{"id":45833,"date":"2017-03-12T08:28:33","date_gmt":"2017-03-12T01:28:33","guid":{"rendered":"http:\/\/www.perhutani.co.id\/?p=45833"},"modified":"2022-04-04T12:52:13","modified_gmt":"2022-04-04T12:52:13","slug":"pariwisata-bogor-timur-tawarkan-alternatif-mainstream-puncak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/pariwisata-bogor-timur-tawarkan-alternatif-mainstream-puncak\/","title":{"rendered":"Pariwisata Bogor Timur Tawarkan Alternatif &quot;Mainstream&quot; Puncak"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/www.perhutani.co.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/Logo-PHTsmall.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-44857 alignleft\" src=\"http:\/\/www.perhutani.co.id\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/Logo-PHTsmall-300x300.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" \/><\/a>ANTARANEWS.COM (11\/3\/2017) | Bagi masyarakat yang sudah jenuh &#8212; bahkan mulai terganggu dengan kemacetan Puncak &#8212; sebenarnya cukup banyak pilihan alternatif untuk berlibur, termasuk dengan suasana hawa sejuk yang mengiringnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satunya adalah Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Pancar di Kampung Ciburial, Desa Karang Tengah-Sentul, Kecamatan Babakan Madang, dan Hotel Lor In yang menyatu dengan sirkuit Sentul.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian, wahana petualangan air &#8220;Water Kingdom&#8221; Mekarsari di Jalan Raya Cileungsi-Jonggol Km3, Kecamatan Cileungsi, Wana Wisata &#8220;Curug&#8221; (air terjun) Cipamingkis, di Desa Warga Jaya, Kecamatan Sukamakmur, dan wana wisata penangkaran rusa di Cariu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">TWA Gunung Pancar yang berfungsi sebagai hutan wisata berada di bawah pengelolaan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah I Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejumlah fasilitas yang ditawarkan adalah layanan berkemah di lokasi dengan kesejukan alam, udara bersih, segar dan hijau hutan pinus khas Gunung Pancar, yang dihiasi hamparan batu alam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jenis perkemahan yang ada adalah &#8220;Super Camp&#8221; di beberapa lokasi, yakni di Bukit Batu Hijau yang berkapasitas 400 orang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian, Bukit Batu Gade berkapasitas 350 orang, Lembah Hijau (150 orang), serta Lembah Pakis dan Bukit Batu Pandan dengan kapasitas 100 orang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain TWA Gunung Pancar, dari kawasan Sentul juga dilengkapi dengan hotel Lor In, yang disebut General Manager (GM)-nya Heri Haryosa sebagai &#8220;hunian pertama di dunia&#8221;, yang berhadapan dengan sirkuit balap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami minta doa dan dukungan masyarakat agar sirkuit Sentul bisa menjadi tempat penyelenggaraan balap sekaliber MotoGP sehingga kepariwisataan di Kabupaten Bogor, termasuk fasilitas hunian akan makin dikenal dunia,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Terluas di Asia<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari kawasan timur Kabupaten Bogor, tujuan wisata lain yang sedang dan terus berkembang adalah &#8220;Water Kingdom Mekarsari, sebuah wahana petualangan air, yang terletak di Mekarsari, Kabupaten Cileungsi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sejak dibuka pada 12 Desember 2012 dengan luas area 5,6 hektare, wahana ini adalah yang terluas di Asia,&#8221; kata Direktur Penjualan dan Pemasaran &#8220;Water Kingdom Mekarsari&#8221; S Widi Karyaningsih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konsep wahana itu menggabungkan prinsip bermain (<em>play<\/em>), pendidikan jasmani (<em>physical education<\/em>), olahraga (<em>sport<\/em>), rekreasi (<em>recreation<\/em>) dan ritme gerak manusia dalam zona kenyamanan (<em>leisure<\/em>).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Klaim terluas di Asia, menurut dia, karena di wahana tersebut juga terdapat danau, yang belum ada pada arena sejenis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebanyak 12 wahana dan permainan yang disediakan di antaranya &#8220;Boomerang Slide&#8221;, dengan panjang luncuran 118 meter dan tinggi menara 16 meter yang memacu adrenalin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian, &#8220;Raft Slide&#8221; terpanjang di Indonesia, yang memiliki panjang luncuran 229 meter dan luncuran tanpa atap (open slide) 116 meter, dan menara peluncur setinggi 10,5 meter.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sedangkan &#8220;Racer Slide&#8221; dengan panjang luncuran 50 meter dan tinggi menara 8,3 meter disediakan untuk keluarga yang ingin adu balap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami juga menyediakan fasilitas untuk bermain air bagi balita atau yang belum bisa berenang dengan aman dan nyaman,&#8221; kata Widi Karyaningsih, dan menyebutkan di antaranya adalah &#8220;Kiddy Pool&#8221;, Toddler Pool&#8221;, dan &#8220;Octopus Splash Pool&#8221;.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Curug Cipamingkis<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak kalah menarik dari objek wisata lain dari kawasan timur Bogor lainnya, adalah &#8220;Curug Cipamingkis&#8221;.