{"id":344720,"date":"2025-11-26T15:33:05","date_gmt":"2025-11-26T08:33:05","guid":{"rendered":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/?p=344720"},"modified":"2025-12-03T15:36:12","modified_gmt":"2025-12-03T08:36:12","slug":"diskusi-dan-tanam-pohon-bersama-pegiat-budaya-perhutani-peringati-hari-menanam-pohon-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/diskusi-dan-tanam-pohon-bersama-pegiat-budaya-perhutani-peringati-hari-menanam-pohon-indonesia\/","title":{"rendered":"Diskusi dan Tanam Pohon Bersama Pegiat Budaya, Perhutani Peringati Hari Menanam Pohon Indonesia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">TRIBUNNEWS.COM (26\/11\/2025) | Peringatan\u00a0<a title=\"Hari\u00a0Menanam\u00a0Pohon\u00a0Indonesia\" href=\"https:\/\/suryamalang.tribunnews.com\/tag\/hari-menanam-pohon-indonesia\" aria-label=\"link\">Hari\u00a0Menanam\u00a0Pohon\u00a0Indonesia<\/a>\u00a0(HMPI) yang diperingati setiap 28 November disambut dengan acara diskusi oleh\u00a0<a title=\"Perhutani\" href=\"https:\/\/suryamalang.tribunnews.com\/tag\/perhutani\" aria-label=\"link\">Perhutani<\/a>\u00a0Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH)\u00a0<a title=\"Malang\" href=\"https:\/\/suryamalang.tribunnews.com\/tag\/malang\" aria-label=\"link\">Malang<\/a>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peringatan itu menjadi momentum\u00a0<a title=\"Perhutani\" href=\"https:\/\/suryamalang.tribunnews.com\/tag\/perhutani\" aria-label=\"link\">Perhutani<\/a>\u00a0KPH\u00a0<a title=\"Malang\" href=\"https:\/\/suryamalang.tribunnews.com\/tag\/malang\" aria-label=\"link\">Malang<\/a>\u00a0mengajak diskusi dengan komunitas serta Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di Keraton Gunung Kawi, Kecamatan Ngajum, Kabupaten\u00a0<a title=\"Malang\" href=\"https:\/\/suryamalang.tribunnews.com\/tag\/malang\" aria-label=\"link\">Malang<\/a>, Rabu (26\/11\/2025) sore.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengusung tema \u201cThe Magical of the Holy Tree\u201d para peserta diskusi nampak gayeng dengan suasana sejuk keraton serta hidangan jadul (jaman dahulu).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala\u00a0<a title=\"Perhutani\" href=\"https:\/\/suryamalang.tribunnews.com\/tag\/perhutani\" aria-label=\"link\">Perhutani<\/a>\u00a0KPH\u00a0<a title=\"Malang\" href=\"https:\/\/suryamalang.tribunnews.com\/tag\/malang\" aria-label=\"link\">Malang<\/a>, Kelik Djatmiko menjelaskan bahwa tujuan utama dalam kegiatan tersebut yakni sebagai momentum reflektif sekaligus inspiratif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jadi ini momentum, di mana pohon dipandang bukan hanya sebagai sumber daya alam, tetapi sebagai simbol kehidupan yang suci,&#8221; terang Kelik sapaan akrabnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menambahkan bahwa diskusi itu juga untuk memperingati\u00a0<a title=\"Hari\u00a0Menanam\u00a0Pohon\u00a0Indonesia\" href=\"https:\/\/suryamalang.tribunnews.com\/tag\/hari-menanam-pohon-indonesia\" aria-label=\"link\">Hari\u00a0Menanam\u00a0Pohon\u00a0Indonesia<\/a>\u00a0(HMPI).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ini juga sebagai peringatan\u00a0<a title=\"Hari\u00a0Menanam\u00a0Pohon\u00a0Indonesia\" href=\"https:\/\/suryamalang.tribunnews.com\/tag\/hari-menanam-pohon-indonesia\" aria-label=\"link\">Hari\u00a0Menanam\u00a0Pohon\u00a0Indonesia<\/a>\u00a0(HMPI), nanti kita juga akan menanam pohon,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelik bilang bahwa pohon bukan hanya sumber oksigen, tetapi juga simbol kehidupan, spiritualitas, dan keberlanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Nah makanya kita mengambil tema &#8216;The Magical of the Holy Tree&#8217; yakni menghadirkan nuansa tradisional, seni, nilai filosofis dan ekologis dalam memahami pohon sebagai aktor utama pada panggung kehidupan,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak hanya diskusi, kegiatan tersebut juga dibarengi dengan penanaman pohon beringin dan pohon kemenyan putih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu juga dilakukan teatrikal saat penanaman pohon yang membuat suasana sakral begitu melekat di Keraton Gunung Kawi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kita kolaborasi dengan para budayawan, jadi penanaman pohon beringin dan pohon kemenyan putih menjadi lebih sakral,&#8221; tutur Kelik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Penasihat Kota Sejuk (Komunitas Pecinta Sejarah dan Ekologi Nganjuk), Kristomo bilang bahwa pohon yang ditanam di Keraton Gunung Kawi harus sesuai dengan kondisi lingkungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jadi beringin ini kan menyerap air, hutan yang dikelola\u00a0<a title=\"Perhutani\" href=\"https:\/\/suryamalang.tribunnews.com\/tag\/perhutani\" aria-label=\"link\">Perhutani<\/a>\u00a0ini kan yang dibutuhkan menyerap air pohon beringin sangat tepat,&#8221; terang Kristomo.