{"id":367617,"date":"2026-04-07T08:57:07","date_gmt":"2026-04-07T01:57:07","guid":{"rendered":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/?p=367617"},"modified":"2026-04-09T09:04:13","modified_gmt":"2026-04-09T02:04:13","slug":"khofifah-instruksikan-jatim-siaga-karhutla-jelang-puncak-kemarau-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/khofifah-instruksikan-jatim-siaga-karhutla-jelang-puncak-kemarau-2026\/","title":{"rendered":"Khofifah Instruksikan Jatim Siaga Karhutla Jelang Puncak Kemarau 2026"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">TRIBUNNEWS.COM (07\/04\/2026) | Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Dampak Hidrometeorologi dan Potensi Kemarau Panjang 2026 di Dyandra Convention Center, Surabaya, Selasa (7\/4\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Acara ini dihadiri oleh Bupati, Wali Kota, jajaran Forkopimda, Perhutani serta berbagai pihak terkait lainnya dalam upaya penguatan koordinasi daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, menekankan pentingnya langkah mitigasi dan antisipasi sejak dini, sebagai bagian dari upaya yang terukur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fokus utama dalam koordinasi ini, adalah menghadapi musim kemarau serta potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menjadi ancaman serius.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sebentar lagi musim kemarau, potensi-potensi bencana yang bisa terjadi mari kita antisipasi bersama mulai saat ini,&#8221; ajak Gubernur Khofifah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rakor ini menghadirkan narasumber dari Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB RI, serta Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan RI.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hadir pula Direktur Konservasi dan Pengembangan Sumber Air Pertanian Kementerian Pertanian RI, BMKG Kelas I Juanda, serta Kapolda Jatim.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Rakor ini tidak hanya membahas potensi bencana, tetapi juga memastikan kesiapsiagaan, mitigasi, serta langkah konkret dalam melindungi masyarakat Jawa Timur,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Khofifah meminta seluruh kepala daerah untuk bergerak proaktif, sebelum puncak kemarau terjadi di wilayah masing-masing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Oleh karena itu, seluruh kepala daerah diminta untuk bergerak proaktif sebelum puncak kemarau terjadi,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Langkah Mitigasi dan Antisipasi Karhutla<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gubernur Khofifah juga menginstruksikan jajarannya untuk memastikan distribusi air bersih tepat sasaran kepada masyarakat yang terdampak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, pemantauan titik api di wilayah rawan karhutla harus diperkuat guna mencegah kebakaran yang meluas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Materi-materi dari para narasumber, saya rasa detail sekali ya, Bupati dan Wali Kota bisa segera melakukan plan of action, proaktif memetakan wilayahnya tanpa menunggu bencana terjadi,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan sampah, serta menggunakan air secara bijak selama musim kemarau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saya imbau masyarakat tidak melakukan hal-hal yang dapat memicu terjadinya karhutla,&#8221; imbau Khofifah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jawa Timur memiliki keragaman potensi bencana yang tinggi, mulai dari banjir, tanah longsor, gempa bumi hingga kekeringan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penanggulangan bencana tersebut, harus dilakukan secara terpadu melalui analisis tingkat bahaya sesuai Peraturan Gubernur Nomor 53 Tahun 2023.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Mari kita kuatkan sinergi, percepat langkah, dan pastikan Jawa Timur tetap aman, tangguh dan produktif menghadapi musim kemarau tahun 2026,&#8221; ajak Khofifah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Realitas Perubahan Iklim dan Data Bencana<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Data menunjukkan, bahwa selama periode 2022 hingga 2025, sekitar 92 hingga 97 persen bencana di Jawa Timur adalah bencana hidrometeorologi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Khofifah menegaskan, bahwa perubahan iklim dan dinamika cuaca bukan lagi ancaman jangka panjang, melainkan realitas saat ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Respons kita tidak boleh biasa-biasa saja hanya reaktif tetapi harus terukur, cepat dan berbasis data,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan data triwulan pertama tahun 2026, tercatat telah terjadi 121 kejadian bencana alam di Jawa Timur hingga 31 Maret.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut rincian kejadian bencana yang mendominasi pada awal tahun 2026:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Angin kencang: 82 kejadian.<br \/>\nBanjir: 27 kejadian.<br \/>\nDampak: Korban jiwa, kerusakan rumah, serta puluhan ribu kepala keluarga terdampak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hal ini harus menjadi perhatian serius bagi kita semua dan bersama kita lakukan antisipasi,&#8221; sebut Khofifah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan rilis BMKG, musim kemarau 2026 di Jawa Timur diperkirakan mulai terjadi pada bulan Mei di 56,9 persen wilayah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Puncak kemarau diprediksi terjadi pada bulan Agustus, yang mencakup sekitar 70,9 persen wilayah Jawa Timur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Periode kritis diperkirakan akan terus meluas hingga mencapai 72,5 persen wilayah pada puncaknya nanti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Durasi kemarau pada tahun ini juga diprediksi cukup panjang, mencapai 220 hingga 240 hari di sejumlah zona musim. Kita akan menghadapi tekanan kekeringan yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kondisi tahun 2026 diprediksi akan mengalami peningkatan dampak kekeringan, jika dibandingkan dengan data pada tahun 2025.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Menurut BMKG kan terjadi peningkatan dampak kekeringan pada tahun 2026, dibanding tahun 2025,&#8221; pungkas Khofifah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber : t<a href=\"https:\/\/surabaya.tribunnews.com\/gebrakan-sang-pemimpin\/1935829\/khofifah-instruksikan-jatim-siaga-karhutla-jelang-puncak-kemarau-2026\">ribunnews.com<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TRIBUNNEWS.COM (07\/04\/2026) | Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Dampak Hidrometeorologi dan Potensi Kemarau Panjang 2026 di Dyandra Convention Center, Surabaya, Selasa (7\/4\/2026). Acara ini dihadiri oleh Bupati, Wali Kota, jajaran Forkopimda, Perhutani serta berbagai pihak terkait lainnya dalam upaya penguatan koordinasi daerah. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, menekankan pentingnya langkah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":131,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"Khofifah Instruksikan Jatim Siaga Karhutla Jelang Puncak Kemarau 2026","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[13],"tags":[32,19,20,21],"class_list":["post-367617","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-publikasi-media","tag-beritaperhutani","tag-perhutani","tag-perum-perhutani","tag-perumperhutani"],"acf":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/367617","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/131"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=367617"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/367617\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":367622,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/367617\/revisions\/367622"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=367617"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=367617"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=367617"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}