{"id":9132,"date":"2013-09-23T08:36:32","date_gmt":"2013-09-23T01:36:32","guid":{"rendered":"http:\/\/perhutani.co.id\/?p=9132"},"modified":"2022-04-04T12:56:12","modified_gmt":"2022-04-04T12:56:12","slug":"ganjar-perlu-bangun-embung-atasi-kekeringan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/ganjar-perlu-bangun-embung-atasi-kekeringan\/","title":{"rendered":"Ganjar: Perlu Bangun Embung Atasi Kekeringan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 13px; line-height: 19px;\">Suaramerdeka.com, Semarang &#8211; Gubernur Ganjar Pranowo menegaskan, perlunya membangun embung untuk mengantisipasi kekeringan. Embung ini akan menangkap air sebanyak-banyaknya, apalagi saat musim penghujan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal ini akan menjadi solusi yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian. Pernyataan ini diungkapkan gubernur saat melakukan videoconference dengan peserta seminar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8216;Hidup Sehat dengan Air Bersih&#8217; yang digelar Teknik Sipil Undip di Desa Kalikurma, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Minggu (22\/9).<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jarang yang memanfaatkan ini untuk kebutuhan pertanian. Ide ini merupakan pikiran dari masyarakat desa, dulu sewaktu saya di Komisi II DPR sering ketemu orang di pedesaan,&#8221; tandas mantan Wakil Ketua Komisi II DPR.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam videoconference ini, Ganjar didampingi Kepala Dinas Kesehatan Jateng Anung Sugihantono, Kepala Dinas Pendidikan Jateng Nur Hadi Amiyanto, dan Kepala Dishubkominfo Jateng Urip Sihabudin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ganjar melakukan videoconference karena tidak bisa hadir di lokasi seminar. Sebab, ia harus mengikuti peringatan HUT ke-68 PMI di kantor gubernuran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tatap muka ini dilakukan melalui teknologi dengan sistem Vicon, hasil kerja sama Dishubkominfo dan Telkom. Adapun, seminar itu diselenggarakan oleh mahasiswa Teknik Sipil Undip Semarang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Sekretaris Desa Kalikurma Muhammad Ghufron menyatakan, sebagian besar luasan lahan di desanya ini merupakan milik Perhutani. Masyarakat banyak memanfaatkan lahan ini sebagai garapan pertanian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, mereka ini harus menghadapi kendala kekurangan air. Sebab, Kalikurma tidak memiliki sumber mata air.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sumber air sudah ada jika menggali tanah dengan kedalaman tiga sampai empat meter. Kalau digali 10 meter, biasanya air rasanya asin,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebutuhan air tidak mencukupi, itu pun jauh dari unsur bersih dan sehat. Menanggapi hal itu, Ganjar mengaku akan mengajak Perhutani untuk peduli dengan permasalahan air bersih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saya coba akan membantu gagasan dari hasil seminar, termasuk bantuan pendanaan. Jika memang ada air kotor, coba dipisahkan atau dibersihkan,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apabila berhasil, Kalikurma akan dijadikan proyek percontohan terkait penanganan masalah air bersih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Suara Merdeka Online | 23 September 2013 | 05.18 WIB<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Suaramerdeka.com, Semarang &#8211; Gubernur Ganjar Pranowo menegaskan, perlunya membangun embung untuk mengantisipasi kekeringan. Embung ini akan menangkap air sebanyak-banyaknya, apalagi saat musim penghujan. Hal ini akan menjadi solusi yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian. Pernyataan ini diungkapkan gubernur saat melakukan videoconference dengan peserta seminar. &#8216;Hidup Sehat dengan Air Bersih&#8217; yang digelar Teknik Sipil Undip di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[13],"tags":[113],"class_list":["post-9132","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-publikasi-media","tag-kerjasama"],"acf":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9132","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9132"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9132\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":202789,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9132\/revisions\/202789"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9132"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9132"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9132"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}