{"id":369610,"date":"2026-04-17T08:49:20","date_gmt":"2026-04-17T01:49:20","guid":{"rendered":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/?p=369610"},"modified":"2026-04-17T08:49:20","modified_gmt":"2026-04-17T01:49:20","slug":"perhutani-banyuwangi-barat-dukung-bpbd-hadapi-kemarau-antisipasi-karhutla","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/perhutani-banyuwangi-barat-dukung-bpbd-hadapi-kemarau-antisipasi-karhutla\/","title":{"rendered":"Perhutani Banyuwangi Barat Dukung BPBD Hadapi Kemarau Antisipasi Karhutla"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">BANYUWANGI BARAT, PERHUTANI (16\/04\/2026) | Perhutani Banyuwangi Barat dukung sepenuhnya upaya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi dalam penanganan kemarau tahun 2026 dalam rapat kordinasi yang dilakukan di Ruang Rapat Witana, BPBD Kabupaten Banyuwangi, pada Senin (13\/04).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rakor ini dihadiri oleh Organisasi Perangkat Daerah Banyuwangi antara lain Dinas PU Pengairan, Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian, PUDAM, Stasiun BMKG Meteorologi Klas III Banyuwangi, Balai TN Alas Purwo, Perhutani KPH Banyuwangi Utara, Perhutani KPH Banyuwangi Barat dan Perhutani KPH Banyuwangi Selatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam sambutannya Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Banyuwangi, Partana menyampaikan bahwa rakor ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak musim kemarau tahun 2026, dimana Berdasarkan rilis prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jawa Timur yang menyampaikan bahwa musim kemarau tahun 2026 lebih kering.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sesuai dengan prediksi BMKG sifat hujan dominan bawah normal serta durasi kemarau yang cederung lebih panjang, maka diperlukan langkah antisipasi dan koordinasi lintas sektor potensi bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla),&#8221; tutur Partana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Rakor ini untuk menentukan langkah langkah strategis para pihak sehingga bisa menjadi bahan pemerintah daerah dalam penanganan bila terjadi kemarau panjang yang berpotensi menyebabkan terjadinya karhutla,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Administratur KPH Banyuwangi Barat, Muklisin mengatakan bahwa Perhutani siap mendukung upaya dari Pemkab Banyuwangi dalam hal ini BPBD dalam penganganan dan penanggulangan kemarau bencana, Dalam mitigasi terjadinya karhutla Perhutani mempunyai standard opersional prosedur (SOP) antara lain pencegahan, pemadaman, dan pasca-kebakaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Langkah utamanya meliputi patroli rutin, deteksi dini, edukasi masyarakat, pemadaman cepat menggunakan alat tangan\/mesin, serta inventarisasi kerusakan dimana prosedur ini bertujuan mempercepat penanganan dan meminimalkan dampak kerusakan hutan,&#8221; jelas Muklisin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Dalam penanganan karhutla Perhutani selalu berkordinasi dengan BPBD, TNI dan Polri secara berjenjang serta melibatkan masyarakat disekitar hutan yaitu Satgas Damkar (Satuan Tugas Pemadaman Kebakaran),&#8221; pungkasnya. (Kom-PHT\/Bwb\/Eko)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Editor: Lra<br data-start=\"1920\" data-end=\"1923\" \/>Copyright\u00a9\ufe0f2026<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANYUWANGI BARAT, PERHUTANI (16\/04\/2026) | Perhutani Banyuwangi Barat dukung sepenuhnya upaya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi dalam penanganan kemarau tahun 2026 dalam rapat kordinasi yang dilakukan di Ruang Rapat Witana, BPBD Kabupaten Banyuwangi, pada Senin (13\/04). Rakor ini dihadiri oleh Organisasi Perangkat Daerah Banyuwangi antara lain Dinas PU Pengairan, Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":35,"featured_media":369613,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"Perhutani Banyuwangi Barat Dukung BPBD Hadapi Kemarau Antisipasi Karhutla","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-369610","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-suara-rimba"],"acf":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/rakor-bpbd-karhutla.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/369610","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/35"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=369610"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/369610\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":369693,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/369610\/revisions\/369693"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/369613"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=369610"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=369610"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=369610"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}