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Curug itu, merupakan area wisata yang dikelola oleh Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) setempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wana wisata Curug Cipamingkis adalah air terjun yang indah dengan fenomena alam yang asri dan menyejukkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa fasilitas yang disediakan adalah &#8220;Jembatan Cinta&#8221;, dan &#8220;Perahu Asmara&#8221;, yang sering dipakai untuk swafoto, kolam dan taman Bratayudha, rumah pohon, area perkemahan &#8220;Camping Ground&#8221; untuk menginap, dan &#8220;Stones Garden&#8221;.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lokasinya berada di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cipamingkis BKPH Bogor, Perum Perhutani KPH Bogor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Luas pengelolaan 16,50 ha dan akses menuju lokasi bisa menggunakan kendaraan roda empat dan sepeda motor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jalur yang bisa ditempuh, yakni bisa melalui: Cibinong-Sentul-Babakan Madang-Sukamakmur (40 km), kemudian Bekasi-Jonggol-Sukamakmur (50 km), dan Cianjur-Cipanas-Hanjawar-Loji- Sukamakmur (17,5 km).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Penangkaran Rusa<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di kawasan timur, masih ada satu lagi objek wisata lain, yakni penangkaran rusa di kawasan Cariu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Walaupun dulu dikenal lokasinya masuk wilayah Kecamatan Cariu, namun kini berada di Desa Buanajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, yang tidak jauh dari perbatasan dengan Kabupaten Cianjur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengelolanya adalah Perum Perhutani Wilayah III Jabar, dengan luas lebih kurang 10 ha, termasuk di dalamnya dua ha lahan khusus bagi penanaman rumput untuk pakan satwa itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Populasi saat dibuka pada 1993 mencapai 100-an ekor, dengan jenis rusa Timor (Cervus timorenses), rusa bawean (Axis kuhli), dan rusa totol (Axis axis), namun saat ini hanya sekitar belasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Daya tarik di kawasan ini, rusa yang ada jinak sehingga masyarakat pengunjung sudah biasa berinteraksi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Pengunjung bisa memegang, memberi makan, dan juga dapat diajak swafoto,&#8221; kata Ajum, salah satu pemandu dari pihak pengelola.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk menuju lokasi penangkaran, memang sedikit membutuhkan nyali, karena harus melewati jembatan gantung sepanjang 16,6 meter &#8212; yang hanya dapat menampung 10 orang maksimal ketika dilintasi &#8212; yang terbuat dari bambu dan tergantug pada kawat baja yang melintasi Sungai Cibeet.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di atas sungai yang merupakan bagian Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung itu bertebaran batu-batu alam ukuran besar, di sela-sela derasnya air.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Kasie Kerja Sama Disbudpar Kabupaten Bogor Reni Jumhartini, gagasan mengangkat potensi tujuan wisata dengan menggandeng media massa itu diharapkan semakin membuat Kabupaten Bogor dikenal, baik nasional maupun internasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Tahun 2016 sudah kita mulai dengan mengangkat kawasan barat, dan kini di kawasan timur. Mudah-mudahan dengan ekspose positif, kepariwisataan di Kabupaten Bogor semakin maju lagi,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, kini wisatawan sudah punya cukup banyak pilihan untuk mengunjungi keindahan alam di Kabupaten Bogor, yang tidak harus di Puncak, dan wilayah timur adalah alternatifnya.<br \/>\nEditor: Aditia Maruli<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber: <a href=\"http:\/\/www.antaranews.com\/berita\/617401\/pariwisata-bogor-timur-tawarkan-alternatif-mainstream-puncak\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">antaranews.com<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanggal: 11 Maret 2017<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTARANEWS.COM (11\/3\/2017) | Bagi masyarakat yang sudah jenuh &#8212; bahkan mulai terganggu dengan kemacetan Puncak &#8212; sebenarnya cukup banyak pilihan alternatif untuk berlibur, termasuk dengan suasana hawa sejuk yang mengiringnya. Salah satunya adalah Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Pancar di Kampung Ciburial, Desa Karang Tengah-Sentul, Kecamatan Babakan Madang, dan Hotel Lor In yang menyatu dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":95,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[1661,35,32,19,21,2561],"class_list":["post-45833","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-publikasi-media","tag-kphbogor","tag-wisataperhutani","tag-beritaperhutani","tag-perhutani","tag-perumperhutani","tag-wisatabogor"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45833","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/95"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45833"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45833\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":200604,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45833\/revisions\/200604"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45833"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45833"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45833"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}