{"id":366760,"date":"2026-04-03T09:42:30","date_gmt":"2026-04-03T02:42:30","guid":{"rendered":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/?p=366760"},"modified":"2026-04-03T09:42:30","modified_gmt":"2026-04-03T02:42:30","slug":"perhutani-kph-kedu-utara-perkuat-pengawasan-pendakian-gunung-pakuwaja-melalui-jalur-parikesit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/perhutani-kph-kedu-utara-perkuat-pengawasan-pendakian-gunung-pakuwaja-melalui-jalur-parikesit\/","title":{"rendered":"Perhutani KPH Kedu Utara Perkuat Pengawasan Pendakian Gunung Pakuwaja melalui Jalur Parikesit"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"567\">KEDU UTARA, PERHUTANI (02\/04\/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melaksanakan kegiatan pemantauan wisata pendakian Gunung Pakuwaja melalui jalur Parikesit, Desa Parikesit, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo pada Rabu (01\/04). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memastikan seluruh aktivitas pendakian berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur serta tetap menjaga kelestarian kawasan hutan. Jalur pendakian tersebut berada dalam wilayah hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Dieng, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"569\" data-end=\"973\">Pemantauan melibatkan petugas Perhutani bersama pengelola basecamp dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan setempat. Fokus kegiatan mencakup pengawasan proses pendakian, pengelolaan sampah, serta kelayakan sarana dan prasarana yang tersedia di basecamp pendakian. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan seluruh aspek pelayanan dan keamanan bagi pendaki telah memenuhi standar yang ditetapkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"975\" data-end=\"1183\">Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Wonosobo Yossy Elfirani menyampaikan bahwa pemantauan ini merupakan langkah penting dalam menjaga ketertiban dan keselamatan aktivitas wisata di kawasan hutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1185\" data-end=\"1490\">&#8220;Perhutani menekankan agar seluruh kegiatan pendakian dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur, mulai dari registrasi pendaki, pengecekan perlengkapan, hingga pengawasan selama pendakian berlangsung. Hal ini penting untuk meminimalisir risiko serta memastikan keselamatan para pendaki,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1492\" data-end=\"1702\">Ia menambahkan bahwa pengelolaan sampah menjadi perhatian utama dalam kegiatan ini. Setiap pendaki diimbau untuk menerapkan prinsip membawa turun sampah guna menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1704\" data-end=\"1843\">&#8220;Kawasan hutan harus tetap terjaga dari pencemaran sehingga pengelolaan sampah harus dilakukan secara disiplin oleh semua pihak,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1845\" data-end=\"2106\">Ketua Pengelola Basecamp Parikesit Ahmad Pranoto menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kepada para pendaki. Ia menjelaskan bahwa setiap pendaki wajib melakukan registrasi dan mengikuti arahan petugas sebelum memulai pendakian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2108\" data-end=\"2348\">&#8220;Kami memastikan fasilitas di basecamp dalam kondisi layak, mulai dari area registrasi, tempat istirahat, hingga informasi jalur pendakian. Edukasi terkait keselamatan dan kebersihan juga rutin kami sampaikan kepada para pendaki,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2350\" data-end=\"2698\">Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan Giri Tirta Tuyali menegaskan bahwa masyarakat sekitar turut berperan aktif dalam mendukung pengelolaan wisata pendakian yang berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa sinergi antara Perhutani, pengelola basecamp, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara pemanfaatan wisata dan pelestarian hutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2700\" data-end=\"2826\">&#8220;Kami bersama-sama menjaga kawasan ini agar tetap lestari sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2828\" data-end=\"3111\">Dengan adanya pemantauan ini, diharapkan pengelolaan wisata pendakian Gunung Pakuwaja melalui jalur Parikesit dapat berjalan lebih tertib, aman, serta sesuai ketentuan, sehingga kelestarian hutan tetap terjaga dan wisata alam dapat dinikmati secara berkelanjutan. (Kom-PHT\/Kdu\/Nurul)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3113\" data-end=\"3143\">Editor: Tri<br data-start=\"3124\" data-end=\"3127\" \/>Copyright \u00a9 2026<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KEDU UTARA, PERHUTANI (02\/04\/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melaksanakan kegiatan pemantauan wisata pendakian Gunung Pakuwaja melalui jalur Parikesit, Desa Parikesit, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo pada Rabu (01\/04). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memastikan seluruh aktivitas pendakian berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur serta tetap menjaga kelestarian kawasan hutan. Jalur pendakian tersebut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":52,"featured_media":366763,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"Perhutani KPH Kedu Utara Perkuat Pengawasan Pendakian Gunung Pakuwaja melalui Jalur Parikesit","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[15],"tags":[8853,8852,8829,8851,5421,1996,3192,44,3183,45,35,2692,52,19,20],"class_list":["post-366760","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-suara-rimba","tag-basecamp-parikesit","tag-gunung-prajan","tag-lestari-untuk-negeri","tag-pakuwaja-via-parikesit","tag-srkemitraan","tag-kphkeduutara","tag-srlingkungan","tag-srperhutani","tag-srsosial","tag-suararimba","tag-wisataperhutani","tag-divisiregionaljawatengah","tag-lmdh","tag-perhutani","tag-perum-perhutani"],"acf":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/foto-komsos-parikesit.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/366760","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/52"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=366760"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/366760\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":366812,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/366760\/revisions\/366812"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/366763"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=366760"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=366760"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=366760"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}