INDRAMAYU, PERHUTANI (07/11/2025) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Indramayu menghadiri undangan Badan Gizi Nasional dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Penguatan Tata Kelola Pemenuhan Sumber Pangan untuk Mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Kawasan Hutan Berbasis Masyarakat”, yang berlangsung di Swiss-Belinn Hotel Indramayu pada Rabu (05/11).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Sistem Pemenuhan Gizi Enny Indarti, Administratur KPH Indramayu Kuspriyadi didampingi Kasi Madya SDH Nana, unsur lembaga terkait tingkat pusat, Forkopimda Kabupaten Indramayu, pimpinan BUMN-BUMD, serta perwakilan Kelompok Tani Hutan (KTH) se-Kabupaten Indramayu.

Dalam kesempatan tersebut, Administratur KPH Indramayu Kuspriyadi menyampaikan bahwa Perhutani mendukung penuh program ketahanan pangan pemerintah melalui pengembangan produk pangan berbasis hutan. Dukungan ini diwujudkan dengan memperkuat akses dan sinergi bagi Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), membentuk dan memberdayakan kelompok usaha berbadan hukum, serta meningkatkan kompetensi masyarakat sekitar hutan.

“Kawasan hutan memiliki beragam tanaman penghasil nektar seperti randu, mangga, kelengkeng, rambutan, karet, kaliandra, dan gliricidia yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan lebah madu. Madu memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, antara lain meningkatkan daya tahan tubuh, menambah energi, serta menjaga kesehatan jantung dan pencernaan,” ujar Kuspriyadi.

Sementara itu, Enny Indarti dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan FGD ini bertujuan memetakan potensi dan tantangan spesifik di Kabupaten Indramayu dalam pemanfaatan kawasan hutan berbasis masyarakat sebagai sumber pangan guna mendukung program MBG.

“FGD ini menjadi wadah untuk menyelaraskan persepsi dan kebijakan terkait pengelolaan sumber pangan dari kawasan hutan, sekaligus mendengarkan aspirasi masyarakat pelaku serta mengidentifikasi peluang dan kendala teknis di lapangan,” jelasnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, Perhutani, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan. (Kom-PHT/Idr/De)

Editor: EM
Copyright©2025