"Loading..."

Hadapi Musim Kemarau, Perhutani Bersama LMDH Gelar Apel Siaga Karhutla di Indramayu

INDRAMAYU, PERHUTANI (28/07/2021) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Indramayu bersama Perwakilan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) gelar Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, bertempat di petak 35 Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Cikawung, masuk wilayah admnistratif Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Rabu (28/07).

Administratur KPH Indramayu, Asep Saepudin memimpin langsung jalannya Apel Siaga yang diikuti oleh segenap jajaran keamanan KPH Indramayu dan perwakilan anggota LMDH.

Dalam Intruksinya Asep Saepudin menyampaikan bahwa sudah semestinya Apel Siaga Karhutla dilakukan karena berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang diperoleh bahwa musim kemarau tahun 2021 di wilayah Indonesia terjadi di bulan Juli sampai dengan Oktober, sehingga harus bekerja lebih keras pada bulan tersebut untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Maksud dan tujuan diadakannya kegiatan ini adalah dalam rangka menyatukan tekad untuk saling bahu membahu dalam menanggulangi bencana kebakaran yang semoga tidak terjadi di hutan kita ini. Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan tidak dilakukan sendiri-sendiri, melainkan harus dilakukan secara sinergi oleh semua pihak baik petugas lapangan, manajemen kantor KPH, Pemerintah daerah dan masyarakat (LMDH),” terangnya.

Asep juga memberikan himbauan kepada seluruh unsur yang hadir, baik petugas lapangan, Polisi Hutan Mobil (PolhutMob) maupun masyarakat (LMDH) agar secara bersama-sama dapat bekerja lebih keras, cerdas, dan tuntas untuk dapat melakukan kegiatan pemadaman, patroli dan mensosialisasikan seruan atau larangan kepada seluruh masyarakat untuk tidak membakar hutan dan lahan, serta upaya produktif lain yang dapat mengurangi dan mencegah terjadinya pembakaran hutan dan lahan.

“Selain itu kami juga menekankan kepada masing-masing pemangku wilayah agar tidak meninggalkan wilayahnya tanpa izin dari pimpinan serta terus memantau secara rutin keberadaan titik api melalui aplikasi ‘LAPAN: FIRE HOTSPOT’, dan segera melaporkan jika terjadi kebakaran hutan di wilayah pangkuannya pada kesempatan pertama di sertai dengan laporan Huruf A maksimal 1×24 jam setelah kejadian,‘’ ujarnya.

Mewakili LMDH yang hadir, Karwita selaku Ketua LMDH Wana Bhakti Lestari mengajak untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap sehat untuk menjaga kelestarian hutan.

“Apabila hutan lestari maka kita sendirilah yang akan menikmati kehidupan yang nyaman dan sehat, dan sebaliknya jika lingkungan rusak, hutan hancur maka kita sendiri pulalah yang akan menderita. Sebagai mitra kerja kami selalu mendukung apa saja yang diupayakan Perhutani dalam menjaga hutan agar tetap lestari,”Pungkasnya. (Kom-PHT/Idr/SH)

Editor : Ywn
Copyright©2021