{"id":37429,"date":"2016-05-28T12:01:18","date_gmt":"2016-05-28T05:01:18","guid":{"rendered":"http:\/\/perhutani.co.id\/?p=37429"},"modified":"2022-04-04T12:54:22","modified_gmt":"2022-04-04T12:54:22","slug":"pemerintah-diminta-perluas-lahan-hijauan-dongkrak-kualitas-susu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/pemerintah-diminta-perluas-lahan-hijauan-dongkrak-kualitas-susu\/","title":{"rendered":"Pemerintah Diminta Perluas Lahan Hijauan Dongkrak Kualitas Susu"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BISNIS.COM, BANDUNG (27\/5\/2016) |<\/strong> Kalangan peternak sapi perah di Jawa Barat meminta pemerintah menambah luasan bagi pakan hijauan yang selama ini masih belum maksimal.<!--more--><br \/>\nKetua Koperasi Peternak Bandung Selatan (KPBS) Aun Gunawan mengatakan minimnya keberadaan lahan pakan hijauan membuat kualitas susu stagnan bahkan menurun. Padahal, kontribusi pakan hijauan mencapai 70% bagi kebutuhan sapi perah.<br \/>\n&#8220;Pakan hijau sangat menentukan kualitas susu sapi yang dihasilkan, dan pada akhirnya susu yang berkualitas bagus menentukan harga,&#8221; katanya kepada Bisnis, Jumat (27\/5\/2016).<br \/>\nMenurutnya, saat ini belum ada pihak swasta di Kabupaten Bandung yang membuka agar lahannya bisa digunakan untuk ditanami pakan hijauan, meskipun lahan milik swasta yang tidak digunakan sangat luas.<br \/>\n&#8220;Selama ini peternak mengandalkan lahan liar untuk ditanami, karena swasta belum ada yang membuka diri untuk bekerja sama,&#8221; ujarnya.<br \/>\nDia menjelaskan jika pemerintah menyediakan lahan hijauan, maka produksi susu para peternak akan terkerek. Apalagi, 89% susu dari peternak dikirim ke industri yang produksinya terus meningkat.<br \/>\n&#8220;Sekitar 10% dijual di ritel, sementara susu murni yang diolah sekitar 1%. Untuk itu, peternak mendesak pemerintah menyediakan lahan pakan hijauan guna mendongkrak produksi susu,&#8221; tegasnya.<br \/>\nSenada dengan KPBS. Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Jabar sekaligus Ketua Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Dedi Setiadi menyatakan hampir seluruh peternak sapi di Jabar kesulitan memperoleh pakan hijauan akibat masalah lahan.<br \/>\nDia menyebutkan, sekitar 70% dari 7.500 peternak sapi yang berada di Lembang, Kabupaten Bandung Barat tidak memiliki lahan pakan hijauan.<br \/>\n\u201cIni kendala terbesar yang masih dihadapi para peternak. Selama ini untuk mengatasinya, mereka memanfaatkan pakan alternatif, terutama jerami,\u201d ungkapnya.<br \/>\nAkan tetapi, alternatif jerami tidak bisa mengangkat kualitas susu karena kadar gizinya kurang maksimal. Pihaknya mengharapkan ada kerja sama dengan Perhutani dan perkebunan untuk menyediakan peternakan lahan abadi.<br \/>\nSementara itu, Dinas Peternakan (Disnak) Jabar terus mencari solusi untuk perluasan lahan pakan hijauan bagi peternak sapi perah di provinsi tersebut.<br \/>\nKepala Disnak Jabar Dody Firman Nugraha mengaku terus menjalin komunikasi dengan BUMN seperti Perhutani dan PTPN untuk menyediakan lahan bagi peternak.<br \/>\nTanggal\u00a0 : 27 Mei 2016<br \/>\nSumber\u00a0 : bisnis.com<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BISNIS.COM, BANDUNG (27\/5\/2016) | Kalangan peternak sapi perah di Jawa Barat meminta pemerintah menambah luasan bagi pakan hijauan yang selama ini masih belum maksimal.<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[1824,21],"class_list":["post-37429","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-publikasi-media","tag-kedaulatanpangan","tag-perumperhutani"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37429","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=37429"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37429\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":201514,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37429\/revisions\/201514"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=37429"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=37429"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=37429"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}