{"id":367180,"date":"2026-04-08T08:54:05","date_gmt":"2026-04-08T01:54:05","guid":{"rendered":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/?p=367180"},"modified":"2026-04-10T10:43:27","modified_gmt":"2026-04-10T03:43:27","slug":"perhutani-kph-banyuwangi-barat-dampingi-mahasiswa-ipb-observasi-agroforestry-kopi-pinus-di-bkph-kalibaru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/perhutani-kph-banyuwangi-barat-dampingi-mahasiswa-ipb-observasi-agroforestry-kopi-pinus-di-bkph-kalibaru\/","title":{"rendered":"Perhutani KPH Banyuwangi Barat Dampingi Mahasiswa IPB Observasi Agroforestry Kopi\u2013Pinus di BKPH Kalibaru"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"110\" data-end=\"629\">BANYUWANGI BARAT, PERHUTANI (07\/04\/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Barat melaksanakan pengawalan dan pendampingan kegiatan mahasiswa Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang melakukan observasi lapangan terkait implementasi sistem tumpangsari tanaman kopi (Coffea sp.) dan pinus (Pinus merkusii) di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Krikilan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kalibaru, pada areal kerja Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Bhakti Rimba, Senin (06\/04).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"631\" data-end=\"881\">Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Barat melalui Asisten Perhutani (Asper) BKPH Kalibaru, Ruspandi Tsalasa, menyampaikan bahwa pengelolaan hutan lestari yang dilaksanakan Perhutani mengedepankan keseimbangan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"883\" data-end=\"1057\">\u201cPengelolaan hutan harus memperhatikan kelestarian lingkungan, melibatkan masyarakat sekitar hutan, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan perusahaan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1059\" data-end=\"1293\">Ia menambahkan bahwa penanaman kopi dalam kawasan hutan dilakukan melalui sistem agroforestri atau pola tumpangsari di bawah tegakan tanaman pokok dengan melibatkan masyarakat melalui skema Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1295\" data-end=\"1526\">Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Krikilan, Susanto, menyampaikan bahwa kegiatan penelitian tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara Perhutani dan kalangan akademisi dalam mendukung pengelolaan hutan berbasis ilmu pengetahuan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1528\" data-end=\"1844\">Sementara itu, mahasiswa Kehutanan IPB, Muhammad Damas Tri Atmaja, menjelaskan bahwa kegiatan observasi bertujuan untuk memahami praktik pengelolaan hutan produksi berbasis kolaborasi, termasuk teknik budidaya kopi, penanaman pinus, serta penyadapan getah pinus sebagai hasil hutan bukan kayu yang bernilai ekonomis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1846\" data-end=\"2047\">Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Banyuwangi Barat berharap dapat mendorong penguatan kolaborasi dengan dunia pendidikan serta meningkatkan pengelolaan hutan berbasis agroforestri yang berkelanjutan. (Kom-PHT\/Bwb\/Eko)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Editor:Lra<br \/>\nCopyright\u00a9\ufe0f2026<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANYUWANGI BARAT, PERHUTANI (07\/04\/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Barat melaksanakan pengawalan dan pendampingan kegiatan mahasiswa Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang melakukan observasi lapangan terkait implementasi sistem tumpangsari tanaman kopi (Coffea sp.) dan pinus (Pinus merkusii) di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Krikilan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kalibaru, pada areal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":35,"featured_media":367395,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"Perhutani KPH Banyuwangi Barat Dampingi Mahasiswa IPB Observasi Agroforestry Kopi\u2013Pinus di BKPH Kalibaru","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-367180","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-suara-rimba"],"acf":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2026-04-08-at-09.43.15.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/367180","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/35"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=367180"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/367180\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":367943,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/367180\/revisions\/367943"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/367395"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=367180"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=367180"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=367180"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}