{"id":49377,"date":"2017-09-04T15:34:18","date_gmt":"2017-09-04T08:34:18","guid":{"rendered":"http:\/\/www.perhutani.co.id\/?p=49377"},"modified":"2022-04-04T12:51:13","modified_gmt":"2022-04-04T12:51:13","slug":"kayu-perhutani-bersertifikat-internasional-standar-fsc","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/kayu-perhutani-bersertifikat-internasional-standar-fsc\/","title":{"rendered":"Kayu Perhutani Bersertifikat Internasional Standar FSC"},"content":{"rendered":"<div id=\"attachment_49391\" style=\"width: 310px\"  class=\"wp-caption alignleft\"><a href=\"http:\/\/www.perhutani.co.id\/wp-content\/uploads\/2017\/09\/2.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-49391 size-medium\" src=\"http:\/\/www.perhutani.co.id\/wp-content\/uploads\/2017\/09\/2-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" \/><\/a><p class=\"wp-caption-text\">Dok.Kom-PHT\/ Kanpus \u00a92017<\/p><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">JAKARTA, PERHUTANI (04\/9\/2017) | Direktur Utama Perum Perhutani Denaldy M Mauna menyatakan Perhutani sampai saat ini mampu mempertahankan sertifikat pengelolaan hutan lestari standar internasional FSC setelah tiga unit Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH)\u00a0 Randublatung, KPH Madiun dan KPH Ciamis\u00a0 dinyatakan lolos audit surveillance ke dua oleh lembaga sertifikasi SGS Qualifor Indonesia beberapa waktu lalu (11\/8).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPerhutani konsisten menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan hutan lestari sesuai standar FSC, juga standar nasional sesuai aturan yang berlaku. Untuk standar FSC ini,\u00a0 selain memenuhi kebutuhan pasar kayu bersertifikat FSC dari domestik maupun internasional yang semakin tahun semakin meningkat, industri kayu Perhutani juga menghasilkan produk berbahan baku 100% kayu FSC certified,&#8221; demikian Denaldy.<\/p>\n<p>Pengelolaan hutan Perhutani selama ini telah menerapkan prinsip-prinsip Sustainable Forest Management mengacu pada standar mandatory Pemerintah dan standar internasional Forest Stewardship Council (FSC).\u00a0 Bahkan pada tahun 1990, Perhutani merupakan perusahaan kehutanan pertama di dunia yang mendapat sertifikat Internasional \u201cSustainable Forest Management\u201d dari Smartwood Rain Forest Allience, Amerika Serikat.\u00a0 Sertifikat tersebut pernah ditangguhkan tahun 1998 karena kasus penjarahan hutan, namun Perhutani terus melakukan perbaikan hingga meraih kembali sertifikat tersebut pada 2011.<br \/>\nDelapan KPH Perhutani yang bersertifikat FM-FSC adalah KPH Cepu, KPH Randublatung, KPH Ciamis, KPH Kebonharjo, KPH Kendal, KPH Madiun, KPH Banyuwangi Utara, KPH Banten dengan skema sertifikat multisite bernomor:\u00a0 SGS-FM\/CoC-010716 berlaku hingga tahun 2021.\u00a0 Sertifikat FM-FSC ini merupakan bentuk <em>green certificate<\/em> yang menunjukkan bahwa kayu-kayu yang diproduksi bersumber dari hutan yang dikelola sesuai prinsip kelestarian produksi, sosial dan lingkungan.<br \/>\nPerhutani menghasilkan 120 m<sup>3\u00a0<\/sup>kayu FSC, terdiri dari jati 100 ribu m<sup>3<\/sup> dan kayu rimba 20 ribu m<sup>3 <\/sup>pada 2016, sedangkan sampai Juli\u00a0 2017, menghasilkan\u00a0 78 ribu m<sup>3<\/sup> kayu FSC terdiri dari Jati 69 ribu m<sup>3<\/sup> dan rimba seperti Mahoni, Sonokeling, Johar, Akasia, Trembesi, Sengon, Gmelina sebanyak 8 ribu m<sup>3<\/sup>. (Kom-PHT\/PR\/2017-IX-44)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, PERHUTANI (04\/9\/2017) | Direktur Utama Perum Perhutani Denaldy M Mauna menyatakan Perhutani sampai saat ini mampu mempertahankan sertifikat pengelolaan hutan lestari standar internasional FSC setelah tiga unit Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH)\u00a0 Randublatung, KPH Madiun dan KPH Ciamis\u00a0 dinyatakan lolos audit surveillance ke dua oleh lembaga sertifikasi SGS Qualifor Indonesia beberapa waktu lalu (11\/8). \u201cPerhutani [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":95,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[13],"tags":[1604,1990,237,2890,2891,19,21],"class_list":["post-49377","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-publikasi-media","tag-denaldymmauna","tag-sertifikatfsc","tag-fsc","tag-fsc-wood","tag-hutanlestari","tag-perhutani","tag-perumperhutani"],"acf":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49377","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/95"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49377"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49377\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":200249,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49377\/revisions\/200249"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49377"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49377"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49377"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}