{"id":32321,"date":"2015-11-27T20:12:20","date_gmt":"2015-11-27T13:12:20","guid":{"rendered":"http:\/\/perhutani.co.id\/?p=32321"},"modified":"2015-11-27T20:12:20","modified_gmt":"2015-11-27T13:12:20","slug":"iwan-fals-menanam-gunung-lawu-perhutani-surakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/iwan-fals-menanam-gunung-lawu-perhutani-surakarta\/","title":{"rendered":"Iwan Fals Menanam di Gunung Lawu Perhutani Surakarta"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">SURAKARTA, PERHUTANI (27\/11) | Musisi kawakan Iwan Fals mengajak untuk aktif menanam pohon, untuk melestarikan hutan. Hal\u00a0tersebut disampaikan saat\u00a0\u00a0menanam pohon liwung di Taman Endemis Wukir Mahendra Gunung Lawu, di kawasan Cemoro Kandang, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Karanganyar Juliyatmono.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKita semua tidak bisa hidup tanpa alam. Karena itu pula, saya sampaikan ke manajemen, setiap konser harus ada kegiatan penanaman pohon. Sekarang, banyak anak muda yang sadar untuk menjaga lingkungan. Mereka banyak yang terlibat dalam kegiatan penanaman,\u201d kata Bang Iwan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDalam keadaan apapun, jangan mengganggu pohon. Saya sebagai muslim diajarkan, bahwa setiap daun itu berdzikir dan bertasbih.\u201d pesannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nGubernur Ganjar Pranowo, yang hadir di acara penanaman itu juga berpesan, agar pohon yang sudah ditanam dirawat dan dijaga, untuk kelestarian alam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n\u201cSaya titip pesen, iki diopeni. Jangan ditanam, terus ditinggal. Jangan dibiarkan hidup sendiri. Tapi dirawat dengan baik. Dan kita semua berharap, agar ke depan tidak terjadi kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu lagi. Salam rimba lestari,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSedangkan Bupati Juliyatmono mengatakan, penanaman itu merupakan kampanye untuk menggelorakan semangat menjaga lingkungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n\u201cIwan Fals diajak ke sini, karena dia musisi yang juga concern dengan persoalan lingkungan. Ini kampanye, agar semua masyarakat menanam pohon untuk generasi ke depan,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nKedatangan Iwan Fals di Karanganyar itu untuk menggelar konser musik di Alun-Alun Karanganyar, Sabtu, dalam puncak peringatan HUT Karanganyar ke-98. Penanaman pohon itu merupakan rangkaian dari kegiatan konsernya di Bumi Intanpari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nPada acara itu, juga ditanam ribuan bibit pohon dari 17 jenis seperti damar, eukaliptus, kayu putih, beringin, liwung, dan tontrok.(Kom-PHT\/Ska\/Titik)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Editor : Dadang K Rizal<\/p>\n<p>Copyright \u00a92015<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SURAKARTA, PERHUTANI (27\/11) | Musisi kawakan Iwan Fals mengajak untuk aktif menanam pohon, untuk melestarikan hutan. Hal\u00a0tersebut disampaikan saat\u00a0\u00a0menanam pohon liwung di Taman Endemis Wukir Mahendra Gunung Lawu, di kawasan Cemoro Kandang, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Karanganyar Juliyatmono. \u201cKita semua tidak bisa hidup tanpa alam. Karena itu pula, saya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[15],"tags":[738],"class_list":["post-32321","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-suara-rimba","tag-kph-surakarta"],"acf":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32321","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32321"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32321\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32321"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32321"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32321"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}