PEKALONGAN BARAT, PERHUTANI (31/01/2026) |Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat mendampingi Gubernur Jawa Tengah dalam kegiatan peninjauan lokasi bencana alam di wilayah Penakir, Kabupaten Pemalang, pada Jumat (30/01). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal serta melihat langsung kondisi masyarakat dan kawasan terdampak.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Jawa Tengah didampingi Administratur KPH Pekalongan Barat beserta jajaran, pemerintah daerah setempat, dan unsur terkait lainnya. Rombongan meninjau sejumlah titik terdampak bencana, termasuk kawasan hutan dan permukiman warga yang mengalami kerusakan akibat bencana alam.
Gubernur Jawa Tengah menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah di lokasi bencana merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab negara dalam memastikan keselamatan serta pemulihan kehidupan masyarakat terdampak.
“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk terus hadir dan memastikan penanganan bencana berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi. Sinergi dengan Perhutani dan seluruh pihak terkait sangat penting, terutama dalam menjaga kawasan hutan agar tetap berfungsi sebagai penyangga lingkungan dan meminimalisasi risiko bencana ke depan,” ujar Gubernur Jawa Tengah.
Administratur KPH Pekalongan Barat, Maria Endah Ambarwati, menyampaikan bahwa Perhutani siap mendukung langkah pemerintah dalam penanganan dan mitigasi bencana, khususnya di wilayah yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan.
“Perhutani KPH Pekalongan Barat berkomitmen untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dan provinsi dalam upaya penanganan bencana serta pemulihan lingkungan, termasuk mendirikan Posko Bencana KPH Pekalongan Barat di Desa Penakir. Kami juga terus melakukan langkah-langkah pengelolaan hutan yang berkelanjutan guna mengurangi potensi bencana di masa mendatang,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa Perhutani akan terus melakukan pemantauan kondisi kawasan hutan di sekitar lokasi bencana serta memberikan dukungan sesuai kewenangan dan kapasitas perusahaan, termasuk dalam upaya rehabilitasi lingkungan dan pendampingan kepada masyarakat desa sekitar hutan.
Melalui kegiatan peninjauan ini, diharapkan penanganan bencana di wilayah Penakir dapat berjalan lebih optimal serta menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah, Perhutani, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan ketahanan wilayah terhadap bencana alam. (Kom-PHT/Pkb/Sgy)
Editor: Tri
Copyright © 2026