PEMALANG, PERHUTANI (12/12/2025) | Dalam rangka memperkuat sinergitas melalui koordinasi kebencanaan menghadapi musim penghujan serta antisipasi potensi bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang di wilayah Kabupaten Tegal Tahun 2025/2026, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pemalang bersama segenap pemangku kepentingan menggelar sosialisasi mitigasi bencana tanah longsor bertempat di Dukuh Tipar, Desa Tamansari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, pada Jumat (12/12).
Acara diikuti empat puluh peserta, yaitu Wakil Administratur KPH Pemalang Agustinus Rido Haryanto; Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Jatinegara Iptu Marsono beserta jajarannya; Komandan Rayon Militer (Danramil) Jatinegara Kapten Inf Irwan Sutrisno beserta jajarannya; Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jatinegara Taufik Hidayat beserta jajarannya; Kepala Desa Tamansari beserta perangkat desa; jajaran Koordinator Keamanan Perhutani KPH Pemalang; Pabin Jagawana; Danru Polhutmob; serta para tamu undangan.
Kegiatan dilaksanakan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi bencana banjir dan tanah longsor yang kemungkinan terjadi di wilayah Perum Perhutani KPH Pemalang Divisi Regional Jawa Tengah pada musim penghujan 2025/2026.
Wakil Administratur KPH Pemalang Agustinus Rido Haryanto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Kepolisian, Danramil, serta Pemerintah Desa Tamansari, khususnya BPBD Kabupaten Tegal atas prakarsa dalam membangun koordinasi kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam.
“Perum Perhutani akan selalu berkoordinasi dan bekerja sama dalam penanganan bencana alam di dua wilayah kabupaten sehingga aparat dan unsur terkait dapat segera bergerak ketika dibutuhkan,” ujarnya.
Pemerintah Desa Tamansari melalui Tarno menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah antisipatif dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Desa Tamansari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal.
“Kita berharap situasi dan kondisi pada musim hujan kali ini berjalan normal tanpa kejadian yang tidak diinginkan. Namun, sebagai aparatur pemerintah, sudah seharusnya kita dapat mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi,” jelasnya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik antara Pemerintah Kabupaten Tegal, instansi terkait, dan elemen masyarakat sebagai wujud sinergi dalam pengendalian dan penanganan bencana. Mengingat wilayah Jatinegara memiliki potensi kerusakan di daerah aliran sungai, maka upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab BPBD, melainkan seluruh lapisan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor Jatinegara Iptu Marsono menyampaikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Desa Tamansari dalam membangun sinergitas lintas sektor.
“Ini merupakan langkah positif dalam menjaga keutuhan wilayah dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana secara bersama-sama. Berdasarkan pengamatan BMKG, puncak musim hujan di wilayah Jawa Tengah diperkirakan terjadi pada bulan Februari 2026 dengan kondisi curah hujan relatif normal,” jelasnya.(Kom-PHT/Pml/Sks)
Editor: Tri
Copyright © 2025