GARUT, PERHUTANI (25/11/2025) | Dalam rangka upaya pemulihan kerusakan hutan serta menjaga kelestariannya, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Garut menerima kunjungan kerja Menteri Kehutanan Republik Indonesia dalam agenda penanaman 1.000 pohon di kawasan Hutan Lindung Kamojang, Kabupaten Garut, pada Senin (24/11).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, Kepala Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten Yudha Suswardhanto beserta jajaran, Administratur KPH Garut Herdy Indriawan beserta manajemen, Dirjen PDASRH Dyah Murtiningsih, Dirjen Perhutanan Sosial Catur Endah Prasetiani, Direktur Utama Pertamina, serta tokoh masyarakat Kecamatan Samarang.
Dalam sambutannya, Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni menegaskan bahwa menanam hanyalah langkah awal, sementara tantangan utamanya adalah menjaga dan memastikan ekosistem tetap berkelanjutan.
“Yang paling penting bukan hanya menanam, tetapi menjaga. Tantangan kita adalah membangun kesadaran bersama bahwa kelestarian lingkungan dan hutan adalah tanggung jawab kolektif,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten, Yudha Suswardhanto menyampaikan apresiasi atas keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan ini. Ia menerangkan bahwa jenis pohon yang ditanam meliputi Multipurpose Tree Species (MPTS), mahoni, dan suren.
“Harapannya program ini memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan generasi mendatang, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar hutan untuk ikut menjaga kelestariannya,” ujarnya.
Administratur KPH Garut, Herdy Indriawan menambahkan bahwa pelestarian hutan bukan hanya tugas Perhutani, tetapi memerlukan kolaborasi lintas sektor.
“Hutan adalah tanggung jawab bersama. Sinergi dan kesadaran kolektif menjadi kunci dalam menjaga kelestariannya. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa hutan,” pungkasnya.(Kom-PHT/Grt/Erv)
Editor: EM
Copyright © 2025