{"id":62662,"date":"2018-07-18T08:15:11","date_gmt":"2018-07-18T01:15:11","guid":{"rendered":"http:\/\/www.perhutani.co.id\/?p=62662"},"modified":"2022-04-04T12:49:35","modified_gmt":"2022-04-04T12:49:35","slug":"menyulap-hutan-sunyi-jadi-tempat-wisata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/menyulap-hutan-sunyi-jadi-tempat-wisata\/","title":{"rendered":"Menyulap Hutan Sunyi Jadi Tempat Wisata"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/www.perhutani.co.id\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/suaramerdeka3.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-62663 alignleft\" src=\"http:\/\/www.perhutani.co.id\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/suaramerdeka3-300x176.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"176\" \/><\/a>SUARAMERDEKA.COM (18\/07\/2018) |\u00a0Kehadiran Bukit Kartapona perlahan- lahan mengubah wajah Desa Kebutuhduwur Kecamatan Pagedongan. Kegigihan warga menyulap kawasan hutan yang sunyi, kini mulai membuahkan hasil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Desa yang terletak di wilayah selatan Banjarnegara ini, mulai dikenal dengan wisata Bukit Kartapona. Sebelumnya, desa yang berbatasan dengan hutan damar milik Perhutani ini hampir tanpa gaung, kecuali saat musim kemarau mengalami krisis air bersih. Kini, kawasan hutan yang sebelumnya sunyi dipoles warga menjadi daya tarik wisata dengan nama Kartapona.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu penggagasnya yakni Sutarno, yang juga Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) desa setempat. Menurutnya, ada semangat baru dari warga yang peduli untuk membangun desa melalui wisata.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gayung bersambut, gagasan itu disambut antusias oleh pemuda yang tergabung dalam karang taruna. \u201dDengan modal semangat, kami berkoordinasi dengan Perhutani dan mulai menata hutan damar di tepi jalan menjadi tempat wisata,\u201d ujarnya. Melalui swadaya, warga pun memoles sepetak lahan di kawasan hutan damar itu yang awalnya sepi agar terlihat lebih menarik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa ornamen alami dipasang di beberapa sudut. Puluhan payung warna-warni juga digantung di bawah rerimbunan pohon penghasil getah itu. Warga juga membuat arena panggung melingkar mengikuti tanah berundak. Momentum Idul Fitri lalu, lanjut Sutarno, dinilai sebagai momentum tepat untuk mempromosikan Bukit Kartapona sebagai wajah baru Desa Kebutuhduwur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tak diduga, Bukit Kartapona berhasil menarik ratusan wisatawan lokal meski masih dalam proses pengembangan. Hal itu menjadikan masyarakat kian termotivasi untuk mengelola wisata hutan lebih serius lagi. \u201dAlhamdulillah, ada dukungan dari pemerintah desa yang sudah masuk anggaran tahun depan untuk pengembangan Kartapona,\u201d tutur Sutarno.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Diakui, pengembangan wisata di Kartapona tidaklah mudah karena warga tidak boleh menebang pohon yang sudah ada. Dibutuhkan kreativitas agar pengembangan wisata tersebut tidak merusak hutan, malahan diarahkan juga sebagai wisata edukasi dan konservasi. Kini, Kartapona bukan hanya menjadi persinggahan bagi yang sedang melakukan perjalanan di jalur alternatif Banjarnegara- Kebumen tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat akhir pekan, banyak wisatawan yang sengaja datang ke Kartapona untuk mengobati rasa penasaran. Selain hawa sejuk hutan, daya tarik lain yang ditawarkan yakni arena bermain anak, spot swafoto, camping ground, panahan dan gardu pandang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201dDari gardu pandang ini, kita bisa melihat hamparan wilayah Banjarnegara. Waduk Mrica pun terlihat dari sini,\u201d ujarnya. Salah seorang wisatawan, Septian mengaku datang ke Kartapona setelah mengetahui dari media sosial. Untuk mengobati rasa penasarannya, dia mengajak keluarga ke objek wisata Kartapona.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, lokasinya cukup terjangkau, dan bisa dinikmati dengan keluarga terutama anak-anak. Selain itu,akses menuju ke lokasi juga cukup mudah karena tepat di tepi jalan. \u201dSuasananya bagus, tidak mengecewakan dan cocok untuk wisata keluarga murah meriah,\u201d tutur dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber : <a href=\"https:\/\/www.suaramerdeka.com\/smcetak\/baca\/104997\/menyulap-hutan-sunyi-jadi-tempat-wisata\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">suaramerdeka.com<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanggal : 18 Juli 2018<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SUARAMERDEKA.COM (18\/07\/2018) |\u00a0Kehadiran Bukit Kartapona perlahan- lahan mengubah wajah Desa Kebutuhduwur Kecamatan Pagedongan. Kegigihan warga menyulap kawasan hutan yang sunyi, kini mulai membuahkan hasil. Desa yang terletak di wilayah selatan Banjarnegara ini, mulai dikenal dengan wisata Bukit Kartapona. Sebelumnya, desa yang berbatasan dengan hutan damar milik Perhutani ini hampir tanpa gaung, kecuali saat musim kemarau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[13],"tags":[35,32,19,20,21],"class_list":["post-62662","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-publikasi-media","tag-wisataperhutani","tag-beritaperhutani","tag-perhutani","tag-perum-perhutani","tag-perumperhutani"],"acf":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62662","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=62662"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62662\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":199731,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62662\/revisions\/199731"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=62662"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=62662"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=62662"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}