{"id":9206,"date":"2013-09-27T13:12:17","date_gmt":"2013-09-27T06:12:17","guid":{"rendered":"http:\/\/perhutani.co.id\/?p=9206"},"modified":"2022-04-04T12:56:11","modified_gmt":"2022-04-04T12:56:11","slug":"perhutani-bangun-pabrik-sagu-di-papua-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/perhutani-bangun-pabrik-sagu-di-papua-3\/","title":{"rendered":"Perhutani bangun pabrik sagu di Papua"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 13px; line-height: 19px;\">ANTARA News, Jakarta &#8211; Perum Perhutani akan membangun pabrik sagu, di Distrik Kais, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat, dengan investasi sebesar Rp120 miliar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Proses pemancangan tiang pertama kontruksi pabrik sagu ini rencananya dimulai Oktober 2013. Selanjutnya ditargetkan mulai beroperasi sekitar Oktober 2014,&#8221; kata Direktur Utama Perhutani Bambang Sukmananto, dalam siaran pers yang diterima ANTARA, di Jakarta, Jumat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada kesempatan itu Menteri BUMN Dahlan Iskan melihat secara langsung persiapan pembangunan pabrik bahan makanan yang dalam bahasa Latin disebut dengan &#8220;metroxylon sago&#8221; ini.<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Sukmananto, saat ini persiapan pembangunan pabrik sagu terbesar di Papua itu sedang dilakukan yang dimulai dengan pemerataan permukaan tanah dengan peralatan berat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat beroperasi penuh nanti, kapasitas produksi pabrik sagu ini mencapai 30.000 ton tepung per tahun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perhutani memperoleh konsesi lahan untuk tanaman pohon sagu mencapai 16.000 hektar di sekitar lokasi pabrik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kita sudah dapat izin areal konsesi lahan sekitar 16.000 hektare,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk pembangunan pabrik ini Perhutani menggandeng BUMN seperti PT PLN, dan PT Barata.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">PLN akan membangun &#8220;power plant&#8221; atau pembangkit untuk memasok listrik sedangkan Barata menyelesaikan konstruksi bangunan pabrik sagu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ini proyek Merah Putih. Karena biayanya mahal maka BUMN turun tangan. Perusahaan tidak boleh rugi,&#8221; kata Sukmananto.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Listrik dari pembangkit milik PLN nantinya juga dijual secara komersial. Sedangkan bahan baku power plant diambil dari kulit pohon sagu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terkait pembiayaan pabrik Perhutani mengucurkan dana mencapai Rp120 miliar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebesar 30 persen akan didanai dari modal sendiri, sisanya 70 persen dibiayai dari pinjaman perbankan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Pembangun pabrik berkisar Rp120 miliar, itu di luar power plant yang dibangun sendiri oleh PLN,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembangunan pabrik sagu ini merupakan salah satu strategi BUMN menjaga ketahanan pangan nasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nantinya pabrik sagu ini bakal memproduksi tepung sagu dan produk turunan, yang dipasarkan di Papua dan ke seluruh Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Potensi tanaman sagu di Papua mencapai sekitar 1,2 juta. Belum dimanfaatkan secara maksimal,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jurnalis : Royke Sinaga | Editor: Ella Syafputri<br \/>\nAntaranews.com | Jum&#8217;at, 27 September 20013 | 10.38 WIB<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTARA News, Jakarta &#8211; Perum Perhutani akan membangun pabrik sagu, di Distrik Kais, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat, dengan investasi sebesar Rp120 miliar. &#8220;Proses pemancangan tiang pertama kontruksi pabrik sagu ini rencananya dimulai Oktober 2013. Selanjutnya ditargetkan mulai beroperasi sekitar Oktober 2014,&#8221; kata Direktur Utama Perhutani Bambang Sukmananto, dalam siaran pers yang diterima ANTARA, di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[13],"tags":[195,113,51,53],"class_list":["post-9206","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-publikasi-media","tag-hilirisasi-industri","tag-kerjasama","tag-ketahanan-pangan","tag-sinergi-bumn"],"acf":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9206","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9206"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9206\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":202780,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9206\/revisions\/202780"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9206"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9206"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.perhutani.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9206"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}