{"id":73312,"date":"2019-01-28T15:29:06","date_gmt":"2019-01-28T08:29:06","guid":{"rendered":"http:\/\/www.perhutani.co.id\/?p=73312"},"modified":"2019-01-28T15:29:06","modified_gmt":"2019-01-28T08:29:06","slug":"aksi-penanaman-lestarikan-hutan-wana-wisata-galunggung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/aksi-penanaman-lestarikan-hutan-wana-wisata-galunggung\/","title":{"rendered":"Aksi Penanaman, Lestarikan Hutan Wana Wisata Galunggung"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/www.perhutani.co.id\/2019\/01\/aksi-penanaman-lestarikan-hutan-wana-wisata-galunggung\/foto-penanaman-galunggung\/\" rel=\"attachment wp-att-73314\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-thumbnail wp-image-73314\" src=\"http:\/\/www.perhutani.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/FOTO-PENANAMAN-GALUNGGUNG-150x150.jpg\" alt=\"\" width=\"150\" height=\"150\" \/><\/a>TASIKMALAYA, PERHUTANI (28\/1\/2019) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tasikmalaya beserta ratusan pemerhati lingkungan dari berbagai lapisan padati Gunung Galunggung Tasikmalaya adakan kegiatan bertajuk <em>\u201c Tasik Hejo\u00a0 Upami\u00a0 Sanes Ayena Iraha Deui \u201c<\/em> (Tasik Hijau, Kalau Tidak Sekarang Kapan Lagi) bekerjasama dengan komunitas pecinta\u00a0 alam <em>Thee Green<\/em> dari Bogor, Muspika, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Lingga Mukti \u00a0dan penggiat lingkungan lainnya pada\u00a0 Minggu \u00a0(27\/01).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebanyak 1000\u00a0 bibit\u00a0 pohon\u00a0 ditanam. dengan jenis pohon sirsak, petai, rambutan\u00a0 dan nangka di petak 31 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cisayong Bagian kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tasikmalaya KPH Tasikmalaya, masuk wilayah administratif Desa Linggarjati Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Administratur Perhutani KPH Tasikmalaya \u00a0Dedi Supriadi menyatakan bahwa penanaman bersama ditujukan untuk penghijauan pada kawasan hutn yang tidak hanya berguna untuk kelestarian hutan, tetapi juga bermanfaat untuk mengedukasi pentingnya kelestarian sumber daya alam sebagai penyangga kehidupan. Selain itu juga merupakan sinergitas dengan stakeholders yang menjadi sarana\u00a0 pembinaan generasi muda untuk menumbuhkan kecintaan terhadap hutan dan lingkungan, sehingga\u00a0 kedepan secara bersama-sama dapat menjaga dan melestarikan sumber daya hutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua <em>Thee Green<\/em> \u00a0Sopur \u00a0menyampaikan bahwa penanaman bersama di wilayah Wana Wisata Galunggung diharapkan tidak hanya sebagai sarana edukasi terhadap generasi muda tetapi juga dapat meningkatkan kepedulian dan cinta terhadap sumberdaya alam\u00a0 serta lingkungan. Sopur menambahkan pentingnya masyarakat untuk dapat mengoptimalkan upaya menjaga kelestarian hutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua LMDH Lingga Mukti Soni Sobagio memberikan apresiasi atas adanya kerjasama antara Perhutani dan\u00a0<em>Thee Green <\/em>dan LMDH, dengan harapan kedepannya penghijauan kawasan hutan dapat dilakukan secara berkesinambungan. (Kom-PHT\/Tsk\/AGH).<\/p>\n<p>&nbsp;<br \/>\nEditor : Ywn<br \/>\nCopyright\u00a92019<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TASIKMALAYA, PERHUTANI (28\/1\/2019) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tasikmalaya beserta ratusan pemerhati lingkungan dari berbagai lapisan padati Gunung Galunggung Tasikmalaya adakan kegiatan bertajuk \u201c Tasik Hejo\u00a0 Upami\u00a0 Sanes Ayena Iraha Deui \u201c (Tasik Hijau, Kalau Tidak Sekarang Kapan Lagi) bekerjasama dengan komunitas pecinta\u00a0 alam Thee Green dari Bogor, Muspika, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":76,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[15],"tags":[60,43,45,3546,26,19],"class_list":["post-73312","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-suara-rimba","tag-kph-tasikmalaya","tag-perhutanisuararimba","tag-suararimba","tag-wisatagalunggungung","tag-penanaman","tag-perhutani"],"acf":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73312","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/76"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=73312"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73312\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=73312"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=73312"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=73312"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}