{"id":301203,"date":"2025-02-04T19:43:24","date_gmt":"2025-02-04T12:43:24","guid":{"rendered":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/?p=301203"},"modified":"2025-02-05T16:48:13","modified_gmt":"2025-02-05T09:48:13","slug":"pemkab-indramayu-sebut-produksi-padi-capai-17-juta-ton-pada-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/pemkab-indramayu-sebut-produksi-padi-capai-17-juta-ton-pada-2024\/","title":{"rendered":"Pemkab Indramayu sebut produksi padi capai 1,7 Juta ton pada 2024"},"content":{"rendered":"<p>ANTARANEWS.COM (04\/02\/2025) | Pemerintah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menyebutkan realisasi produksi padi di daerah tersebut mencapai 1,7 juta ton gabah kering panen (GKP) pada 2024 atau sekitar 1,49 juta ton gabah kering giling (GKG).<\/p>\n<p>\u201cHasil ini menjadikan Kabupaten Indramayu sebagai kabupaten penghasil padi terbesar di Jawa Barat bahkan di Indonesia,\u201d kata Bupati Indramayu Nina Agustina di Indramayu, Selasa.<\/p>\n<p>Ia mengatakan luas lahan sawah di daerahnya mencapai 125.442 hektare, dengan 112.000 hektare di antaranya masuk dalam kategori lahan sawah yang dilindungi.<\/p>\n<p>Dia menyebutkan produksi padi Indramayu berpotensi meningkat dengan adanya pemanfaatan lahan Perhutani melalui sistem agroforestri pangan, khususnya penanaman padi gogo di lahan kering.<\/p>\n<p>\u201cPemanfaatan lahan Perhutani untuk menanam padi gogo di Kabupaten Indramayu cukup luas, sekitar 30.000 hektare. Sebagian lahan ini sudah dimanfaatkan untuk menanam padi, yang diharapkan dapat menambah produksi dan mendukung swasembada pangan nasional,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Menurut Nina, sektor pertanian di Indramayu menjadi prioritas pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan Menengah Daerah (RPJPMD), yang menegaskan kabupaten tersebut sebagai salah satu lumbung pangan nasional.<\/p>\n<p>Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam optimalisasi produksi, seperti keterbatasan sistem irigasi dan kurangnya alat mesin pertanian.<\/p>\n<p>\u201cSaya yakin dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, BUMN, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, swasembada pangan nasional dapat segera terwujud,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa program agroforestri pangan serentak merupakan strategi jangka panjang, khususnya untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor beras.<\/p>\n<p>Ia menegaskan dengan optimalisasi pemanfaatan lahan, Indonesia diharapkan dapat mencapai kemandirian pangan dan memperkuat posisinya sebagai negara dengan ketahanan pangan yang kokoh.<\/p>\n<p>\u201cHutan tidak hanya memberikan manfaat ekologi, tetapi memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang berimbang demi pengelolaan hutan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,\u201d ucap dia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber : <a href=\"https:\/\/m.antaranews.com\/amp\/berita\/4626261\/pemkab-indramayu-sebut-produksi-padi-capai-17-juta-ton-pada-2024\">antaranews.com<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTARANEWS.COM (04\/02\/2025) | Pemerintah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menyebutkan realisasi produksi padi di daerah tersebut mencapai 1,7 juta ton gabah kering panen (GKP) pada 2024 atau sekitar 1,49 juta ton gabah kering giling (GKG). \u201cHasil ini menjadikan Kabupaten Indramayu sebagai kabupaten penghasil padi terbesar di Jawa Barat bahkan di Indonesia,\u201d kata Bupati Indramayu Nina Agustina [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":131,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"Pemkab Indramayu sebut produksi padi capai 1,7 Juta ton pada 2024","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[13],"tags":[4036,157,32,19,4194,21,2709,4062],"class_list":["post-301203","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-publikasi-media","tag-ketahananpangannasional","tag-agroforestry","tag-beritaperhutani","tag-perhutani","tag-perhutanigroup","tag-perumperhutani","tag-swasembadapangan","tag-terushijaukannegeri"],"acf":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/301203","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/131"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=301203"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/301203\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":301206,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/301203\/revisions\/301206"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=301203"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=301203"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=301203"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}