{"id":344555,"date":"2025-11-18T10:30:00","date_gmt":"2025-11-18T03:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/?p=344555"},"modified":"2025-12-03T11:42:29","modified_gmt":"2025-12-03T04:42:29","slug":"sinergi-perhutani-lmdh-hadirkan-wisata-edukatif-bernilai-budaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/sinergi-perhutani-lmdh-hadirkan-wisata-edukatif-bernilai-budaya\/","title":{"rendered":"Sinergi Perhutani-LMDH Hadirkan Wisata Edukatif Bernilai Budaya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">RRI.COM (18\/11\/2025) | Pasar Djaten kembali menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Wisata Sendang Goa Sinawah pada Senin (17\/11\/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari pengembangan wisata edukatif bernilai budaya\u00a0 yang dilakukan Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi bersama LMDH Bangun Wana Raharja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain menikmati pasar tradisional, wisatawan juga dapat merasakan kesegaran mata air Sendang Goa Sinawah serta menikmati suasana hutan jati yang tenang. Kegiatan kali ini juga disisipi edukasi lingkungan melalui pembagian 25 bibit tanaman buah kepada pengunjung beruntung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala BKPH Jatipohon, Tutut Sugianto, mewakili Administratur KPH Purwodadi, menyampaikan bahwa Perhutani terus mendorong pengembangan kawasan ini sebagai destinasi unggulan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSinergi dengan LMDH Bangun Wana Raharja menjadi modal kuat untuk menghadirkan wisata edukatif, bernilai budaya, dan memberdayakan masyarakat. Pasar Djaten adalah bukti nyata inovasi lokal yang mampu meningkatkan kunjungan sekaligus menggerakkan perekonomian desa,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua LMDH Bangun Wana Raharja, Siar, menambahkan bahwa keberadaan Pasar Djaten membawa dampak positif bagi warga sekitar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDengan dukungan Perhutani, kegiatan ini semakin dikenal dan membuka peluang bagi masyarakat untuk berjualan serta menjaga budaya lokal. Harapan kami, Sendang Goa Sinawah semakin berkembang menjadi ikon wisata Grobogan,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya. dengan pengelolaan yang konsisten dan sinergi antara Perhutani dan masyarakat, Wisata Sendang Goa Sinawah\u00a0\u00a0maupun Pasar Djaten terus berkembang sebagai destinasi alam dan budaya yang potensial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu pengunjung asal Blora, Handayani, juga turut memberikan apresiasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBerbelanja menggunakan keping kayu jati terasa unik, seperti kembali ke masa lalu. Saya juga senang mendapatkan bibit dari Perhutani. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber : <a href=\"https:\/\/rri.co.id\/daerah\/1980079\/sinergi-perhutani-lmdh-hadirkan-wisata-edukatif-bernilai-budaya\">rri.com<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>RRI.COM (18\/11\/2025) | Pasar Djaten kembali menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Wisata Sendang Goa Sinawah pada Senin (17\/11\/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari pengembangan wisata edukatif bernilai budaya\u00a0 yang dilakukan Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi bersama LMDH Bangun Wana Raharja. Selain menikmati pasar tradisional, wisatawan juga dapat merasakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":131,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"Sinergi Perhutani-LMDH Hadirkan Wisata Edukatif Bernilai Budaya","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[13],"tags":[32,19,20,21],"class_list":["post-344555","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-publikasi-media","tag-beritaperhutani","tag-perhutani","tag-perum-perhutani","tag-perumperhutani"],"acf":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/344555","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/131"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=344555"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/344555\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":344609,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/344555\/revisions\/344609"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=344555"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=344555"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=344555"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}