MALANG, PERHUTANI (03/11/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang bersama Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Malang melaksanakan kegiatan pemasangan kembali patok batas areal kelola antara kawasan Perhutani dan Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK) di wilayah Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Sabtu (01/11).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Koordinator Penyuluh CDK Malang, Ibu Wiwin, Wakil Administratur/KKSKPH Malang Barat, Talis Raharjo, perwakilan Kecamatan Singosari, Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Wono Santri Abadi, Gus Fathul Ulum, serta perwakilan dari Universitas Negeri Malang (UM).
Selain kegiatan pemasangan kembali patok batas, turut dilakukan penanaman pohon trembesi, mahoni, dan alpukat sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian kawasan hutan serta meningkatkan kerapatan tegakan di sekitar batas areal kelola.
Wakil Administratur Perhutani KPH Malang wilayah Barat Talis Raharjo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Perhutani dalam memastikan batas areal kelola tetap terjaga dan teridentifikasi dengan baik di lapangan.
“Penegasan batas kawasan menjadi hal penting agar pengelolaan hutan berjalan tertib, jelas, dan tidak menimbulkan tumpang tindih. Selain itu, kegiatan penanaman ini sekaligus menjadi langkah nyata dalam menjaga kerapatan tegakan dan memperbaiki kualitas tutupan lahan,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Penyuluh CDK Malang, Ibu Wiwin, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang terjalin dalam kegiatan tersebut. “Sinergi seperti ini perlu terus dijaga. Kehadiran masyarakat, akademisi, dan pemerintah menunjukkan bahwa pengelolaan hutan adalah tanggung jawab bersama,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan oleh Gus Fathul Ulum, Ketua KTH Wono Santri Abadi, yang menilai kegiatan ini memperkuat komitmen masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan. “Kami siap mendukung langkah-langkah konservasi dan penataan batas kawasan agar lebih jelas. Kegiatan penanaman ini juga bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar,” tuturnya.
Kegiatan berlangsung dengan aman, lancar, dan kondusif, serta menjadi contoh nyata sinergi antara Perhutani, pemerintah, masyarakat, dan dunia pendidikan dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan, katanya. (Kom-PHT/Mlg/Mhrr)
Editor:Lra
Copyright©2025