{"id":31498,"date":"2015-12-08T21:31:42","date_gmt":"2015-12-08T14:31:42","guid":{"rendered":"http:\/\/perhutani.co.id\/?p=31498"},"modified":"2015-12-08T21:31:42","modified_gmt":"2015-12-08T14:31:42","slug":"xxx-dishut-jatim-perhutani-dan-tnap-bahas-pengembangan-wisata-alam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/xxx-dishut-jatim-perhutani-dan-tnap-bahas-pengembangan-wisata-alam\/","title":{"rendered":"Dishut Jatim-Perhutani dan TNAP bahas Pengembangan Wisata Alam"},"content":{"rendered":"<div id=\"attachment_31499\" style=\"width: 310px\"  class=\"wp-caption alignleft\"><a href=\"http:\/\/perhutani.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/01\/2015-12-8-Bws-Pht-TNAP-Dishut-Jtm-bahas-Potensi-Wisata-Alam.jpg\" rel=\"attachment wp-att-31499\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-31499 size-medium\" src=\"http:\/\/perhutani.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/01\/2015-12-8-Bws-Pht-TNAP-Dishut-Jtm-bahas-Potensi-Wisata-Alam-300x225.jpg\" alt=\"2015-12-8-Bws- Pht-TNAP-Dishut Jtm bahas Potensi Wisata Alam\" width=\"300\" height=\"225\" \/><\/a><p class=\"wp-caption-text\">Dok.Kom-PHT\/Humas.Bws<\/p><\/div>\nBANYUWANGI SELATAN,PERHUTANI (8\/12) | Dalam upaya meningkatkan potensi Sumber Daya Alam yang berada di wilayah kawasan hutan, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Selatan dan Taman Nasional Alas Purwo \u00a0sepakat untuk mengembangkan potensi wisata alam berbasis ekoturism yang berdampak pada peningkatan pendapatan dan menjaga kelestarian lingkungan tetap terjaga (TNAP) di Kantor Balai Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi Senin kemarin (7\/12).<br \/>\nBerkaca pada lesunya penjualan sektor kayu pada pasar dunia, mendorong pihak \u2013 pihak terkait untuk melakukan upaya lain dan pembenahan, tak terkecuali Dishut Jatim, Perhutani KPH Banyuwangi Selatan dan TNAP yang berinisiasi untuk melakukan terobosan dalam peningkatan pedapatan dalam pengelolaan dan pemanfaatan hutan atau alam.<br \/>\nBanyak potensi Sumberdaya hutan dan alam yang memunculkan destinasi wisata yang mempunyai data tarik pengunjung menjadikan alasan untuk menangkap peluang bisnis wisata tersebut ungkap Kadishut Jatim, \u00a0Indra Wiragana.<br \/>\n\u201dMari kita kembangkan destinasi wisata berbasis ekoturism yang ada untuk peningkatan pendapatan dan jangan lupa tetap terjaganya kelestarian lingkungan mutlak harus dilakukan, \u201dpapar Indra Wiragana\u201d.<br \/>\nAdministratur Perhutani \u00a0Banyuwangi Selatan, Agus Santoso mengatakan bahwa Perhutani sangat mendukung dan sepakat, Perhutani sudah lakukan inventarisasi destinasi wisata alam yang ada di wilayah Perhutani dan banyak yang kami temukan dan semuanya berpeluang untuk dikembangkan menjadi bisnis wisata yang dapat mendatangkan keuntungan yang berimplikasi meningkatnya pendapatan sektor non kayu untuk perusahaan, ungkap Agus Santoso<br \/>\nHal ini dapat terwujud berkat kami bekerjasama dengan Jawa Pos Radar Banyuwangi dalam hal promosi desnitasi wisata melalui kegiatan ekspedisi pantai timur Pulau Jawa oleh Tim ekspediasi Radar Banyuwangi pada bulan Agustus kemarin yang berdampak makin dikenalnya desnitasi tersebut di mata publik dan kini lokasi wisata tersebut banyak dikunjungi wisatawan dan banyak pihak lain yang ingin mengajak kerjasama dalam pengelolaan wisata,contoh Pantai Wedi Ireng, Pantai Mustika, Pantai Poncomoyo dan lainnya. Dan kesemuanya itu dalam waktu dekat akan kami agendakan untuk mengajak para investor\/stake holder untuk melakukan pembahasan dan kerjasama yang saling menguntungkan, papar Agus Satoso. (Kom-PHT\/Bws\/Didik Nurcahyo)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANYUWANGI SELATAN,PERHUTANI (8\/12) | Dalam upaya meningkatkan potensi Sumber Daya Alam yang berada di wilayah kawasan hutan, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Selatan dan Taman Nasional Alas Purwo \u00a0sepakat untuk mengembangkan potensi wisata alam berbasis ekoturism yang berdampak pada peningkatan pendapatan dan menjaga kelestarian lingkungan tetap terjaga (TNAP) di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":37,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[15],"tags":[61],"class_list":["post-31498","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-suara-rimba","tag-kph-banyuwangi-selatan"],"acf":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31498","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/37"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31498"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31498\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31498"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31498"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31498"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}