{"id":330393,"date":"2025-09-16T10:03:55","date_gmt":"2025-09-16T03:03:55","guid":{"rendered":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/?p=330393"},"modified":"2025-09-18T10:12:32","modified_gmt":"2025-09-18T03:12:32","slug":"perhutani-madura-monitoring-tanaman-jambu-mete-di-pulau-sepanjang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/perhutani-madura-monitoring-tanaman-jambu-mete-di-pulau-sepanjang\/","title":{"rendered":"Perhutani Madura Monitoring Tanaman Jambu Mete di Pulau Sepanjang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">MADURA, PERHUTANI (16\/09\/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madura melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) implementasi program Kemitraan Kehutanan Perhutani (KKP) berupa tanaman agroforestri jambu mete di petak 36A, wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sigentong, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sepanjang, Selasa, (16\/09).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Program KKP tanaman jambu mete tersebut ditanam pada lahan seluas 25, 55 hektar yang merupakan wilayah pangkuan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sepanjang Indah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Administratur Perhutani KPH Madura Bima Andrayuwana, menyampaikan bahwa, monitoring ini guna memastikan kemitraan berjalan sesuai dengan aturan yang tertuang dalam Perdir No.13\/PER\/DIR\/8\/2023, tentang Kemitraan Kehutanan Perhutani Produktif (KKPP) dan Kemitraan Kehutanan Perhutani (KKP).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya tujuannya untuk meningkatkan pemahaman LMDH dan pesanggem mengenai hak dan kewajiban mereka dalam pemanfaatan kawasan hutan serta mengetahui pencapaian rencana dan realisasi pengelolaan hutan sesuai regulasi yang berlaku,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami berharap kegiatan kemitraan ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga turut berkontribusi pada pelestarian dan keberlanjutan hutan, ikut andil dalam mewujudkan tujuan program untuk meningkatkan kesejahteraan dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan. Mencapai kesepakatan bersama dan kesetaraan sehingga dapat tercipta hutan lestari dan masyarakat hidup sejahtera,\u201d Tambah Bima.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di tempat yang sama, Ketua LMDH Sepanjang Indah Abdus Salam, bahwa pihaknya menyampaikan rasa terima kasih kepada Perhutani KPH Madura yang selama ini memberikan peluang kepada masyarakat melalui LMDH untuk bekerja sama dalam pengelolaan agroforestri tanaman jambu mete ini melalui program yang ada di Perhutani.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami juga terus menghimbau masyarakat khususnya anggota LMDH yang mengerjakan lahan di kawasan hutan untuk selalu bekerja sama serta mematuhi aturan yang ada di Perhutani,&#8221; tutupnya. (Komp-PHT\/Mdr\/Jep)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Editor:Lra<br \/>\nCopyright\u00a92025<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MADURA, PERHUTANI (16\/09\/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madura melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) implementasi program Kemitraan Kehutanan Perhutani (KKP) berupa tanaman agroforestri jambu mete di petak 36A, wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sigentong, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sepanjang, Selasa, (16\/09). Program KKP tanaman jambu mete tersebut ditanam pada lahan seluas 25, 55 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":330394,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"Perhutani Madura Monitoring Tanaman Jambu Mete di Pulau Sepanjang","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-330393","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-suara-rimba"],"acf":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1000580765.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/330393","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=330393"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/330393\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":330635,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/330393\/revisions\/330635"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/330394"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=330393"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=330393"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=330393"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}