{"id":337522,"date":"2025-10-28T10:17:04","date_gmt":"2025-10-28T03:17:04","guid":{"rendered":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/?p=337522"},"modified":"2025-10-29T09:11:13","modified_gmt":"2025-10-29T02:11:13","slug":"perhutani-berpartisipasi-dalam-festival-rowanda-bejana-di-desa-cikakak-banyumas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/perhutani-berpartisipasi-dalam-festival-rowanda-bejana-di-desa-cikakak-banyumas\/","title":{"rendered":"Perhutani Berpartisipasi dalam Festival Rowanda Bejana di Desa Cikakak Banyumas"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">BANYUMAS BARAT, PERHUTANI (28\/10\/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat turut berpartisipasi dalam kegiatan Festival Rowanda Bojana yang digelar di Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Minggu (26\/10). Acara yang berlangsung di pelataran Masjid Saka Tunggal ini menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya lokal dan penguatan nilai-nilai kearifan masyarakat sekitar hutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"621\" data-end=\"843\">Kehadiran Perhutani diwakili oleh Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lumbir beserta jajarannya. Dari pihak desa turut hadir Kepala Desa Cikakak bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"845\" data-end=\"1204\">Festival Rowanda Bojana merupakan agenda tahunan yang mengangkat tradisi masyarakat dalam menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan leluhur. Dalam kegiatan ini, masyarakat menyuguhkan berbagai kesenian tradisional, kuliner khas lokal, serta prosesi adat yang disakralkan, termasuk penghormatan simbolis terhadap sumber air dan lingkungan sekitar hutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1206\" data-end=\"1582\">Festival Rowanda Bojana adalah tradisi budaya dan spiritual masyarakat Desa Cikakak yang digelar sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta penghormatan kepada leluhur dan alam, khususnya hutan dan sumber air. Festival ini biasanya dilaksanakan di sekitar Masjid Saka Tunggal \u2014 masjid kuno bersejarah \u2014 dan melibatkan beberapa prosesi adat seperti:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1584\" data-end=\"1724\">\n<li data-start=\"1584\" data-end=\"1600\">\n<p data-start=\"1586\" data-end=\"1600\">Kirab budaya<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1601\" data-end=\"1632\">\n<p data-start=\"1603\" data-end=\"1632\">Pementasan seni tradisional<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1633\" data-end=\"1648\">\n<p data-start=\"1635\" data-end=\"1648\">Doa bersama<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1649\" data-end=\"1724\">\n<p data-start=\"1651\" data-end=\"1724\">Pemberian sesaji atau <em data-start=\"1673\" data-end=\"1681\">bojana<\/em> (makanan) kepada leluhur secara simbolis<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1726\" data-end=\"2134\">Istilah \u201cRowanda\u201d berasal dari kata <em data-start=\"1762\" data-end=\"1769\">rawuh<\/em> (hadir) dan <em data-start=\"1782\" data-end=\"1788\">anda<\/em> (para leluhur), sedangkan \u201cBojana\u201d berarti hidangan atau sesaji. Makna utamanya adalah mengundang kehadiran roh para leluhur dalam suasana syukur dan permohonan berkah agar masyarakat desa diberi keselamatan, hasil panen yang baik, serta kelestarian alam yang terjaga. Tradisi ini menjadi simbol harmoni antara manusia, budaya, dan lingkungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2136\" data-end=\"2461\">Administratur KPH Banyumas Barat melalui Kepala BKPH Lumbir, Kuswoyo, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan budaya yang turut memperkuat hubungan antara Perhutani dan masyarakat desa hutan. \u201cPerhutani hadir tidak hanya sebagai mitra pengelola hutan, tetapi juga sebagai bagian dari komunitas yang ingin menjaga budaya dan lingkungan secara selaras,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2463\" data-end=\"2735\">Ia menambahkan bahwa Desa Cikakak memiliki potensi wisata budaya dan alam yang dapat dikembangkan melalui konsep kolaborasi. \u201cDengan menjaga budaya dan kelestarian hutan, kita bisa membuka peluang ekonomi masyarakat berbasis <em data-start=\"2690\" data-end=\"2701\">ekowisata<\/em> yang berkelanjutan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2737\" data-end=\"3027\">Sementara itu, Kepala Desa Cikakak, Akim Safari, mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan dukungan Perhutani dalam kegiatan ini. \u201cKehadiran Perhutani semakin memperkuat komitmen bersama untuk menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang menjadi jati diri desa kami,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3029\" data-end=\"3308\">Festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wahana edukasi dan pelestarian budaya yang memiliki keterkaitan erat dengan kelestarian alam. Diharapkan kegiatan semacam ini dapat terus dijaga dan dikembangkan sebagai bagian dari identitas masyarakat sekitar hutan.\u00a0(Kom-PHT\/Byb\/Twn)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Editor: Tri<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Copyright \u00a9 2025<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANYUMAS BARAT, PERHUTANI (28\/10\/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat turut berpartisipasi dalam kegiatan Festival Rowanda Bojana yang digelar di Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Minggu (26\/10). Acara yang berlangsung di pelataran Masjid Saka Tunggal ini menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya lokal dan penguatan nilai-nilai kearifan masyarakat sekitar hutan. Kehadiran Perhutani [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":39,"featured_media":337523,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"Perhutani Berpartisipasi dalam Festival Rowanda Bejana di Desa Cikakak Banyumas","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[15],"tags":[1347,45,2692,19],"class_list":["post-337522","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-suara-rimba","tag-kphbanyumasbarat","tag-suararimba","tag-divisiregionaljawatengah","tag-perhutani"],"acf":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/foto-festival-rowanda-bojana-KPH-Banyumas-Barat.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/337522","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/39"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=337522"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/337522\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":337725,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/337522\/revisions\/337725"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/337523"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=337522"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=337522"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=337522"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}