{"id":3281,"date":"2012-01-19T09:36:39","date_gmt":"2012-01-19T02:36:39","guid":{"rendered":"http:\/\/perhutani.co.id\/?p=3281"},"modified":"2012-01-19T09:36:39","modified_gmt":"2012-01-19T02:36:39","slug":"3281-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/3281-2\/","title":{"rendered":"LMDH Sejahterakan Warga"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/perhutani.co.id\/wp-content\/uploads\/2012\/01\/Kambing-BJN.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-3282\" title=\"Kambing BJN\" src=\"http:\/\/perhutani.co.id\/wp-content\/uploads\/2012\/01\/Kambing-BJN-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" \/><\/a>Rembang: Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Jaya, Desa Mojosari, Kecamatan Sedan, Rembang. Dengan jumlah anggota 86 dan anggota luar biasa 9, berhasil mengembangkan ternak kambing\u00a0 dengan 30 ekor indukan, mulai akhir tahun 2010 sekarang\u00a0 sudah ratusan anak kambing yang digulirkan pada anggota.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua LMDH Maimun (50) mengatakan, itu belum bisa menjadi program pengembangan usaha LMDH karena pada awalnya setiap anakan yang digulirkan kepada anggota lainya, anggota diwajibkan mengisi kas Rp 25.000.- untuk mendapatkan satu ekor anakan kambing.\u00a0 Namun pada prateknya tidak berjalan, maka dari itu masih merupakan kegiatan sosial\u00a0 LMDH untuk anggota, katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hampir di setiap rumah warga ada kandang kambing.\u00a0 Karena desa itu letaknya ditepi hutan, maka cukup setrategis untuk kebutuhan pakan ternak.\u00a0 Sebagian juga sudah ada yang dijual dan uangnya dibelikan sapi dengan alasan perawatan lebih mudah, namun menurut Maimun, perkembangan ternak kambing lebih cepat dibanding dengan ternak sapi.<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Usaha Maimun untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya, juga dengan cara merintis usaha ternak lele.\u00a0 Belum lama ini juga mecoba membuat tiga kolam lele di samping rumah warga, dengan diisi masing-masing kolam 2000 bibit lele.\u00a0 Ia mengatakan kalau uji coba itu berhasil nanti akan dikembangkan serta dibuat lebih besar lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cUntuk uang kas yang masih tersimpan ada sekitar 40 juta rupiah, nanti direncanakan untuk usaha produktif sehingga dapat membantu perkembangan ekonomi masyarakat,\u201d kata Maimun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agus Riyanto mandor pendamping dari Perhutani mengatakan usaha produktif atau sosial LMDH Wana Jaya itu modal awalnya dari hasil sharing PHBM Perhutani Kebonharjo.\u00a0 Menurut Agus, kontribusi hal tersebut sangat positif dalam membantu pengamanan hutan, sehingga hutan di wilayah pangkuan LMDH wana Jaya sangat kondusif.\u00a0 \u201cNamun untuk pengembangan usaha produktif untuk meningkatkan tarap ekonomi masyarakat membutuhkan waktu dan proses,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara Humas Kebonharjo Djono mengatakan, \u201cPeran aktif stakeholders dirasakan sangat membantu Perhutani Kebonharjo\u00a0 dalam meraih pengakuan tingakat Internasional\u00a0 yang berupa Sertifikat Pengelolaan Hutan Lestari (PHL). Implementasi di lapangan juga sangat baik, mulai dari larangan perburuan liar dan larangan penggunaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) untuk kegiatan pertanian serta penanganan limbah anorganik juga diterapkan sehingga benar-benar ramah lingkungan. Semua itu direspon positif dari semua stakeholder di wilayah Perhutani Kebonharjo.\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rembang: Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Jaya, Desa Mojosari, Kecamatan Sedan, Rembang. Dengan jumlah anggota 86 dan anggota luar biasa 9, berhasil mengembangkan ternak kambing\u00a0 dengan 30 ekor indukan, mulai akhir tahun 2010 sekarang\u00a0 sudah ratusan anak kambing yang digulirkan pada anggota. Ketua LMDH Maimun (50) mengatakan, itu belum bisa menjadi program pengembangan usaha [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[15],"tags":[89,52,99],"class_list":["post-3281","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-suara-rimba","tag-csr","tag-lmdh","tag-phbm"],"acf":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3281","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3281"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3281\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3281"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3281"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3281"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}