{"id":366903,"date":"2026-04-06T16:19:29","date_gmt":"2026-04-06T09:19:29","guid":{"rendered":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/?p=366903"},"modified":"2026-04-06T16:19:29","modified_gmt":"2026-04-06T09:19:29","slug":"kayangan-api-bojonegoro-di-padati-pengunjung-pada-libur-akhir-pekan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/kayangan-api-bojonegoro-di-padati-pengunjung-pada-libur-akhir-pekan\/","title":{"rendered":"Kayangan Api Bojonegoro di  Padati Pengunjung pada Libur Akhir Pekan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">BOJONEGORO, PERHUTANI (06\/04\/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bojonegoro mencatat peningkatan kunjungan wisatawan di destinasi wisata alam Kayangan Api, yang berada di kawasan hutan Bojonegoro, pada libur akhir pekan, Minggu (5\/4).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"350\" data-end=\"595\">Peningkatan tersebut didorong oleh daya tarik utama fenomena api abadi yang muncul dari celah tanah. Selain itu, pengunjung juga memanfaatkan kawasan tersebut untuk berfoto, bersantai, serta mengenal sejarah dan fenomena alam yang ada di lokasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"597\" data-end=\"750\">Administratur Perhutani KPH Bojonegoro, Slamet Juwanto, mengatakan pihaknya terus berupaya menjaga kelestarian kawasan wisata yang berada di dalam hutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"752\" data-end=\"916\">\u201cKami mengajak seluruh pengunjung untuk menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan Kayangan Api agar tetap terjaga dan dapat dinikmati generasi mendatang,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"918\" data-end=\"1033\">Ia menambahkan, pengelolaan wisata dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek konservasi dan kenyamanan pengunjung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1035\" data-end=\"1202\">Salah satu pengunjung, Yulaikah, mengaku terkesan dengan fenomena api abadi di lokasi tersebut. \u201cPemandangannya luar biasa dan jarang ditemui di tempat lain,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1204\" data-end=\"1478\">Selain fenomena api abadi, kawasan Kayangan Api juga dilengkapi fasilitas pendukung, seperti area parkir, jalur pejalan kaki, dan warung kuliner yang dikelola masyarakat sekitar. Keberadaan fasilitas tersebut turut mendorong aktivitas ekonomi warga di sekitar kawasan hutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1480\" data-end=\"1743\">Perhutani bersama pemerintah daerah terus mendorong pengembangan potensi wisata tersebut agar semakin dikenal luas. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan dan dukungan masyarakat, Kayangan Api diharapkan tetap menjadi salah satu destinasi unggulan di Bojonegoro. (Kom-PHT\/Bng\/Nyo).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1637\" data-end=\"1893\">Editor:Lra<br \/>\nCopyright\u00a92026<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BOJONEGORO, PERHUTANI (06\/04\/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bojonegoro mencatat peningkatan kunjungan wisatawan di destinasi wisata alam Kayangan Api, yang berada di kawasan hutan Bojonegoro, pada libur akhir pekan, Minggu (5\/4). Peningkatan tersebut didorong oleh daya tarik utama fenomena api abadi yang muncul dari celah tanah. Selain itu, pengunjung juga memanfaatkan kawasan tersebut untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":366904,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"Kayangan Api Bojonegoro di  Padati Pengunjung pada Libur Akhir Pekan","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[15],"tags":[1585,43,44,45,32,19,21],"class_list":["post-366903","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-suara-rimba","tag-perhutanidivisiregionaljawatimur","tag-perhutanisuararimba","tag-srperhutani","tag-suararimba","tag-beritaperhutani","tag-perhutani","tag-perumperhutani"],"acf":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/TEMPLATE-COPYRIGHT-2026.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/366903","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=366903"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/366903\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":367008,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/366903\/revisions\/367008"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/366904"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=366903"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=366903"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=366903"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}