{"id":39716,"date":"2016-08-14T09:37:42","date_gmt":"2016-08-14T02:37:42","guid":{"rendered":"http:\/\/perhutani.co.id\/?p=39716"},"modified":"2022-04-04T12:53:51","modified_gmt":"2022-04-04T12:53:51","slug":"perhutani-kampak-selatan-segera-launching-wana-wisata-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/perhutani-kampak-selatan-segera-launching-wana-wisata-baru\/","title":{"rendered":"Perhutani Kampak Selatan Segera Launching Wana Wisata Baru"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>MEMO-X.COM, TRENGGALEK (13\/8\/2016) |<\/strong> Dalam upaya meningkatkan pendapatan sekaligus kemandirian perusahaan sesuai dengan intruksi dari Administratur KPH Kediri, Perum Perhutani Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kampak terus mengoptimalkan pengelolaan berbagai potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dengan meningkatkan pengembangan sektor kepariwisataan diwilayahnya.<!--more-->BKPH Kampak Setelah melaunching Wana Wisata Banyu Nget beberapa hari yang lalu, kini mulai merintis kembali wanawisata baru dan akan segera dilouncing dan diberi nama wanawisata Ngarai Prongos.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Inugroho Sigit Raharjo, Kepala BKPH Kampak kepada wartawan di kantornya, Rabu (10\/8) mengatakan, \u201cHutan produksi di Kampak ini \u2018kan sangat sedikit. Untuk menjaga kelestarian kawasan hutan konservasi dan untuk meningkatkan kesejahteraan pesanggem (LMDH), kita genjot potensi wisata yang cukup banyak terdapat di wilayah BKPH Kampak ini, baik itu bekas tambang maupun air terjun,\u201d terangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam upaya meningkatkan pendapatan sekaligus kemandirian perusahaan sesuai dengan intruksi dari Administratur KPH Kediri, Perum Perhutani Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kampak terus mengoptimalkan pengelolaan berbagai potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dengan meningkatkan pengembangan sektor kepariwisataan diwilayahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">BKPH Kampak Setelah melaunching Wana Wisata Banyu Nget beberapa hari yang lalu, kini mulai merintis kembali wanawisata baru dan akan segera dilouncing dan diberi nama wanawisata Ngarai Prongos.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Inugroho Sigit Raharjo, Kepala BKPH Kampak kepada wartawan di kantornya, Rabu (10\/8) mengatakan, \u201cHutan produksi di Kampak ini \u2018kan sangat sedikit. Untuk menjaga kelestarian kawasan hutan konservasi dan untuk meningkatkan kesejahteraan pesanggem (LMDH), kita genjot potensi wisata yang cukup banyak terdapat di wilayah BKPH Kampak ini, baik itu bekas tambang maupun air terjun,\u201d terangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cHarapannya, tanaman yang kita tanam jika berbuah, para primata liar ini mau manampakkan diri lagi secara berkelompok di kawasan gunung Prongos,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jalur darat untuk menuju gunung Prongos dan Pronggos Tree House yang terletak di Desa Timahan tidak terlalu jauh dan sulit. Jika kita sudah berada di wilayah Kecamatan Kampak, rute yang dilalui<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">adalah pertigaan selatan kantor Polsek Kampak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian lurus ke barat sekitar 5 km. Di sebelah kiri jalan sudah terpampang banner selamat datang di kawasan wisata Ngarai Prongos. (rud)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanggal : 13 Agustus 2016<br \/>\nSumber :<a href=\"http:\/\/trenggalek.memo-x.com\/688\/perhutani-kampak-selatan-segera-launching-wana-wisata-baru\/2\"> Trenggalek.memo-x.com<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MEMO-X.COM, TRENGGALEK (13\/8\/2016) | Dalam upaya meningkatkan pendapatan sekaligus kemandirian perusahaan sesuai dengan intruksi dari Administratur KPH Kediri, Perum Perhutani Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kampak terus mengoptimalkan pengelolaan berbagai potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dengan meningkatkan pengembangan sektor kepariwisataan diwilayahnya.<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[1602,1585,21,36],"class_list":["post-39716","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-publikasi-media","tag-kphkediri","tag-perhutanidivisiregionaljawatimur","tag-perumperhutani","tag-wisata"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39716","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39716"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39716\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":201262,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39716\/revisions\/201262"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39716"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39716"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39716"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}