{"id":81614,"date":"2019-04-12T09:16:29","date_gmt":"2019-04-12T02:16:29","guid":{"rendered":"http:\/\/www.perhutani.co.id\/?p=81614"},"modified":"2019-04-12T09:16:29","modified_gmt":"2019-04-12T02:16:29","slug":"sumberboto-perhutani-jombang-menjadi-tempat-siswa-sdit-kemah-pengenalan-hutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/sumberboto-perhutani-jombang-menjadi-tempat-siswa-sdit-kemah-pengenalan-hutan\/","title":{"rendered":"Sumberboto Perhutani Jombang Menjadi Tempat Siswa SDIT Kemah Pengenalan Hutan"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/www.perhutani.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/SR-SDIT-Nurul-Fikri-Sidoarjo1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-81615 alignleft\" src=\"http:\/\/www.perhutani.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/SR-SDIT-Nurul-Fikri-Sidoarjo1-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" \/><\/a>JOMBANG, PERHUTANI (12\/04\/2019) | Ratusan Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nurul Fikri Sidoarjo melakukan kegiatan pengenalan lingkungan dan hutan di Wana Wisata Sumberboto desa Japanan Mojowarno, Jombang\u00a0yang masuk dalam\u00a0kawasan wilayah kerja Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jombang, Rabu (10\/4).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 3 (tiga) hari dengan peserta sebanyak 180 orang yang merupakan gabungan dari siswa kelas 4 dan kelas 5 itu dikemas dalam bentuk perkemahan penggalang, bertujuan untuk meningkatkan kemandirian, kedisiplinan, dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan, salah satunya melalui Leadership Motivation Training (LMT).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Administratur Perhutani KPH Jombang Beddi Tavifudin sangat mengapresiasi kegiatan pengenalan lingkungan dan hutan yang dilakukan anak sekolah dasar.\u00a0 Menurut dia kegiatan seperti ini dapat dijadikan sebagai modal dasar untuk meningkatkan kemandirian siswa yang masih duduk dibangku sekolah dasar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Beddi, \u00a0Wana Wisata Sumberboto adalah tempat yang ideal untuk kegiatan perkemahan dan pengenalan alam lingkungan khususnya hutan. \u00a0&#8220;Lokasinya yang asri dan alami bisa membuat\u00a0 kita betah berlama-lama di tempat itu&#8221;, katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu Lailatun Ni\u2019mah selaku Wakil Kepala SDIT Nurul Fikri Sidoarjo yang bertanggungjawab dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan sebagai sarana pembelajaran dan pengenalan lingkungan di luar sekolah, dengan harapan bisa membantu siswa untuk mandiri dan cepat dalam mengambil keputusan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSetiap tahun kami selalu balik kesini, di lokasi yang alami ini anak didik kami bisa lebih mandiri dan menjadikan mereka lebih solid, mampu bekerjasama dengan temannya, saling bantu dan disiplin mengerjakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya\u201d, pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di akhir kegiatan tersebut semua peserta mengikuti penjelajahan dengan rute yang telah disiapkan sebelumnya oleh guru pembimbing dan petugas perhutani. (Kom-PHT\/Jbg\/DJ).<\/p>\n<p>&nbsp;<br \/>\nEditor : Ywn<br \/>\nCopyright\u00a92019<br \/>\n&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JOMBANG, PERHUTANI (12\/04\/2019) | Ratusan Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nurul Fikri Sidoarjo melakukan kegiatan pengenalan lingkungan dan hutan di Wana Wisata Sumberboto desa Japanan Mojowarno, Jombang\u00a0yang masuk dalam\u00a0kawasan wilayah kerja Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jombang, Rabu (10\/4). Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 3 (tiga) hari dengan peserta sebanyak 180 orang yang merupakan gabungan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":47,"featured_media":81615,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[15],"tags":[3640,1585,43,45,3641,2378,19,57,20,21,46,49],"class_list":["post-81614","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-suara-rimba","tag-kphjombangdivrejatim","tag-perhutanidivisiregionaljawatimur","tag-perhutanisuararimba","tag-suararimba","tag-suararimbakphjombang","tag-kphjombang","tag-perhutani","tag-perhutanikphjombang","tag-perum-perhutani","tag-perumperhutani","tag-suara-rimba","tag-suararimbaperhutani"],"acf":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81614","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=81614"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81614\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=81614"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=81614"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=81614"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}