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kristomo menyebut selain dari sisi ekologis, dari sisi historis pohon beringin ini simbol ketika mataram islam berdiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jadi dari sisi historis, pohon beringin ini simbol ketika mataram islam berdiri, yakni beringin sakembaran yang monumennya masih berdiri kokok di Kota Gede,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala\u00a0<a title=\"Perhutani\" href=\"https:\/\/suryamalang.tribunnews.com\/tag\/perhutani\" aria-label=\"link\">Perhutani<\/a>\u00a0Divisi Regional Jatim, Wawan Triwibowo yang juga turut hadir dalam kegiatan tersebut bilang bahwa\u00a0<a title=\"Perhutani\" href=\"https:\/\/suryamalang.tribunnews.com\/tag\/perhutani\" aria-label=\"link\">Perhutani<\/a>\u00a0hadir ditengah masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kita\u00a0<a title=\"Perhutani\" href=\"https:\/\/suryamalang.tribunnews.com\/tag\/perhutani\" aria-label=\"link\">Perhutani<\/a>\u00a0ingin hadir ditengah-tengah masyarakat bagaimana mewujudkan kelestarian hutan,&#8221;kata Wawan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Tentunya juga harus bermanfaat juga secara ekologi, sosial dan ekonomi, maka dari itu kita harus bersinergi antara perhutani dengan masyarakat,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wawan menjelaskan semua pihak harus tau fungsi hutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kita harus tau fungsi hutan, ini tantangan kita kedepan, jadi harus tau rambu-rambu yang sudah di pakemkan,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wawan menuturkan bahwa fungsi hutan juga harus diperhatikan agar digunakan sesuai fungsinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jangan sampai pada lahan-lahan yang fungsinya menyimpan air, melindung konservasi tanah dan air dijadikan ketahanan pangan,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Artinya kita harus benar-benar selektif dimana hutan yang kita pergunakan mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber : <a href=\"https:\/\/suryamalang.tribunnews.com\/malang-raya\/277914\/diskusi-dan-tanam-pohon-bersama-pegiat-budaya-perhutani-peringati-hari-menanam-pohon-indonesia\">tribunnews.com<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TRIBUNNEWS.COM (26\/11\/2025) | Peringatan\u00a0Hari\u00a0Menanam\u00a0Pohon\u00a0Indonesia\u00a0(HMPI) yang diperingati setiap 28 November disambut dengan acara diskusi oleh\u00a0Perhutani\u00a0Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH)\u00a0Malang. Peringatan itu menjadi momentum\u00a0Perhutani\u00a0KPH\u00a0Malang\u00a0mengajak diskusi dengan komunitas serta Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di Keraton Gunung Kawi, Kecamatan Ngajum, Kabupaten\u00a0Malang, Rabu (26\/11\/2025) sore. Mengusung tema \u201cThe Magical of the Holy Tree\u201d para peserta diskusi nampak gayeng dengan suasana [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":131,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"Diskusi dan Tanam Pohon Bersama Pegiat Budaya, Perhutani Peringati Hari Menanam Pohon Indonesia","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[13],"tags":[32,19,20,21],"class_list":["post-344720","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-publikasi-media","tag-beritaperhutani","tag-perhutani","tag-perum-perhutani","tag-perumperhutani"],"acf":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/344720","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/131"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=344720"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/344720\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":344721,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/344720\/revisions\/344721"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=344720"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=344720"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=344720"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}