MALANG, PERHUTANI (16/11/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang bersama pengelola wisata pendakian Gunung Bokong, dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Pesanggrahan melaksanakan penanaman pohon beringin dan kesemek di kawasan Wisata Gunung Bokong, Sabtu (15/11).
Kegiatan penanaman juga diikuti oleh ALSA Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH-UB) dengan tujuan menjaga kelestarian ekosistem kawasan wisata sekaligus memperkuat tutupan vegetasi di area pendakian, sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan kawasan Gunung Bokong.
Administratur Perhutani KPH Malang melalui Asisten Perhutani (Asper) BKPH Pujon Agung, Wicaksono Romdoni, mengatakan bahwa sebanyak 50 bibit pohon ditanam sebagai upaya menjaga kelestarian ekosistem kawasan wisata sekaligus memperkuat tutupan vegetasi di jalur pendakian.
“Penanaman ini merupakan bagian dari program kolaboratif Perhutani bersama mitra sosial dan komunitas untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan mendukung pengembangan wisata berbasis konservasi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. “Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri. Kehadiran ALSA FH-UB, Tim Tiket Pendakian, dan LMDH Pesanggrahan menjadi bukti semangat bersama dalam merawat kawasan Gunung Bokong agar tetap lestari dan nyaman bagi pengunjung,” katanya.
Ketua LMDH Desa Pesanggrahan, Ahmad Syaifudin, menyatakan dukungannya. “Gunung Bokong adalah ruang hidup sekaligus sumber manfaat bagi masyarakat. Dengan penanaman ini, kami berharap kawasan tetap lestari, aman, dan dapat memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui penanaman bibit ini, kawasan Gunung Bokong diharapkan semakin rindang, sehat secara ekologi, dan berkembang sebagai ruang wisata alam berkelanjutan dengan nilai konservasi yang tinggi, pungkas