{"id":50882,"date":"2017-11-20T12:10:03","date_gmt":"2017-11-20T05:10:03","guid":{"rendered":"http:\/\/www.perhutani.co.id\/?p=50882"},"modified":"2022-04-04T12:50:34","modified_gmt":"2022-04-04T12:50:34","slug":"kesejukan-dan-panorama-bukit-cemara-sewu-di-bayat-pikat-pengunjung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/kesejukan-dan-panorama-bukit-cemara-sewu-di-bayat-pikat-pengunjung\/","title":{"rendered":"Kesejukan dan Panorama Bukit Cemara Sewu di Bayat Pikat Pengunjung"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/www.perhutani.co.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/bukit-cemara-sewu.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-50883 alignleft\" src=\"http:\/\/www.perhutani.co.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/bukit-cemara-sewu-300x201.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"201\" \/><\/a>SOLOPOS.COM (20\/11\/2017) | Bukit Cemara Sewu yang berada di Desa Banyuripan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, bakal digarap jadi destinasi wisata. Suasana dan pemandangan di bukit itu disebut-sebut lebih menarik ketimbang Bukit Cinta di Desa Gununggajah, Bayat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu pengunjung Bukit Cemara Sewu, Agus Nugroho, 16, warga Kecamatan Bayat, mengaku kunjungannya ke sana adalah kali ketujuh. Ia datang bersama temannya Reni Diah, 14.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDi sini suasananya lebih sejuk ketimbang Bukit Cinta. Pemandangannya juga bagus,\u201d ujar dia, saat ditemui di Cemara Sewu, Minggu (19\/11\/2017). Dia berharap, kawasan itu bisa ditata untuk memudahkan pengunjung mencapai lokasi cemara sewu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk ke sana, pengunjung harus berjalan kaki melalui jalan setapak yang menanjak sekitar 10 menit. Tak jarang, pengunjung mendapati jalan licin akibat hujan semalam. \u201cKalau jalannya dibeton misalnya kan jadi lebih mudah ke sininya,\u201d kata Agus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengunjung lain, Hengky TMB, 30, mengungkapkan hampir setiap sore ia dan rekan-rekannya dalam Terabas Mangkat Bayat, sebuah klub penggemar motor trail, menjelajah bukit milih Perhutani itu. Baginya, kondisi trek di sana memiliki banyak variasi dan nyaman dilalui. \u201cYang pasti ini paling dekat dengan base camp. Trek ini cocok buat latihan pemula,\u201d tutur dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menyatakan lokasi itu ditemukan tak sengaja oleh pegiat motor trail yang kerap berlatih di sana. Jalur menanjak dengan tanah padas menjadi tantangan khusus bagi pencinta motor trail.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSebenarnya sama seperti di Bukit Cinta. Awalnya jalur ngetrek. Lalu mulai digarap sebagai tujuan wisata. Selain buat ngetrek, di sini sering ada outbond atau kemah. Yang pacaran di sini juga banyak,\u201d beber Hengky.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warga di sekitar Bukit Cemara Sewu, Mujiyanto, 69, warga Dukuh Tegalmiri, Desa Banyuripan, Bayat, menanti-nanti turun tangan pemerintah mengelola bukit itu. \u201cIni yang saya tunggu-tunggu. Katanya 2018 mau dibuka,\u201d ujar dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dia menuturkan bukit Cemara Sewu jauh lebih dulu terkenal ketimbang Bukit Cinta. Banyak orang berdatangan untuk outbond mulai dari anak PAUD hingga perguruan tinggi. \u201cDi sini kalau liburan atau tanggal merah pasti ramai pengunjungnya,\u201d beber dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Desa Banyuripan, Tugino, membenarkan ada rencana penataan kawasan itu menjadi objek wisata baru. \u201cKami juga harus berkoordinasi dulu dengan Perhutani soal izin pengelolaan lahan itu seperti apa. Kalau klir, baru kami sampaikan usulan dan penganggaran di Musrenbangdes,\u201d kata Tugino, Minggu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kawasan itu, lanjut Tugino, bakal dikembangkan menjadi tempat bermain. Di sana, dibangun sebuah konsep wisata outbond dilengkapi flying fox dan lainnya. Penataan juga dilakukan dengan mendirikan kios-kios agar warga bisa berjualan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber : <a href=\"http:\/\/www.solopos.com\/2017\/11\/20\/wisata-klaten-kesejukan-dan-panorama-bukit-cemara-sewu-di-bayat-pikat-pengunjung-870347\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">solopos.com<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanggal : 20 November 2017<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SOLOPOS.COM (20\/11\/2017) | Bukit Cemara Sewu yang berada di Desa Banyuripan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, bakal digarap jadi destinasi wisata. Suasana dan pemandangan di bukit itu disebut-sebut lebih menarik ketimbang Bukit Cinta di Desa Gununggajah, Bayat. Salah satu pengunjung Bukit Cemara Sewu, Agus Nugroho, 16, warga Kecamatan Bayat, mengaku kunjungannya ke sana adalah kali ketujuh. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[13],"tags":[35,32,19,20,21],"class_list":["post-50882","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-publikasi-media","tag-wisataperhutani","tag-beritaperhutani","tag-perhutani","tag-perum-perhutani","tag-perumperhutani"],"acf":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50882","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50882"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50882\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":200054,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50882\/revisions\/200054"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50882"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50882"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50882"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}