{"id":328037,"date":"2025-08-27T17:31:57","date_gmt":"2025-08-27T10:31:57","guid":{"rendered":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/?p=328037"},"modified":"2025-09-02T23:31:02","modified_gmt":"2025-09-02T16:31:02","slug":"perhutani-kph-madiun-dukung-pembangunan-ekonomi-hijau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/perhutani-kph-madiun-dukung-pembangunan-ekonomi-hijau\/","title":{"rendered":"Perhutani KPH Madiun Dukung Pembangunan Ekonomi Hijau"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">MADIUN, PERHUTANI (27\/08\/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madiun menegaskan komitmennya dalam pengelolaan hutan berkelanjutan sebagai bagian dari pembangunan ekonomi hijau. Pernyataan itu disampaikan Administratur KPH Madiun, Panca Putra M. Sihite, dalam program &#8216;Dialog Madiun Raya Pagi Ini&#8217; yang disiarkan RRI Madiun, Rabu (27\/8).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"543\" data-end=\"844\">Dialog bertema \u201cEkonomi Hijau, Kunci Masa Depan Berkelanjutan\u201d ini juga menghadirkan Haris Wibisono, Dosen Fakultas Bisnis Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Kampus Madiun. Acara dipandu penyiar RRI Madiun, Aris Deka, dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube RRI Madiun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"846\" data-end=\"1119\">Dalam paparannya, Panca menegaskan bahwa konsep ekonomi hijau bukan sekadar tren, melainkan sebuah kebutuhan untuk memastikan keberlangsungan kehidupan. Ia menekankan, Perhutani telah lama mengimplementasikan prinsip tersebut melalui pengelolaan hutan yang berkelanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1121\" data-end=\"1396\">\u201cPengelolaan hutan berkelanjutan adalah salah satu pilar ekonomi hijau. Hutan bukan hanya sumber daya, tetapi juga penopang ekosistem dan kehidupan masyarakat. Perhutani berkomitmen menjaga kelestarian hutan sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1398\" data-end=\"1679\">Sementara itu, Haris Wibisono menilai, gagasan ekonomi hijau lahir dari keprihatinan terhadap kerusakan lingkungan akibat praktik bisnis yang eksploitatif. Karena itu, diperlukan pendekatan baru yang menyeimbangkan keuntungan dengan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1681\" data-end=\"1979\">\u201cEkonomi hijau memberi keseimbangan antara profit, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan. Apa yang sudah dilakukan Perhutani patut diapresiasi karena mampu mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan, peningkatan kesejahteraan, dan tetap menjaga lingkungan,\u201d kata Haris.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1981\" data-end=\"2344\">Dialog interaktif ini menjadi sarana edukasi publik sekaligus pengingat pentingnya menjaga harmoni antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Melalui program tersebut, RRI Madiun bersama Perhutani KPH Madiun dan UKWMS mengajak seluruh elemen masyarakat turut serta dalam gerakan ekonomi hijau demi masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. (Kom-PHT\/Mdn\/Adl)<\/p>\n<p data-start=\"1981\" data-end=\"2344\">Editor:Lra<br \/>\nCopyright\u00a92025<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MADIUN, PERHUTANI (27\/08\/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madiun menegaskan komitmennya dalam pengelolaan hutan berkelanjutan sebagai bagian dari pembangunan ekonomi hijau. Pernyataan itu disampaikan Administratur KPH Madiun, Panca Putra M. Sihite, dalam program &#8216;Dialog Madiun Raya Pagi Ini&#8217; yang disiarkan RRI Madiun, Rabu (27\/8). Dialog bertema \u201cEkonomi Hijau, Kunci Masa Depan Berkelanjutan\u201d ini juga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":55,"featured_media":328058,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"Perhutani KPH Madiun Dukung Pembangunan Ekonomi Hijau","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[15],"tags":[43,45,959,19,20],"class_list":["post-328037","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-suara-rimba","tag-perhutanisuararimba","tag-suararimba","tag-kph-madiun","tag-perhutani","tag-perum-perhutani"],"acf":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/2025-8-RRI-Ekonomi-Hijau.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/328037","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/55"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=328037"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/328037\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":328797,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/328037\/revisions\/328797"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/328058"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=328037"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=328037"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=328037"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}