis B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) dalam pembersihan gulma. Kegiatan ini berlangsung di petak 23A wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kalongan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Napis, pada Minggu (20\/10).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan tanggung jawab sosial, Perhutani KPH Padangan terus aktif dalam memberikan edukasi kepada para pesanggem\u2014masyarakat yang bekerja sama dengan Perhutani dalam pemanfaatan lahan hutan untuk pertanian. Pembinaan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan B3 secara benar dan bertanggung jawab, guna mengurangi risiko terhadap ekosistem hutan dan kesehatan masyarakat sekitar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Perhutani KPH Padangan, Achmad Hidayat, menyampaikan bahwa pembinaan ini dilakukan untuk memperkuat kesadaran mengenai bahaya penggunaan B3 dalam kegiatan pertanian di hutan. &#8220;Kami berharap para pesanggem dapat mengadopsi metode yang lebih ramah lingkungan, seperti penyiangan manual atau penggunaan bahan organik yang aman bagi kesehatan dan ekosistem hutan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perhutani KPH Padangan menekankan pentingnya penerapan prinsip kehati-hatian dalam penggunaan B3. Langkah ini sejalan dengan kebijakan lingkungan perusahaan yang bertujuan meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan, menjaga keseimbangan ekosistem hutan, serta melindungi kesehatan masyarakat yang terlibat dalam pemanfaatan lahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Darmo, salah satu anggota kelompok kerja pesanggem, menyampaikan rasa terima kasihnya atas adanya pembinaan ini. &#8220;Kami sangat senang dengan edukasi yang diberikan, karena sebelumnya kami hanya menggunakan bahan-bahan tersebut tanpa memahami dampaknya bagi lingkungan dan kesehatan kami sendiri,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui program-program pembinaan seperti ini, Perhutani KPH Padangan, khususnya di RPH Kalongan BKPH Napis, berharap dapat terus bersinergi dengan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus memaksimalkan potensi ekonomi berkelanjutan dari sumber daya alam yang ada. (Kom-PHT\/Pdg\/SA)<\/p>\n<p>Editor:Lra<br \/>\nCopyright\u00a92024<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PADANGAN, PERHUTANI (20\/10\/24) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Padangan mengadakan pembinaan kepada para pesanggem terkait larangan penggunaan bahan berbahaya jenis B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) dalam pembersihan gulma. Kegiatan ini berlangsung di petak 23A wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kalongan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Napis, pada Minggu (20\/10). Sebagai bagian dari komitmen [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":63,"featured_media":292375,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"Perhutani KPH Padangan Gelar Pembinaan Pesanggem Terkait Larangan Penggunaan Bahan Berbahaya Jenis B3 di RPH Kalongan","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-292372","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-suara-rimba"],"acf":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/WhatsApp-Image-2024-10-21-at-09.56.09.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/292372","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/63"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=292372"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/292372\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":292495,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/292372\/revisions\/292495"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/292375"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=292372"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=292372"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=292372"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}