{"id":381325,"date":"2026-06-11T12:33:25","date_gmt":"2026-06-11T05:33:25","guid":{"rendered":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/?p=381325"},"modified":"2026-06-11T13:14:04","modified_gmt":"2026-06-11T06:14:04","slug":"perhutani-kph-gundih-dan-polsek-panunggalan-petakan-kawasan-rawan-karhutla-untuk-memperkuat-perlindungan-hutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/perhutani-kph-gundih-dan-polsek-panunggalan-petakan-kawasan-rawan-karhutla-untuk-memperkuat-perlindungan-hutan\/","title":{"rendered":"Perhutani KPH Gundih dan Polsek Panunggalan Petakan Kawasan Rawan Karhutla untuk Memperkuat Perlindungan Hutan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">GUNDIH, PERHUTANI (11\/06\/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Gundih memperkuat sinergi perlindungan lingkungan dengan menggandeng Kepolisian Sektor (Polsek) Panunggalan. Langkah antisipatif ini difokuskan pada pemetaan kawasan hutan yang rawan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan koordinasi lapangan tersebut dilaksanakan oleh Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jambon bersama jajaran Polsek Panunggalan di wilayah Desa Jambon pada Rabu (10\/06\/2026). Selain memetakan titik-titik rawan, pertemuan ini juga menjadi sarana bertukar informasi mengenai potensi gangguan keamanan hutan (gukamhut).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Administratur\/Kepala KPH Gundih, melalui\u00a0 Kepala BKPH Jambon, Eko Arif, menyampaikan bahwa koordinasi lintas sektor memiliki peran penting dalam menjaga kondusivitas wilayah kerja Perhutani. Fokus utama saat ini adalah mengantisipasi munculnya titik api di petak-petak hutan yang berbatasan langsung dengan permukiman warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami terus berupaya membangun komunikasi dan kerja sama yang solid di lapangan. Melalui pemetaan berkala ini, kami berharap upaya menjaga keamanan dan kelestarian kawasan hutan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan,\u201d ujar Eko.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, potensi kebakaran hutan di wilayah yang berbatasan dengan permukiman memerlukan perhatian khusus. Selain mengancam kelestarian ekosistem, kebakaran hutan dan lahan di area perbatasan juga berisiko terhadap keselamatan masyarakat serta dapat berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi warga sekitar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Kapolsek Panunggalan, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Danang Esanto, mengapresiasi langkah aktif Perhutani dalam membangun komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak. Ia menyatakan kesiapan jajaran kepolisian untuk mendukung pengawasan secara berkala di titik-titik yang dinilai rawan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSinergi ini penting untuk memperkuat pengawasan wilayah. Kepolisian siap mendukung penuh upaya bersama ini agar situasi di kawasan hutan tetap aman, tertib, dan kondusif,\u201d kata Danang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui kegiatan komunikasi sosial yang dilaksanakan secara rutin, Perhutani KPH Gundih menegaskan komitmennya untuk terus melibatkan para pemangku kepentingan dalam menjaga aset negara yang memiliki nilai penting dari aspek ekologis, sosial, dan ekonomi. (Kom-PHT\/Gdh\/Dwi)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Editor: Tri<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Copyright \u00a9 2026<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>GUNDIH, PERHUTANI (11\/06\/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Gundih memperkuat sinergi perlindungan lingkungan dengan menggandeng Kepolisian Sektor (Polsek) Panunggalan. Langkah antisipatif ini difokuskan pada pemetaan kawasan hutan yang rawan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kegiatan koordinasi lapangan tersebut dilaksanakan oleh Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jambon bersama jajaran Polsek Panunggalan di wilayah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":44,"featured_media":381328,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[1588,1580,43,45],"class_list":["post-381325","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-suara-rimba","tag-kphgundih","tag-perhutanidivisiregionaljawatengah","tag-perhutanisuararimba","tag-suararimba"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/381325","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/44"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=381325"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/381325\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":381363,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/381325\/revisions\/381363"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/381328"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=381325"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=381325"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=381325"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}