{"id":8644,"date":"2013-08-19T08:06:44","date_gmt":"2013-08-19T01:06:44","guid":{"rendered":"http:\/\/perhutani.co.id\/?p=8644"},"modified":"2022-04-04T12:56:16","modified_gmt":"2022-04-04T12:56:16","slug":"masyarakat-sekitar-hutan-masih-miskin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/masyarakat-sekitar-hutan-masih-miskin\/","title":{"rendered":"Masyarakat Sekitar Hutan Masih Miskin"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Suara Karya, Jakarta &#8211; Pembangunan kehutanan masih menyisakan permasaahan, karena saat ini terdapat 21 persen dari masyarakat yang tinggal di dalam dan sekitar hutan, masih tergolong miskin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Untuk mengentaskan kemiskinan itu, Kemenhut memberikan akses legal bagi masyarakat untuk mengelola hutan,&#8221; kata Menhut Zulkifli Hasan, pada pemberian penghargaan pemenang lomba wana lestari tahun 2013, di Jakarta, Minggu (18\/8).<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akses legal yang bisa dimanfaatkan masyarakat, lanjutnya, mengelola hutan dalam program Hutan Kemasyarakatan (HKm), Hutan Tanaman Rakyat (HTR), Hutan Desa (HD), Hutan Kemiteraan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Secara spesifik, Perum Perhutani mengembangkan Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menambahkan, pembangunan kehutanan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan melestarikan hutan serta lingkungan. &#8220;Ini semua, perlu didukung kualitas sumber daya manusia dalam bidang kehutanan,&#8221; kata Zulkifli.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena itu, lanjutnya, program penyuluhan pembangunan kehutanan memiliki peran yang sangat penting. Ini juga menjadi bagian strategis dalam meningkatkan SDM serta mendorong masyarakat agar menjadi pelaku pembangunan yang produktif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penghargaan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Pusat Penyuluhan Kehutanan, Kemenhut, Erni Maya, menjelaskan, Menhut Zulkifli Hasan memberikan penghargaan kepada 225 orang pemenang lomba wana lestari tahun 2013, yang terbagi dalam 15 kategori.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penghargaan diserahkan Menhut kepada para pemenang seperti penyuluh kehutanan, kelompok tani hutan, desa\/kelurahan peduli kehutanan, penyuluh kehutanan swadaya masyarakat, kader konservasi alam, kelompok pecinta alam, polisi kehutanan dan para penyidik pegawai negeri sipil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Para penyuluh kehutanan yang memperoleh penghargaan sebanyak 28 orang, kelompok tani hutan sebanyak 29 orang, desa\/ kelurahan peduli kehutanan berjumlah 25 kepala desa\/lurah dan penyuluh kehutanan swadaya masyarakat sebanyak 27 orang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sedangkan kader konservasi alam sebanyak 29 orang, kelompok pecinta alam sebanyak 31 orang, polisi kehutanan 17 orang dan penyidik PNS sebanyak 11 orang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jurnalis : Joko Sriyono<br \/>\nhttp:\/\/www.suarakarya-online.com\/news.html?id=332624<br \/>\nSuara Karya Online | 19 Agustus 2013 | 05:17<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Suara Karya, Jakarta &#8211; Pembangunan kehutanan masih menyisakan permasaahan, karena saat ini terdapat 21 persen dari masyarakat yang tinggal di dalam dan sekitar hutan, masih tergolong miskin. &#8220;Untuk mengentaskan kemiskinan itu, Kemenhut memberikan akses legal bagi masyarakat untuk mengelola hutan,&#8221; kata Menhut Zulkifli Hasan, pada pemberian penghargaan pemenang lomba wana lestari tahun 2013, di Jakarta, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[13],"tags":[137,197,102,99],"class_list":["post-8644","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-publikasi-media","tag-karyawan","tag-menteri-kehutanan-ri","tag-penghargaan","tag-phbm"],"acf":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8644","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8644"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8644\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":202846,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8644\/revisions\/202846"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8644"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8644"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8644"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}