{"id":54538,"date":"2018-04-19T09:33:26","date_gmt":"2018-04-19T02:33:26","guid":{"rendered":"http:\/\/www.perhutani.co.id\/?p=54538"},"modified":"2022-04-04T12:49:56","modified_gmt":"2022-04-04T12:49:56","slug":"wow-sepekan-pasca-diresmikan-cindhelaras-diserbu-ribuan-pengunjung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wow-sepekan-pasca-diresmikan-cindhelaras-diserbu-ribuan-pengunjung\/","title":{"rendered":"Wow, Sepekan Pasca Diresmikan, Cindhelaras Diserbu Ribuan Pengunjung"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/www.perhutani.co.id\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/wow-sepekan-pasca-diresmikan-cindhelaras-diserbu-ribuan-pengunjung_m_66226.jpeg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-54539 alignleft\" src=\"http:\/\/www.perhutani.co.id\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/wow-sepekan-pasca-diresmikan-cindhelaras-diserbu-ribuan-pengunjung_m_66226-300x188.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"188\" \/><\/a>JAWAPOS.COM (19\/4\/2018) | Kabupaten Grobogan punya tambahan destinasi wisata alam. Yakni wisata Cindhelaras. Lokasi wisata berada di Desa Bandungharjo, Toroh, ini, baru diresmikan akhir pekan lalu. Meski baru, namun kini sudah ada sekitar 4 ribu pengunjung yang datang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kawasan wisata alam seluas 3,5 hektare di lahan miliki Perhutani KPH Gundih ini, sebenarnya telah lama ada. Namun sempat terbengkalai. Kemudian, kini dikelola dengan baik oleh PT Cindhelaras, Perhutani KPH Gundih, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), dan Pemerintah Desa Bandungharjo.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cindhelaras sendiri identik dengan legenda Kerajaan Jenggala, Jawa Timur. Di lokasi wisata itu, memang ada petilasan Pangeran Cindhelaras yang menjadi wisata religi. Selain itu, ada peninggalan sendang Panguripan dan sendang Teleng.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201dLokasi wisata tersebut semakin ditonjolkan. Bahkan ada spot foto di berbagai sudut. Termasuk ditambah dengan fasilitas outbound untuk pengunjung dewasa maupun anak-anak. Selain itu, juga ada flying fox, camping ground, permainan tradisional, hingga treetop foodcourt yang menjadi pusat dari tempat wisata tersebut,\u201d jelas Administratur KPH Gundih Sudaryana kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terpisah, Manager PT Cindhelaras Jumadi mengatakan, fasilitas yang ada baru sebatas itu. Namun, seiring berjalannya waktu, pihaknya akan terus menambah fasilitas secara bertahap. \u201dMudah-mudahan yang ada ini sudah mampu mengundang daya tarik pengunjung. Tarif masuknya juga hanya Rp 3 ribu. Sedangkan outbond hanya Rp 25 ribu per orang,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pihaknya juga melakukan kerja sama dengan sekolah-sekolah yang berada di sekitar. Hal itu sekaligus untuk mengenalkan wisata alam yang ada di daerah mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk semakin membuat suasana sejuk, ke depan pihaknya akan mengadakan penanaman 7 juta bibit tanaman kayu putih. \u201dKami juga akan membuat wisata agro dengan menyediakan buah-buahan,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber : <a href=\"https:\/\/www.jawapos.com\/radarkudus\/read\/2018\/04\/19\/66226\/wow-sepekan-pasca-diresmikan-cindhelaras-diserbu-ribuan-pengunjung\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">jawapos.com<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanggal : 19 April 2018<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAWAPOS.COM (19\/4\/2018) | Kabupaten Grobogan punya tambahan destinasi wisata alam. Yakni wisata Cindhelaras. Lokasi wisata berada di Desa Bandungharjo, Toroh, ini, baru diresmikan akhir pekan lalu. Meski baru, namun kini sudah ada sekitar 4 ribu pengunjung yang datang. Kawasan wisata alam seluas 3,5 hektare di lahan miliki Perhutani KPH Gundih ini, sebenarnya telah lama ada. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[13],"tags":[35,32,937,19,20,21],"class_list":["post-54538","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-publikasi-media","tag-wisataperhutani","tag-beritaperhutani","tag-kph-gundih","tag-perhutani","tag-perum-perhutani","tag-perumperhutani"],"acf":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54538","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54538"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54538\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":199844,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54538\/revisions\/199844"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54538"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54538"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54538"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}