{"id":40843,"date":"2016-10-17T18:48:23","date_gmt":"2016-10-17T11:48:23","guid":{"rendered":"http:\/\/www.perhutani.co.id\/?p=40843"},"modified":"2022-04-04T12:53:34","modified_gmt":"2022-04-04T12:53:34","slug":"perhutani-angkat-legenda-cipamingkis-jadi-wisata-indah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/perhutani-angkat-legenda-cipamingkis-jadi-wisata-indah\/","title":{"rendered":"Perhutani Angkat Legenda Cipamingkis Jadi Wisata Indah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong><a href=\"http:\/\/www.perhutani.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/10\/Slide1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-40871\" src=\"http:\/\/www.perhutani.co.id\/wp-content\/uploads\/2016\/10\/Slide1-201x300.jpg\" alt=\"(Dok.Kom-PHT\/Kanpus\/2016)\" width=\"201\" height=\"300\" \/><\/a>BOGOR, PERHUTANI (17\/10\/2016)| <\/strong>Bagi masyarakat desa hutan Wargajaya, Kecamatan Sukamakmur, Bogor, legenda Curug Cipamingkis tidak asing lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Udara dingin\u00a0 16-20 derajat celcius di hutan pinus ketinggian 1.200 m DPAL diyakini menyimpan &#8216;hawa lain&#8217; bagi warga desa yang sebagian besar bekerja di hutan Perhutani dan sebagai petani sayuran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more-->Masyarakat \u00a0meyakini Curug Cipamingkis dihuni Pangeran Langit dan Dewi Ular yang saling mencintai. Cinta mereka akan menular kepada siapa saja yang mandi air Curug di waktu pagi, selain air curug berkhasiat memudahkan\u00a0 jodoh dan menyehatkan.<\/p>\n<p>Suara gemericik air terjun Curug Cipamingkis berasal dari pertemuan sungai Cipamingkis dan sungai Cisarua. \u00a0Legenda Curug Cipamingkis tetap hidup hingga kini karena Perhutani KPH Bogor menyulap kawasan curug menjadi destinasi wisata yang kini diburu pengunjung.<br \/>\nTersedia wahana Jembatan Pohon Kiara, Air Terjun Curug Cipamingkis, Jembatan Cinta, Terapi Ikan, Taman Bharatayudha, <em>Camping Ground<\/em>, \u00a0<em>Stone Garden<\/em>, dan Perahu Asmara. \u00a0Curug Cipamingkis terletak di kawasan hutan petak 30C, RPH Cipamingkis, BKPH Bogor, Perhutani KPH Bogor. Mudah dijangkau kendaraan dari Cibinong atau kawasan Sentul City langsung ke Sukamakmur (32 km), atau dari Bekasi &#8211; Jonggol ke Sukamakmur (50km), atau dari Taman Bunga Nusantara Puncak Cipanas ke Sukamakmur (17 km).<br \/>\nBila ingin mencoba khasiat air terjun ketinggian 7 meter tersebut, disarankan memakai sepatu khusus pendaki gunung atau <em>hiking<\/em> sehingga pijakan kaki mantap saat melewati batu-batu besar di sekitar air terjun. \u00a0Demikian pula berfoto di Jembatan Pohon Kiara setinggi 30 meter, sensasinya amboi luar biasa. \u00a0(Kom-PHT\/Kanpus)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Editor: Soe<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Copyright\u00a92016<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BOGOR, PERHUTANI (17\/10\/2016)| Bagi masyarakat desa hutan Wargajaya, Kecamatan Sukamakmur, Bogor, legenda Curug Cipamingkis tidak asing lagi. Udara dingin\u00a0 16-20 derajat celcius di hutan pinus ketinggian 1.200 m DPAL diyakini menyimpan &#8216;hawa lain&#8217; bagi warga desa yang sebagian besar bekerja di hutan Perhutani dan sebagai petani sayuran.<\/p>\n","protected":false},"author":77,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[1661,2154,2162,42,2163,45,113,52,21,49,36],"class_list":["post-40843","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-publikasi-media","tag-kphbogor","tag-legenda","tag-masyaarakat","tag-perhutanidivisiregionaljawabaratdanbanten","tag-perhutaniwisata","tag-suararimba","tag-kerjasama","tag-lmdh","tag-perumperhutani","tag-suararimbaperhutani","tag-wisata"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40843","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/77"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40843"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40843\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":201131,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40843\/revisions\/201131"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40843"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40843"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40843"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}