MALANG, PERHUTANI (23/11/2025) | Sebanyak 1.000 bibit pohon ditanam oleh Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kabupaten Malang, dalam rangka peringatan Hari Pohon Sedunia sekaligus sebagai upaya mitigasi bencana hidrometeorologi di wilayah rawan longsor dan banjir, di Pujon, Batu, pada Jumat (21/11).
Bibit yang ditanam terdiri dari beringin sebagai penyangga ekosistem dan penyerap air, trembesi sebagai pelindung tanah dan peneduh, sengon sebagai tanaman rehabilitasi sekaligus penggerak ekonomi masyarakat, serta kesek atau pule sebagai pencegah erosi dan stabilisasi lereng. Pemilihan jenis vegetasi ini disesuaikan dengan kebutuhan penguatan struktur tanah, peningkatan infiltrasi air, dan pemulihan daya dukung ekosistem hutan.
Administratur Perhutani KPH Malang, Kelik Djatmiko, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata peran Perhutani dalam menjaga fungsi ekologis hutan. Ia menyampaikan bahwa penanaman ini bukan seremonial semata, melainkan investasi jangka panjang demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. “Menanam hari ini adalah langkah menjaga masa depan. Hutan yang terawat adalah pelindung alami dari ancaman bencana,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara Perhutani, BNPB, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan lingkungan serta membangun masa depan yang lebih aman, sehat, dan hijau di kawasan rawan bencana.
Plt Inspektur Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Saeful Alam, yang turut hadir, mengapresiasi langkah ini dan menyebutnya sebagai bagian dari program Pooling Fund Bencana—skema pendanaan mitigasi nasional. Menurutnya, penanaman vegetasi merupakan langkah preventif strategis untuk menekan risiko banjir maupun longsor di masa mendatang, sekaligus memperkuat kolaborasi multipihak dalam menjaga lingkungan. (Kom-PHT/Mlg/Mhrr)
Editor:Lra
Copyright©2025