{"id":50093,"date":"2017-10-09T09:26:45","date_gmt":"2017-10-09T02:26:45","guid":{"rendered":"http:\/\/www.perhutani.co.id\/?p=50093"},"modified":"2022-04-04T12:51:01","modified_gmt":"2022-04-04T12:51:01","slug":"menikmati-indahnya-curug-jeglung-di-kendal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/menikmati-indahnya-curug-jeglung-di-kendal\/","title":{"rendered":"Menikmati Indahnya Curug Jeglung di Kendal"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/www.perhutani.co.id\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/2826819552.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-50094 alignleft\" src=\"http:\/\/www.perhutani.co.id\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/2826819552-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" \/><\/a>KOMPAS.COM (9\/10\/20) | Curug Jeglung adalah tempat wisata yang ada di Kabupaten Kendal Jawa Tengah. Tepatnya terletak di Dukuh Jeplak, Desa Bendosari, Kecamatan Plantungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari kota Kendal, tempat wisata yang menjual keindahan alam hutan dan curug ini, berjarak sekitar 42 kilometer.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tempatnya dingin dan sangat cocok untuk menghilangkan penat. Curug Jeglung masih sangat alami. Pohon-pohon pinus yang tumbuh di sekitar lokasi wisata menambah keindahan alam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengunjung bisa juga menikmati pemandangan dari atas gardu yang disiapkan oleh pengelola. Kalau capek, bisa juga beristirahat di ayunan atau duduk-duduk santai di bangku bambu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mau berselfie, juga bisa. Tempat wisata Curug Jeglung dikelola oleh masyarakat yang tinggal di sekitar desa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu pengunjung Curug Jeglung, Agus Umar, mengaku sangat senang bisa menikmati pemandangan di tempat wisata ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warga Kendal yang menikmati pemandangan Curug Jeglung bersama 3 temannya itu berharap ada permainan lain di tempat wisata tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya hanya mandi di curug dan foto selfie. Sebenarnya saya ingin rafting dan flying fox. Tapi belum ada, \u201c kata Umar, Minggu (8\/10\/2017).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Senada dengan Umar. Warga Semarang, Wava, berharap ada wahana permainan di tempat wisata Curug Jeglung. Sebab, kalau hanya curug dan hutannya, pengunjung cepat bosan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Tempatnya sangat bagus,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut salah satu pengelola tempat wisata Curug Jeglung, Jaka Setiawan, wisata Curug Jeglung mulai dikelola oleh warga 2 tahun lalu. Untuk masuk ke tempat wisata itu, pengunjung hanya ditarik uang tiket sebesar Rp 5.000.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKita masih menjual pemandangan alam. Nantinya, akan ada permainan air dan lainnya,\u201d kata Jaka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat ini, tambah Jaka, pihaknya masih terus melakukan pembenahan. Terutama sekali, infrastruktur. Sehingga nantinya, pengunjung bisa mudah berjalan menuju ke lokasi Curug Jeglung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJarak tempuh ke curug dari pintu masuk tempat wisata, sekitar 600 meter. Jalannya menurun. Kami masih berusaha membangun jalan, supaya pengunjung aman dan nyaman,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kendal, Tavip Purnomo mengaku sudah pernah datang ke tempat wisata Curug Jeglung. Tempat itu, adalah milk Perhutani yang dikelola oleh masyarakat yang tinggal di sekitar hutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya curug ini bagus dan masih alami. Yang bisa dilakukan oleh pemerintah saat ini, baru membantu memberi bimbingan manajemen sehingga warga bisa mengelola tempat wisata dengan baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau bantuan lainnya, belum bisa,\u201d kata Tavip.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Soal bantuan infrastruktur, tambah Tavip, masih perlu koordinasi dengan dinas terkait. Sebab di dinasnya tidak ada anggaran untuk pembangunan jalan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber : <a href=\"http:\/\/travel.kompas.com\/read\/2017\/10\/09\/071800727\/menikmati-indahnya-curug-jeglung-di-kendal\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">kompas.com<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanggal : 9 Oktober 2017<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KOMPAS.COM (9\/10\/20) | Curug Jeglung adalah tempat wisata yang ada di Kabupaten Kendal Jawa Tengah. Tepatnya terletak di Dukuh Jeplak, Desa Bendosari, Kecamatan Plantungan. Dari kota Kendal, tempat wisata yang menjual keindahan alam hutan dan curug ini, berjarak sekitar 42 kilometer. Tempatnya dingin dan sangat cocok untuk menghilangkan penat. Curug Jeglung masih sangat alami. Pohon-pohon [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[13],"tags":[35,32,19,20,21],"class_list":["post-50093","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-publikasi-media","tag-wisataperhutani","tag-beritaperhutani","tag-perhutani","tag-perum-perhutani","tag-perumperhutani"],"acf":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50093","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50093"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50093\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":200188,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50093\/revisions\/200188"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50093"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50093"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50093"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}