{"id":90723,"date":"2019-06-26T14:13:32","date_gmt":"2019-06-26T07:13:32","guid":{"rendered":"http:\/\/www.perhutani.co.id\/?p=90723"},"modified":"2019-06-26T14:13:32","modified_gmt":"2019-06-26T07:13:32","slug":"siswa-tk-tunas-rimba-benculuk-belajar-cara-buat-coklat-di-doesoen-kakao-banyuwangi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/siswa-tk-tunas-rimba-benculuk-belajar-cara-buat-coklat-di-doesoen-kakao-banyuwangi\/","title":{"rendered":"Siswa TK Tunas Rimba Benculuk Belajar Cara Buat Coklat di &quot;Doesoen Kakao&quot; Banyuwangi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/www.perhutani.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/BWS.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-90743 alignleft\" src=\"http:\/\/www.perhutani.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/BWS-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" \/><\/a>BANYUWANGI SELATAN, PERHUTANI (26\/06\/2019)<strong> |<\/strong> Yayasan Taruna Rimba Perhutani (YTRP) Cabang Banyuwangi Selatan mengadakan kegiatan <em>study tour<\/em> dengan mengajak 38 siswa kelas B Taman Kanak-kanak (TK) Tunas Rimba Benculuk ke &#8216;Doesoen Kakao&#8217; Banyuwangi di PTPN XII Kebun Kendenglembu Glenmore Banyuwangi untuk melihat proses pembuatan coklat, Rabu (26\/6).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan tersebut diadakan sebagai acara pelepasan siswa sebelum mereka melanjutkan ke jenjang sekolah dasar yang dimaksudkan untuk memberikan\u00a0pembelajaran kepada siswa agar mereka mengetahui secara langsung proses pembuatan coklat yang berasal dari buah kakao.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0Ketua YTRP Cabang Banyuwangi Selatan\u00a0Alfi Miftach R Nur Budi yang mendampingi siswa\u00a0dalam kegiatan tersebut menyampaikan\u00a0<em>study tour\u00a0<\/em>ini merupakan suatu\u00a0bentuk apresiasi atas capaian prestasi yang sudah diraih TK Tunas Rimba baik tingkat Kecamatan maupun Kabupaten, pembelajaran kegiatan diluar kelas ini juga untuk menambah wawasan bagi anak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJadi anak akan tahu, bahwa coklat yang selama ini mereka beli dan makan berasal dari buah kakao. Dan yang terpenting kegiatan ini dapat menciptakan suatu kenangan yang baik sehingga akan dikenang \u00a0mereka hingga dewasa kelak,\u201d tutur Alfi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Selatan Nur Budi Susatyo saat dikonfirmasi di ruang kerjanya menyampaikan, \u201cPerhutani sangat mendukung pendidikan bagi masyarakat sekitarnya karena ini merupakan aspek sosial dari tiga aspek pembangunan kehutanan di Perhutani, dan upaya ini sangat mendukung program pemerintah yaitu ikut mencerdaskan kehidupan bangsa\u201d, katanya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dia berharap agar pendidikan pada TK Tunas Rimba Benculuk yang dikelola YTRP Cabang Banyuwangi Selatan dapat terus berkembang mengikuti perkembangan dan dapat bersaing dengan TK lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam\u00a0<em>study tour <\/em>tersebut\u00a0semua siswa ditunjukkan \u00a0untuk melihat proses pembuatan coklat, mulai pembibitan tanaman kakao, melihat tanaman kakao yang sudah berbuah, pemisahan biji sampai proses pembuatan coklat hingga merasakan lezatnya coklat di tempat tersebut. (Kom-PHT\/Bws\/Muk)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Editor : Ywn<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Copyright\u00a92019<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANYUWANGI SELATAN, PERHUTANI (26\/06\/2019) | Yayasan Taruna Rimba Perhutani (YTRP) Cabang Banyuwangi Selatan mengadakan kegiatan study tour dengan mengajak 38 siswa kelas B Taman Kanak-kanak (TK) Tunas Rimba Benculuk ke &#8216;Doesoen Kakao&#8217; Banyuwangi di PTPN XII Kebun Kendenglembu Glenmore Banyuwangi untuk melihat proses pembuatan coklat, Rabu (26\/6). Kegiatan tersebut diadakan sebagai acara pelepasan siswa sebelum [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":37,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[15],"tags":[1934,1585,43,45,19,20,21,46,49],"class_list":["post-90723","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-suara-rimba","tag-kphbanyuwangiselatan","tag-perhutanidivisiregionaljawatimur","tag-perhutanisuararimba","tag-suararimba","tag-perhutani","tag-perum-perhutani","tag-perumperhutani","tag-suara-rimba","tag-suararimbaperhutani"],"acf":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90723","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/37"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=90723"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90723\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=90723"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=90723"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=90723"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}