"Loading..."

Perhutani dan Tim Balitkabi Studi Kelayakan Lokasi Tanaman Porang di Nganjuk

NGANJUK, PERHUTANI (9/6/2021) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Nganjuk bersama tim dari Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) dan PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) melakukan survei lokasi untuk menentukan studi kelayakan pada lokasi rencana tanaman porang mandiri pada Rabu (9/6).

Survei tersebut juga diikuti oleh Divisi Pengelolaan Perhutanan Sosial Kantor Pusat dan Departemen Pengelolaan Sumber Daya Hutan (PSDH) dan Perhutanan Sosial (PS) Divisi Regional Jawa Timur untuk menentukan lokasi rencana tanaman porang mandiri berada wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Balu, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tamanan yakni di petak 121b seluas 17,5 hektar dan petak 120a seluas 20 hektar. Sedangkan dua lokasi di BKPH Tritik yakni diwilayah RPH Tritik petak 85 a-1 seluas 7,8 hektar dan RPH Bendosewu  petak 81c seluas 16,5  hektar.

Administratur KPH Nganjuk, Wahyu Dwi Hadmojo menyambut baik studi kelayakan tersebut. Ia mengatakan merupakan suatu kehormatan bagi KPH Nganjuk dapat dipilih karena wilayah tersebut memang sudah dikenal sebagai salah satu sentra produksi porang yang sudah menunjukkan kontribusi bagi peningkatan perekonomian masyarakat setempat dan menunjang perusahaan melalui pengembangan porang secara mandiri.

Kepala Divisi Pengelolaan Perhutanan Sosial Perhutani, M. Yusuf Noorhajiyanto yang didampingi Kepala Departemen PSDH dan PS Divisi Regional Jawa Timur Achmad Basuki pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa kegiatan pengembangan tanaman porang mandiri bertujuan untuk meningkatkan pendapatan perusahaan dari hasil hutan selain kayu dimana potensi usaha porang secara mandiri oleh perusahaan sangat terbuka, mengingat luas lahan yang masih tersedia.

Sementara itu Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Arto Moro, Riyanto yang ditemui tim pengembangan porang mandiri menjelaskan bahwa secara teknis budidaya tanaman porang cukup mudah. Namun untuk meningkatkan produktifitasnya dibutuhkan cara budidaya yang baik, mulai dari pemilihan lokasi tanam, jenis tegakan (naungan), pemilihan bibit, pemeliharaan (pemupukan, penyiangan, pengobatan) dan penanganan pasca panen. (Kom PHT/Ngj/Mhd)

Editor : Ywn

Copyright©2021