{"id":366485,"date":"2026-03-27T15:09:32","date_gmt":"2026-03-27T08:09:32","guid":{"rendered":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/?p=366485"},"modified":"2026-04-01T15:11:38","modified_gmt":"2026-04-01T08:11:38","slug":"gunung-lawu-diserbu-pendaki-saat-lebaran-antrean-mengular-sejak-dini-hari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/gunung-lawu-diserbu-pendaki-saat-lebaran-antrean-mengular-sejak-dini-hari\/","title":{"rendered":"Gunung Lawu Diserbu Pendaki Saat Lebaran, Antrean Mengular Sejak Dini Hari"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">TRIBUNNEWS.COM (27\/03\/2026) | Antrean panjang di jalur pendakian\u00a0<a title=\"Gunung\u00a0Lawu\" href=\"https:\/\/surabaya.tribunnews.com\/tag\/gunung-lawu\" aria-label=\"link\">Gunung\u00a0Lawu<\/a>\u00a0via Cemorosewu, Kabupaten Magetan, terekam dalam sebuah video amatir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nampak dalam video itu antrean panjang calon pendaki begitu padat. Bahkan, ratusan pendaki berbaris memanjang pada dini hari, hingga viral di media sosial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mereka tampak sabar menunggu giliran untuk mendaftar sebelum memulai pendakian. Unggahan itu langsung menarik perhatian warganet dan menuai beragam komentar.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\">Antrian Panjang Sejak Tiga Hari Terakhir<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menanggapi kondisi tersebut, Asisten Perhutani BKPH Lawu Selatan, Mulyadi, menerangkan, antrean panjang terjadi dalam beberapa hari terakhir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAntrean panjang sejak tiga hari terakhir, sesuai dalam video beredar. Mayoritas adalah pendaki tektok yang ingin menikmati momen Lebaran di puncak\u00a0<a title=\"Gunung\u00a0Lawu\" href=\"https:\/\/surabaya.tribunnews.com\/tag\/gunung-lawu\" aria-label=\"link\">Gunung\u00a0Lawu<\/a>,\u201d ujar Mulyadi, Jumat (27\/3\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mulyadi mengakui, jumlah pendaki mengalami peningkatan signifikan selama libur Lebaran. Data per 26 Maret, jumlah pendaki bisa mencapai 1.090 orang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMinat masyarakat tinggi membuat antrean tidak terhindarkan, terutama pada jam-jam awal pembukaan registrasi,\u201d bebernya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia tidak memungkiri, antrean pendaki akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Mengingat masa libur Lebaran bagi pelajar, masih belum berakhir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau para pendaki untuk mematuhi aturan, menjaga kondisi fisik, serta mengutamakan keselamatan selama melakukan pendakian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDari sisi cuaca, kondisi saat ini dinilai cukup aman untuk aktivitas pendakian. Sebelumnya, jalur sempat ditutup selama bulan Ramadan akibat cuaca ekstrem yang berisiko bagi keselamatan pendaki,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber : <a href=\"https:\/\/surabaya.tribunnews.com\/jawa-timur\/1934843\/gunung-lawu-diserbu-pendaki-saat-lebaran-antrean-mengular-sejak-dini-hari\">tribunnews.com<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TRIBUNNEWS.COM (27\/03\/2026) | Antrean panjang di jalur pendakian\u00a0Gunung\u00a0Lawu\u00a0via Cemorosewu, Kabupaten Magetan, terekam dalam sebuah video amatir. Nampak dalam video itu antrean panjang calon pendaki begitu padat. Bahkan, ratusan pendaki berbaris memanjang pada dini hari, hingga viral di media sosial. Mereka tampak sabar menunggu giliran untuk mendaftar sebelum memulai pendakian. Unggahan itu langsung menarik perhatian warganet [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":131,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"Gunung Lawu Diserbu Pendaki Saat Lebaran, Antrean Mengular Sejak Dini Hari","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[13],"tags":[32,19,20,21],"class_list":["post-366485","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-publikasi-media","tag-beritaperhutani","tag-perhutani","tag-perum-perhutani","tag-perumperhutani"],"acf":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/366485","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/131"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=366485"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/366485\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":366488,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/366485\/revisions\/366488"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=366485"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=366485"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=366485"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}